Trenggalek – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Rumah Coklat Kabupaten Trenggalek pada Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini merupakan implementasi program bertajuk “Penerapan Teknologi Cocoa DryTech sebagai Inovasi Pengeringan Presisi Biji Kakao untuk Meningkatkan Kualitas Produksi Coklat di Rumah Coklat Kabupaten Trenggalek” yang bertujuan meningkatkan kualitas pengolahan kakao sekaligus mendorong lahirnya produk coklat inovatif berbasis budaya lokal.
Program pengabdian diketuai oleh Dr. Nunung Nurjanah, M.Kes. bersama tim dosen Universitas Negeri Malang yang terdiri atas Prof. Dr. Dra. Titi Mutiara Kiranawati, M.P., Cassandra Permata Nusa, S.Gz., M.Si., dan Muhammad Ilman Nur Sasongko, S.Pd., M.T.,. serta melibatkan mahasiswa Universitas Negeri Malang yaitu Venny Anggraeni, S.Pd. dan Muhammad Idris Effendi, S.Pd., M.Pd., sebagai bagian dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi. Tim memberikan pendampingan kepada pengelola Rumah Coklat Kabupaten Trenggalek sebagai upaya penerapan teknologi tepat guna dan pengembangan produk unggulan daerah.
Rumah Coklat Kabupaten Trenggalek merupakan pusat pengolahan kakao sekaligus destinasi wisata edukasi yang mengusung branding TIGCO (Trenggalek Iso Gawe Coklat). Meski memiliki potensi bahan baku kakao yang melimpah, proses pengeringan biji kakao selama ini masih mengandalkan sinar matahari sehingga membutuhkan waktu hingga tiga hari, bergantung pada kondisi cuaca, dan belum mampu menjamin kualitas pengeringan secara konsisten. Kondisi tersebut berdampak pada mutu biji kakao serta kualitas produk coklat yang dihasilkan.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan program pengabdian, kegiatan juga diisi dengan penandatanganan berita acara dan serah terima mesin Cocoa DryTech kepada pihak Rumah Coklat Kabupaten Trenggalek. Serah terima ini menjadi simbol alih teknologi dari Universitas Negeri Malang kepada mitra agar mesin pengering dapat dimanfaatkan secara mandiri dalam meningkatkan efisiensi proses pascapanen kakao. Diharapkan, penggunaan mesin ini mampu mempercepat proses pengeringan, menjaga kualitas biji kakao, serta mendukung peningkatan kapasitas produksi dan daya saing produk coklat lokal.
Menjawab permasalahan tersebut, tim pengabdian memperkenalkan dan mendemonstrasikan mesin pengering biji kakao (Cocoa DryTech) kepada peserta. Dalam sesi demonstrasi, peserta diperlihatkan tahapan pengoperasian alat mulai dari persiapan biji kakao, pengaturan suhu, hingga proses pengeringan yang berlangsung lebih cepat, higienis, dan menghasilkan kadar air yang lebih seragam dibandingkan metode penjemuran tradisional. Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menjaga mutu bahan baku coklat.

Selain pengenalan teknologi pengering, kegiatan juga diisi dengan demonstrasi pembuatan coklat karakter bertema Legenda Menak Sopal Trenggalek. Tim pengabdian memperagakan proses pencetakan coklat menjadi karakter tokoh-tokoh dalam legenda Menak Sopal. Inovasi produk ini dikembangkan sebagai bentuk diversifikasi produk coklat sekaligus media untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal Trenggalek kepada masyarakat dan wisatawan. Konsep tersebut sejalan dengan rencana pengembangan produk tematik berbasis legenda daerah yang tercantum dalam program pengabdian.

Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka tidak hanya menyaksikan proses penggunaan teknologi dan pembuatan coklat karakter, tetapi juga berdiskusi mengenai peluang pengembangan produk, teknik produksi, hingga strategi meningkatkan daya tarik wisata edukasi berbasis kakao. Melalui sesi interaktif tersebut, peserta memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya inovasi teknologi dan kreativitas produk dalam meningkatkan daya saing UMKM pengolahan kakao.
Di akhir kegiatan, peserta berkesempatan melihat dan mencicipi hasil coklat karakter yang telah dibuat. Produk tersebut mendapat apresiasi karena memadukan cita rasa coklat khas Trenggalek dengan nilai budaya lokal yang dikemas secara menarik. Tim pengabdian berharap inovasi ini dapat menjadi produk khas yang memperkuat identitas Rumah Coklat Kabupaten Trenggalek sebagai destinasi wisata edukasi sekaligus pusat inovasi olahan kakao.
Melalui kegiatan pengabdian ini, Universitas Negeri Malang terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan teknologi tepat guna yang dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat. Penerapan mesin Cocoa DryTech dan pengembangan produk coklat karakter Legenda Menak Sopal diharapkan mampu meningkatkan kualitas produksi, memperluas variasi produk, memperkuat identitas budaya lokal, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui inovasi pada sektor pengolahan kakao. Program ini juga sejalan dengan upaya mendukung SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































