Trenggalek – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kawasan Wisata Dilem Wilis, Desa Dompyong, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, pada Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini merupakan implementasi program bertajuk “Penerapan Teknologi Rotary Dryer untuk Meningkatkan Kualitas Biji Kopi ‘Van Dillem’ pada Kelompok Masyarakat Dilem Wilis Trenggalek” yang didanai melalui Dana Internal Universitas Negeri Malang Tahun 2026.
Kegiatan diketuai oleh Dr. Widiyanti, M.Pd. bersama tim dosen yang terdiri atas Prof. Dr. Titi Mutiara Kiranawati, M.P., Dr. Nunung Nurjanah, M.Kes., dan Dr. Tri Wahyu Hardaningrum, S.E., M.Pd. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Universitas Negeri Malang, yaitu Muhammad Idris Effendi dan Irsyad Andhika Ariadi, sebagai bagian dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi. Mitra kegiatan adalah UPT TSTP Dilem Wilis, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek, bersama Kelompok Masyarakat Dilem Wilis sebagai pengelola kopi lokal “Van Dillem”.
Kawasan Dilem Wilis merupakan salah satu sentra penghasil kopi di Kabupaten Trenggalek yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk unggulan daerah. Namun, proses pengeringan biji kopi selama ini masih mengandalkan penjemuran menggunakan sinar matahari sehingga sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Pada musim hujan atau ketika intensitas matahari rendah, waktu pengeringan menjadi lebih lama dan kualitas biji kopi kurang seragam. Selain itu, metode pengeringan terbuka juga berisiko menurunkan mutu kopi akibat kontaminasi debu, kelembapan, maupun perubahan cuaca yang tidak menentu.

Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan program, Tim Pengabdian Universitas Negeri Malang menyerahkan Rotary Dryer kepada mitra sebagai Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk mendukung proses pengeringan pascapanen kopi. Selain penyerahan alat, tim juga memberikan penjelasan mengenai spesifikasi mesin, prosedur pengoperasian, perawatan rutin, serta Standar Operasional Prosedur (SOP) agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan oleh kelompok masyarakat.
Pada kegiatan tersebut, tim pengabdian juga mendemonstrasikan penggunaan Rotary Dryer mulai dari pemeriksaan awal mesin, pengaturan suhu, proses pengisian biji kopi, pemantauan proses pengeringan, hingga pengeluaran hasil pengeringan sesuai prosedur operasional. Peserta memperoleh kesempatan mempraktikkan langsung pengoperasian mesin sehingga mampu memahami cara penggunaan yang aman, efektif, dan sesuai standar keselamatan kerja.

Hasil uji coba menunjukkan bahwa Rotary Dryer mampu meningkatkan efisiensi proses pengeringan dibandingkan metode konvensional. Mesin memiliki kapasitas pengeringan sekitar 20 kilogram per proses dengan rentang suhu operasi 45–60°C, waktu pengeringan 5–7 jam, serta mampu menghasilkan kadar air akhir biji kopi sekitar 11–12 persen. Proses pengeringan berlangsung lebih cepat, tidak bergantung pada kondisi cuaca, serta menghasilkan tingkat kekeringan yang lebih seragam sehingga kualitas penyimpanan dan nilai jual kopi “Van Dillem” berpotensi meningkat.
Selain demonstrasi alat, peserta mengikuti pelatihan mengenai pengolahan pascapanen kopi, prinsip kerja Rotary Dryer, pengendalian mutu, pengukuran kadar air menggunakan moisture meter, penyusunan SOP, pencatatan produksi, serta pemeliharaan mesin. Kegiatan dilaksanakan melalui kombinasi ceramah, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, dan pendampingan sehingga peserta tidak hanya memahami cara mengoperasikan mesin, tetapi juga mampu menerapkan sistem pengelolaan pascapanen yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Dalam sesi diskusi, masyarakat menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai teknik pengeringan, pengaturan suhu, pemeliharaan mesin, serta strategi menjaga kualitas biji kopi setelah proses pengeringan. Tim pengabdian juga memberikan pendampingan mengenai pengendalian mutu dan manajemen produksi agar penerapan teknologi mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing kopi lokal di pasar yang lebih luas.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































