Gresik, 7 dan 14 Juli 2026 – “Bu Guru, besok Kiki datang lagi, ya?” Kalimat sederhana itu menjadi bukti bahwa sebuah cerita mampu meninggalkan kesan mendalam bagi anak-anak. Bagi peserta didik usia dini, belajar bukan sekadar mengenal huruf atau angka, tetapi juga menikmati setiap pengalaman yang diberikan di dalam kelas.
Berangkat dari pemikiran tersebut, Sub Kelompok 9 Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya mengembangkan BOSARA 3D (Boneka Sarung Tangan dan Buku Cerita Pop-Up 3D) sebagai media pembelajaran interaktif untuk mendukung kegiatan storytelling di TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 09 Sidayu, Kabupaten Gresik.
Sekolah ini dikenal memiliki komitmen tinggi terhadap pendidikan anak usia dini. Salah satu buktinya adalah keberhasilannya meraih Juara II Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Nasional Tahun 2018 dengan predikat Best Achievement. Lingkungan belajar yang kondusif tersebut menjadi alasan dipilihnya TK ABA 09 Sidayu sebagai mitra pelaksanaan program.

BOSARA 3D menggabungkan boneka sarung tangan dengan buku cerita pop-up tiga dimensi sehingga proses storytelling menjadi lebih menarik dan interaktif. Cerita berpusat pada tokoh utama bernama Kiki, seekor kelinci yang mengajak anak-anak menjelajahi Taman Pelangi untuk mengenal berbagai warna di lingkungan sekitar. Pada bagian selanjutnya, Kiki bertemu teman-teman barunya sehingga anak-anak juga diperkenalkan pada nilai persahabatan, kerja sama, saling menghargai perbedaan, dan tolong-menolong.
Agar peserta didik tidak hanya menjadi pendengar, media ini dilengkapi halaman interaktif berupa permainan mencocokkan warna dan memasangkan hewan dengan makanan kesukaannya. Konsep belajar sambil bermain dipilih agar sesuai dengan karakteristik anak usia dini yang lebih mudah memahami materi melalui pengalaman langsung.

Sebelum diimplementasikan kepada peserta didik, tim terlebih dahulu melaksanakan sosialisasi kepada guru-guru TK ABA 09 Sidayu pada 7 Juli 2026. Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan BOSARA 3D sekaligus mendemonstrasikan penggunaannya dalam kegiatan storytelling. Selanjutnya, pada 14 Juli 2026, media ini diimplementasikan kepada peserta didik sebagai bagian dari pembelajaran di kelas.
Sebagai upaya mendukung keberlanjutan program, tim juga menyerahkan buku panduan penggunaan agar guru dapat memanfaatkan BOSARA 3D secara mandiri setelah program pengabdian kepada masyarakat berakhir. Dengan demikian, media yang dikembangkan tidak hanya menjadi hasil pengabdian, tetapi juga dapat terus dimanfaatkan dalam proses pembelajaran.

Melalui pengembangan BOSARA 3D, mahasiswa tidak hanya menghadirkan sebuah media pembelajaran, tetapi juga berupaya menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Program ini diharapkan menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung terciptanya pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































