Yogyakarta – Semangat untuk terus bertumbuh dan memberikan layanan pendidikan terbaik menjadi pesan utama dalam Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan MAN 1 Yogyakarta, Senin (15/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula utama lantai dua sejak pukul 07.30 WIB ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan profesionalisme serta peningkatan kualitas layanan madrasah.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., dalam arahannya mengajak seluruh warga madrasah untuk mensyukuri setiap amanah yang diberikan dan menjadikannya sebagai ruang pengabdian terbaik. Edi mengingatkan pentingnya mensyukuri nikmat sehat dan kesempatan yang sering kali luput dari perhatian. Menurut Edi, rasa syukur harus diwujudkan melalui kinerja yang terus meningkat dan kemauan untuk berbenah. “Sebagai insan beriman, kita tidak boleh menyia-nyiakan tempat di mana Allah menempatkan kita. Di setiap amanah selalu ada kesempatan untuk berkarya dan memberikan manfaat,” ujar Edi.
Selanjutnya, Edi menegaskan bahwa guru dan tenaga kependidikan MAN 1 Yogyakarta tidak boleh merasa cukup dengan capaian yang ada. Sebaliknya, seluruh sivitas madrasah harus terus melakukan perbaikan dan inovasi agar mampu menjawab tantangan pendidikan yang semakin dinamis. “Guru MAN 1 Yogyakarta tidak boleh standar-standar saja. Kita harus terus berbenah, terus belajar, dan terus meningkatkan kualitas diri agar dapat memberikan layanan terbaik kepada Murid-murid,” tegas Edi. Terakhir, Edi menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi ruang tumbuh bagi murid- murid. Ia memberikan highlight bahwa pendidikan bukan sarana membatasi anak dengan sederet larangan, tetapi sarana mengembangkan bakat dan minat menuju kesuksesan.
Sementara itu, perhatian peserta workshop tertuju pada pemaparan Kasubag Tata Usaha Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Achmad Mustafid, S.Ag., M.Hum., yang mengajak seluruh ASN untuk memaknai pekerjaan sebagai bagian dari pengabdian dan investasi amal jariyah. Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh sistem yang baik, tetapi juga oleh keterbukaan komunikasi dan kuatnya nilai-nilai integritas yang dimiliki setiap individu.

Dalam paparannya, Achmad Mustafid memperkenalkan Program Sarapan Pagi: Sambung Rasa Pimpinan dan Pegawai Terintegrasi. Program tersebut menjadi wadah dialog antara pimpinan dan pegawai untuk membangun budaya komunikasi yang sehat serta mendorong lahirnya berbagai masukan konstruktif bagi kemajuan Kementerian Agama. “Semua keluarga besar Kementerian Agama memiliki ruang untuk menyampaikan kritik dan saran yang membangun demi kemajuan organisasi, khususnya Kementerian Agama Kota Yogyakarta,” jelas Ahmad Mustafid.
Lebih lanjut, Ahmad Mustafid mengajak seluruh peserta untuk menjadikan setiap tugas dan tanggung jawab sebagai jalan menebar manfaat. Semangat tersebut, menurutnya, tercermin dalam nilai-nilai IKIPESAN yang meliputi Integritas Ilahiyah, Karya-Amal-Bekerja, Ilmu yang Benar, Pengorbanan, dan Keikhlasan. “Ketika pekerjaan dilakukan dengan integritas, ilmu yang benar, pengorbanan, dan keikhlasan, maka setiap aktivitas yang kita lakukan dapat menjadi amal jariyah yang terus memberikan manfaat,” tuturnya.
Penguatan yang disampaikan Achmad Mustafid menjadi refleksi penting bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan MAN 1 Yogyakarta. Di tengah berbagai target dan program pengembangan madrasah, nilai integritas, keterbukaan, dan keikhlasan tetap menjadi fondasi utama dalam memberikan layanan pendidikan yang bermutu bagi murid-murid dan masyarakat. (luf)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































