Serang, 15 Juni 2026 – Dalam upaya memahami perkembangan anak usia dini secara lebih mendalam, telah dilaksanakan kegiatan wawancara dengan salah satu orang tua siswa yang mengikuti layanan daycare di lingkungan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan anak dari sudut pandang orang tua, khususnya terkait aspek kemandirian, komunikasi, serta kemampuan sosial dan emosional anak.
Wawancara dilakukan secara langsung dengan seorang ibu berusia 30 tahun yang memiliki anak berusia 3 tahun dan sedang mengikuti program daycare. Melalui wawancara tersebut, diperoleh berbagai informasi yang menggambarkan perkembangan anak baik saat berada di rumah maupun di lingkungan daycare.
Berdasarkan keterangan orang tua, anak memiliki minat yang cukup tinggi terhadap aktivitas fisik. Kegiatan yang paling disukai saat berada di rumah adalah bermain sepeda. Aktivitas tersebut sering dilakukan oleh anak pada waktu luang dan menjadi salah satu kegiatan yang mampu membuatnya merasa senang serta aktif bergerak. Kegemaran bermain sepeda juga menunjukkan bahwa anak memiliki ketertarikan terhadap kegiatan yang melibatkan koordinasi gerak tubuh dan eksplorasi lingkungan sekitar.
Dalam aspek komunikasi, anak menunjukkan perkembangan yang positif. Orang tua menjelaskan bahwa setelah pulang dari daycare, anak hampir selalu menceritakan berbagai kegiatan yang telah dilakukannya selama berada di sana. Cerita yang disampaikan biasanya berkaitan dengan aktivitas bermain, belajar, maupun interaksi dengan teman-temannya. Kemampuan anak untuk menceritakan kembali pengalaman yang dialaminya menunjukkan bahwa ia mulai mampu mengingat suatu peristiwa serta mengomunikasikannya kepada orang lain dengan bahasa yang sesuai dengan usianya.
Selain kemampuan komunikasi, perkembangan kemandirian anak juga menjadi salah satu fokus dalam wawancara. Orang tua menyampaikan bahwa anak sudah mampu melakukan beberapa aktivitas sederhana secara mandiri. Dalam hal berpakaian, anak sudah dapat memakai celana sendiri tanpa bantuan orang lain. Namun, untuk memakai baju, anak masih sesekali memerlukan bantuan dari orang tua. Kondisi tersebut merupakan hal yang wajar mengingat usia anak masih berada pada tahap perkembangan awal, di mana keterampilan motorik halus dan koordinasi gerakan masih terus berkembang.
Kemampuan anak dalam memenuhi kebutuhan diri sendiri juga terlihat dari kebiasaan makan sehari-hari. Berdasarkan penuturan orang tua, anak terkadang dapat makan sendiri, tetapi pada waktu tertentu masih meminta untuk disuapi. Hal tersebut umumnya dipengaruhi oleh suasana hati atau mood anak. Meskipun demikian, kemampuan makan sendiri yang mulai muncul menunjukkan adanya perkembangan kemandirian yang perlu terus didukung dan dilatih secara bertahap oleh orang tua maupun pengasuh di daycare.
Aspek sosial dan emosional anak juga menunjukkan perkembangan yang baik. Orang tua menjelaskan bahwa anak tidak mengalami kesulitan saat harus berpisah dengannya ketika ditinggal bekerja. Setelah berada di lingkungan daycare, anak dapat beradaptasi dengan baik dan tidak menunjukkan perilaku menangis atau rewel. Kemampuan ini menjadi salah satu indikator bahwa anak merasa nyaman dan aman berada di lingkungan daycare serta mampu menjalin hubungan yang positif dengan pengasuh maupun teman-teman sebayanya.
Lingkungan daycare memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan anak usia dini. Melalui berbagai kegiatan yang terstruktur, anak memperoleh kesempatan untuk belajar berinteraksi, mengembangkan kemampuan berkomunikasi, melatih kemandirian, serta meningkatkan keterampilan sosialnya. Dukungan yang diberikan oleh pengasuh dan tenaga pendidik di daycare juga membantu anak dalam beradaptasi dengan lingkungan di luar keluarga.
Hasil wawancara ini menunjukkan bahwa anak yang mengikuti layanan daycare di lingkungan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten memiliki perkembangan yang cukup baik dalam berbagai aspek. Kemampuan anak untuk berkomunikasi, melakukan beberapa aktivitas secara mandiri, serta beradaptasi dengan lingkungan sosial menjadi indikator positif dalam proses tumbuh kembangnya.
Kegiatan wawancara seperti ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk memahami kebutuhan dan perkembangan anak secara lebih komprehensif. Selain itu, informasi yang diperoleh dari orang tua dapat menjadi bahan evaluasi dan refleksi bagi pengelola daycare dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak secara optimal. Melalui kerja sama yang baik antara orang tua dan pihak daycare, diharapkan setiap anak dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan tahap perkembangannya masing-masing.
Penulis: Vina Maulida
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































