Malang – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, pada Minggu (19/7/2026). Kegiatan ini merupakan implementasi program bertajuk “Penggunaan Grain Dryer untuk Pengolahan Biji Durian sebagai Diversifikasi Kuliner dalam Upaya Pengurangan Food Waste di Desa Jombok Kabupaten Malang” yang didanai melalui Dana Internal Universitas Negeri Malang Tahun 2026.
Kegiatan diketuai oleh Dr. Nunung Nurjanah, M.Kes bersama tim dosen yang terdiri atas Prof. Dr. Titi Mutiara Kiranawati, M.P., Dr. Widiyanti, M.Pd., dan Dr. Teti Setiawati, M.Pd.,. Serta melibatkan mahasiswa Universitas Negeri Malang yaitu Venny Anggraeni, S.Pd. dan Muhammad Idris Effendi, S.Pd., M.Pd., sebagai bagian dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi. Sasaran kegiatan adalah anggota PKK dan pelaku usaha di Desa Jombok yang selama ini dikenal sebagai Kampoeng Durian dengan potensi produksi durian yang tinggi setiap musim panen.
Potensi durian yang melimpah di Desa Jombok menghasilkan limbah biji durian dalam jumlah besar yang selama ini tidak dimanfaatkan. Padahal, biji durian memiliki potensi untuk diolah menjadi bahan pangan alternatif bernilai ekonomi, sehingga dapat mendukung upaya pengurangan food waste sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Sebagai bentuk komitmen keberlanjutan program, kegiatan juga diisi dengan prosesi penandatanganan berita acara dan serah terima alat Grain Dryer dari Tim Pengabdian Universitas Negeri Malang kepada mitra. Serah terima ini menandai bahwa teknologi pengering biji durian telah resmi diserahkan untuk dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Jombok sebagai sarana pengolahan pascapanen yang lebih efektif, higienis, dan berkelanjutan. Tim pengabdian berharap alat tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pengembangan produk berbasis tepung biji durian serta meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.
Pada kegiatan tersebut, tim pengabdian memberikan dan mendemontrasikan penggunaan pengering biji durian Grain Dryer sebagai teknologi tepat guna untuk mengeringkan biji durian. Melalui demonstrasi ini, peserta diperkenalkan pada tahapan pengoperasian alat, mulai dari persiapan bahan, pengaturan suhu, hingga proses pengeringan yang lebih cepat, higienis, dan tidak bergantung pada kondisi cuaca. Teknologi ini diharapkan mampu membantu masyarakat menghasilkan bahan baku tepung biji durian dengan kualitas yang lebih baik sebagai dasar pengembangan berbagai produk pangan.

Selain demonstrasi alat, peserta juga mengikuti pelatihan pembuatan produk olahan berbasis tepung biji durian, yaitu chiffon cake dan kue kering lidah kucing. Pada sesi ini, tim pengabdian menjelaskan proses pembuatan tepung biji durian, formulasi produk, teknik pengolahan, hingga proses pemanggangan. Peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan karena produk yang dihasilkan memiliki cita rasa yang menarik sekaligus menjadi alternatif diversifikasi pangan berbasis potensi lokal.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai teknik pengolahan, penyimpanan tepung, peluang usaha, serta pengembangan produk berbasis biji durian. Tim pengabdian juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar tidak lagi memandang biji durian sebagai limbah, melainkan sebagai bahan baku yang memiliki nilai ekonomi dan peluang usaha yang menjanjikan.
Sebagai penutup, peserta memperoleh kesempatan mencicipi hasil olahan chiffon cake dan kue kering lidah kucing berbasis tepung biji durian. Produk tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha kuliner lokal yang inovatif, sekaligus mendukung pemanfaatan limbah pertanian secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Malang berharap penerapan teknologi pengering biji durian dan pengembangan diversifikasi kuliner berbasis tepung biji durian dapat meningkatkan keterampilan masyarakat, mengurangi food waste, serta membuka peluang usaha baru yang mampu memperkuat perekonomian Desa Jombok sebagai sentra durian di Kabupaten Malang. Program ini juga menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui inovasi teknologi tepat guna dan pemberdayaan potensi lokal. Kegiatan pengabdian ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan produktivitas dan peluang usaha masyarakat, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan teknologi tepat guna pada pengolahan hasil pertanian, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan limbah biji durian menjadi produk pangan bernilai tambah sehingga mendukung pengurangan food waste dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































