Tidak semua perjalanan dimulai dari garis start yang sama. Bagi Izyan Keano Altamis, murid kelas XII A MAN 1 Yogyakarta, jalan menuju mimpi justru terbuka lewat pintu yang tak pernah ia sangka: jalur tahfidz.
“Awalnya tidak kepikiran masuk MAN 1 Yogyakarta, karena secara akademik saya merasa kurang,” kenang Keano, sapaannya. “Tapi pas tahu ada jalur tahfidz, saya daftar. Alhamdulillah diterima.”
Diterima melalui jalur tahfidz mengantarkan Keano ke kelas X A, yang seluruh muridnya merupakan penghafal Al-Qur’an. Alih-alih merasa canggung, lingkungan itu justru jadi titik balik. “Kebanyakan teman-teman dulunya santri. Jadi lebih mudah kenal satu sama lain. Di kelas inilah saya mulai beradaptasi dengan kehidupan Mansa Yogyakarta,” ujarnya.
Memasuki kelas XI, dilema penjurusan menghampiri. Antara minat, kemampuan, dan cita-cita, Keano harus memilih. Setelah berkonsultasi dengan guru BK dan berdiskusi panjang dengan keluarga, ia memantapkan hati memilih peminatan Bahasa dan Budaya. “Saya punya basic dan minat di situ,” tegasnya.
Di luar kelas, Keano aktif menyalurkan dua hobinya: menonton film dan mendaki gunung. Tak heran jika ia bergabung dengan Orbid Major dan KPGR MAN 1 Yogyakarta. “Hobi itu yang ngenalin saya ke banyak perspektif,” katanya sambil tertawa.
Dari layar film dan jalur pendakian, lahir dua cita-cita besar. Pertama, menjadi translator di industri pariwisata. Ia terinspirasi dari video YouTube yang menampilkan tour guide multibahasa. Kedua, menjadi konsultan budaya. “Saya ingin jadi kompas bagi masyarakat dalam menavigasi lanskap budaya agar tetap relevan di kehidupan. Itu kenapa saya milih Antropologi,” jelas Keano.
Targetnya jelas: Antropologi Universitas Brawijaya. Keano sampai mencari tahu detail daya tampung, keketatan, hingga nilai aman masuk UB. Tantangannya? “Saya nggak kayak teman-teman lain yang bisa ikut les di luar. Saya cuma ikut platform komunitas belajar online,” akunya jujur.
Keterbatasan itu tak membuatnya surut. Justru menjadi pemantik semangat. “Ini yang mendorong saya harus belajar lebih ekstra daripada yang lain.” Keano menyusun rencana belajar harian, mengikuti pendalaman materi tambahan di sekolah, dan setiap sore melanjutkannya ke Perpustakaan Grhatama Pustaka. “Saking ngerasa masih kurang,” tambahnya.

Ikhtiar lahir dibarengi ikhtiar batin. Selama persiapan UTBK-SNBT, ia menjalani tirakat puasa. Saat hari H tiba, ia berangkat dengan restu orang tua dan doa teman-teman seperjuangan.
Hari pengumuman menjadi momen yang tak terlupakan. “Rasanya udah hopeless banget, tapi yaudah bismillah dulu.” Begitu layar ponsel menampilkan kalimat “Selamat! Anda Diterima”, semua rasa campur aduk. “Seneng sekaligus nggak nyangka bisa diterima di pilihan saya, Antropologi UB. Alhamdulillah.”
Keano tak menampik, perjalanannya di Mansa penuh lika-liku. Namun ia bersyukur dikelilingi lingkungan yang suportif. “Berkat teman-teman, guru-guru, bahkan lingkungan madrasah yang mau menuntun saya, mengulurkan tangan untuk saya, saya bisa melewati semuanya.”
Kini, di gerbang kelulusan, ia menitipkan harapan. “Untuk diri sendiri, semoga bisa jadi versi terbaik, bukan lebih baik dari orang lain. Untuk Mansa, semoga terus berkembang, melahirkan generasi yang bermanfaat bagi agama maupun negara. Dan buat teman-teman, semoga bisa menjadi versi terbaik dari diri kalian.”
Kisah Izyan Keano Altamis membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang. Dengan tekad, tirakat, dan lingkungan madrasah yang mengayomi, murid jalur tahfidz pun mampu menembus jurusan impian dan siap menjadi “kompas budaya” di masa depan.
“Saya harus belajar lebih ekstra daripada yang lain.”
Begitu ungkap Izyan sebagai kata-kata penguatnya mencapai cita-citanya.
Penulis: Listya Sulastri Wulan Kurniati, S.S., M.A. (Guru MAN 1 Yogyakarta)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































