BANJARMASIN, 28 Juli 2026 — Menanggapi masih terjadinya penyaluran bantuan sosial (bansos) yang tidak tepat sasaran di berbagai daerah, tim mahasiswa Politeknik Hasnur yang terdiri dari M. Fahmi Iqbal, Umi Amelia, dan Siti Nur Baidah merilis kajian strategis mengenai penanganan penyaluran bantuan sosial yang lebih adil, tepat sasaran, dan transparan. Kajian ini disusun sebagai rekomendasi bagi Kementerian Sosial Republik Indonesia dalam memperbaiki tata kelola bantuan sosial nasional.
Dalam analisisnya, tim menyoroti bahwa banyak keluarga mampu masih menerima bantuan sosial, sementara masyarakat miskin yang benar-benar membutuhkan justru belum terdaftar sebagai penerima manfaat. Ketidakakuratan data penerima bantuan dinilai menjadi akar utama permasalahan sehingga pembenahan data dan peningkatan transparansi menjadi langkah mendesak untuk memastikan hak masyarakat miskin terpenuhi.
Tim juga mencatat bahwa kondisi di lapangan menunjukkan adanya antrean panjang warga, ketidakpastian data penerima, serta lemahnya proses verifikasi dan validasi. Akibatnya, bantuan sosial tidak menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan dan menimbulkan ketidakadilan sosial.
Ketidaktepatan penyaluran bansos berpotensi meningkatkan angka kemiskinan karena keluarga miskin kehilangan dukungan finansial yang seharusnya diterima. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada pemenuhan kebutuhan pokok seperti pangan, pendidikan, dan kesehatan, tetapi juga memperlebar kesenjangan ekonomi masyarakat.
Dari sisi sosial, kesalahan sasaran penerima bantuan memicu kecemburuan sosial, konflik antarwarga, dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Sementara itu, dari sisi psikologis, masyarakat yang seharusnya menerima bantuan tetapi tidak terdaftar mengalami tekanan mental berupa frustrasi, putus asa, dan rasa tidak berdaya.
Tim mahasiswa mengidentifikasi tiga akar masalah utama, yaitu data DTKS yang belum akurat dan belum mutakhir, lemahnya sinkronisasi antara pemerintah pusat, daerah, dan desa, serta minimnya mekanisme pengawasan dan pelaporan masyarakat terhadap penyimpangan penyaluran bantuan sosial.
Respons Darurat: Eksekusi Cepat 7 Hari
Sebagai solusi cepat untuk mengurangi dampak penyaluran bansos yang tidak tepat sasaran, tim mengusulkan langkah darurat dalam satu minggu pertama yang meliputi penghentian sementara penyaluran kepada penerima yang tidak memenuhi kriteria, pembukaan posko pengaduan di seluruh daerah dan kanal digital pengaduan bansos, verifikasi dan validasi ulang data penerima yang bermasalah, serta koordinasi intensif dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pembaruan data penerima bantuan.
Langkah ini diharapkan mampu memberikan respons cepat terhadap keluhan masyarakat sekaligus memperbaiki akurasi data penerima bansos dalam waktu singkat.
Strategi Jangka Panjang Satu Tahun
Untuk memastikan permasalahan serupa tidak terus berulang, tim juga menawarkan strategi jangka panjang selama satu tahun yang mencakup pengembangan sistem digital validasi data penerima bansos, pembaruan DTKS secara berkala dan integrasinya dengan data kependudukan nasional, peningkatan kompetensi petugas pendataan melalui pelatihan profesional, audit rutin penyaluran bantuan sosial, penguatan partisipasi masyarakat, dan pemberian sanksi tegas terhadap manipulasi data.
Rencana implementasi dibagi menjadi empat tahap, yaitu pembaruan dan integrasi data pada bulan 1–3, pengembangan sistem digital pada bulan 4–6, audit dan evaluasi penyaluran pada bulan 7–9, serta pelatihan petugas dan sosialisasi kanal pengaduan pada bulan 10–12.
Kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi Kementerian Sosial RI dan pemerintah
“Bantuan sosial adalah bentuk kehadiran negara dalam melindungi masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, pembenahan data, pengawasan yang kuat, dan keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci agar bansos benar-benar diterima oleh yang berhak,”
daerah dalam membangun sistem penyaluran bantuan sosial yang lebih akuntabel, transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kontak Informasi :
Kelompok 3 – Politeknik Hasnur
Program Studi D3 Teknik Informatika
Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































