Surabaya, Mei 2026 — Persoalan sampah masih menjadi salah satu tantangan lingkungan yang kerap dijumpai di kawasan permukiman padat penduduk. Sampah yang tidak dikelola dengan baik bukan hanya menimbulkan kesan kumuh, tetapi juga dapat mengganggu kenyamanan, kesehatan, serta kebersihan lingkungan masyarakat. Kondisi ini juga menjadi perhatian dalam pengelolaan Bank Sampah di RW 05 Kelurahan Ampel, Surabaya.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata atau KKN Sub Kelompok 4 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, fasilitas Bank Sampah RW 05 masih membutuhkan pembenahan. Beberapa kendala yang ditemukan antara lain kondisi fasilitas yang kurang terawat, sistem pemilahan sampah yang belum berjalan secara optimal, serta belum adanya alat pendukung untuk membantu proses pengolahan sampah.
Sampah yang terkumpul di Bank Sampah masih sering tercampur antara sampah plastik, kertas, sampah organik, dan jenis sampah lainnya. Kondisi ini membuat proses pengelolaan menjadi kurang efektif karena sampah harus dipilah ulang sebelum dapat diproses lebih lanjut. Selain itu, sampah yang masih berukuran besar juga membutuhkan tempat penyimpanan yang lebih luas dan berpotensi berserakan apabila tidak segera ditangani.
Melihat permasalahan tersebut, mahasiswa KKN Sub Kelompok 4 menghadirkan solusi berupa pembuatan mesin pencacah sampah sebagai bentuk penerapan teknologi tepat guna. Mesin ini dirancang untuk membantu mencacah sampah menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga proses pengumpulan, pemilahan, penyimpanan, dan pengolahan lanjutan dapat dilakukan dengan lebih mudah.
Mesin pencacah sampah ini bekerja dengan menggunakan tenaga penggerak dari dinamo yang menggerakkan pisau pencacah. Sampah yang dimasukkan ke dalam ruang pencacah akan dipotong menjadi bagian-bagian kecil. Dengan ukuran yang lebih kecil, sampah menjadi lebih mudah ditampung, tidak cepat memenuhi area penyimpanan, serta lebih mudah dikelola oleh pengurus Bank Sampah.
Pembuatan mesin pencacah sampah ini tidak hanya bertujuan untuk menghadirkan alat bantu secara fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya edukasi lingkungan kepada masyarakat. Melalui teknologi sederhana ini, warga dapat melihat bahwa sampah sebenarnya masih dapat dikelola dengan cara yang lebih tertib, praktis, dan bermanfaat apabila dilakukan secara bersama-sama.
Selain membuat mesin, mahasiswa KKN juga melaksanakan demonstrasi penggunaan alat bersama warga. Dalam kegiatan tersebut, warga diperkenalkan dengan bagian-bagian mesin, fungsi setiap komponen, cara mengoperasikan alat, jenis sampah yang dapat dicacah, serta langkah-langkah keselamatan saat menggunakan mesin. Demonstrasi ini penting agar masyarakat tidak hanya menerima alat, tetapi juga memahami cara pemanfaatannya secara benar dan aman.

Warga juga diberi kesempatan untuk menyaksikan secara langsung proses percobaan mesin. Dari kegiatan tersebut, masyarakat dapat mengetahui hasil pencacahan sampah dan memahami manfaat mesin dalam mengurangi volume sampah. Sampah yang sebelumnya mudah menumpuk dan berserakan dapat diproses menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga lebih rapi dan mudah ditangani.
Kehadiran mesin pencacah sampah ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat pengelolaan Bank Sampah RW 05 Kelurahan Ampel. Bank Sampah tidak hanya berperan sebagai tempat pengumpulan sampah, tetapi juga dapat berkembang menjadi tempat pengolahan sampah sederhana berbasis masyarakat. Dengan demikian, kegiatan Bank Sampah dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi lingkungan sekitar.
Program ini juga mendorong masyarakat untuk lebih disiplin dalam memilah sampah sejak dari rumah. Pemilahan antara sampah plastik, kertas, organik, dan sampah lainnya menjadi langkah penting agar proses pengelolaan di Bank Sampah dapat berjalan lebih efektif. Tanpa pemilahan yang baik, proses pengolahan sampah akan memerlukan waktu lebih lama dan hasilnya kurang maksimal.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Sub Kelompok 4 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya berupaya menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Mesin pencacah sampah dipilih karena bersifat sederhana, mudah digunakan, dan dapat membantu mengatasi persoalan nyata yang dihadapi oleh Bank Sampah.
Lebih dari sekadar program kerja KKN, kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, pengelola Bank Sampah, dan warga menjadi kunci penting agar program ini dapat terus berlanjut setelah kegiatan KKN selesai.
Dengan adanya mesin pencacah sampah, diharapkan pengelolaan Bank Sampah RW 05 Kelurahan Ampel menjadi lebih tertata, bersih, dan produktif. Permasalahan sampah yang sebelumnya menjadi kendala dapat perlahan diubah menjadi peluang untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada keberadaan alat, tetapi juga pada kesadaran dan keterlibatan masyarakat. Melalui langkah kecil berupa pembuatan mesin pencacah sampah ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat semakin terdorong untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah secara lebih bijak serta berkelanjutan.
Penulis = Siska Amanda Ayu Lolita Sari – 1122300150
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































