Kegiatan magang menjadi salah satu jembatan antara dunia akademik dan dunia kerja bagi mahasiswa Administrasi Negara Universitas Pamulang Kampus Serang. Program ini masuk dalam kurikulum sebagai mata kuliah berbobot 3 SKS dan merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dengan tujuan agar mahasiswa dapat menerapkan secara langsung ilmu yang telah mereka peroleh selama masa perkuliahan. Menyelesaikan magang di Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Banten selama 32 hari kerja. Magang yang merupakan mata kuliah wajib 3 SKS ini memberi saya kesempatan memahami langsung bagaimana lembaga pengawas pelayanan publik bekerja sehari-hari.
Kegiatan magang dimulai pada 2 Maret 2026 dengan jadwal yang fleksibel menyesuaikan jadwal kuliah. Selama bulan Ramadan, saya masuk dari pukul 08.00 hingga 15.00 pada hari Senin sampai Kamis, dan hingga 15.30 pada hari Jumat. Setelah Ramadan, jam kerja bertambah hingga pukul 16.00 di hari biasa dan 16.30 di hari Jumat.
Saya terlebih dahulu mempelajari Undang-Undang Ombudsman dan Undang-Undang Pelayanan Publik sebagai dasar pemahaman. Saya juga menghadiri presentasi laporan magang dari peserta batch sebelumnya sebagai gambaran awal mengenai apa yang akan saya kerjakan.

Kegiatan saya selama magang cukup beragam. Tugas utama yang saya kerjakan adalah penyusunan Laporan Hasil Pemeriksaan Dokumen (LHPD), mulai dari menginput kronologi kasus, menelusuri peraturan hukum yang relevan, hingga menyusun analisis kasusnya. Saya juga memeriksa kelengkapan standar pelayanan Samsat di berbagai daerah di Banten dan menuangkan hasilnya dalam tabel Excel yang memuat dasar hukum, komponen layanan, biaya, waktu, hingga publikasi pelayanan.
Di sisi lain, saya terkadang diberikan tugas untuk menganalisis pemberitaan pelayanan publik dari media cetak maupun online. Salah satunya adalah analisis layanan jalan tol dari Astra Tol, Jasa Marga, dan BPJT dalam rangka memantau kesiapan pelayanan saat arus mudik lebaran. Saya juga mengikuti rapat mediasi antara pelapor dan terlapor yang difasilitasi Ombudsman, sekaligus bertugas menyusun notulensi resminya. Selain itu, saya mengisi formulir pengecekan kelengkapan publikasi standar pelayanan publik sebagai bagian dari pengawasan proaktif lembaga.
Tidak kalah berharga, saya mendapat banyak wawasan dari diskusi langsung dengan pegawai Ombudsman. Pak Zain dan Bu Fani berbagi cerita mengenai kasus-kasus nyata yang pernah ditangani, termasuk bagaimana Ombudsman dengan serius menangani permasalahan pelayanan di lembaga pemerintahan.
Dari seluruh kegiatan tersebut, saya merasakan peningkatan yang nyata dari empat sisi. Dari sisi pengetahuan, saya mendapat wawasan tentang maladministrasi dari berbagai kronologi-kronologi dari laporan dan berita yang ada. Dari sisi keterampilan, kemampuan saya dalam menyusun dokumen, menganalisis berita, mengolah data, dan membuat konten informasi berkembang secara praktis. Dari sisi sikap, lingkungan kerja Ombudsman melatih saya untuk lebih sering dan cepat dalam memahami informasi berita dan kronologi kasus yang ada. Dan dari sisi nilai, saya semakin memahami betapa pentingnya integritas, akuntabilitas, dan transparansi dalam setiap lini pelayanan publik.

Penulis: Daniel Arnold Ferrero Sinabutar
Program Studi Administrasi Negara
Universitas Pamulang Kampus Serang
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer

































![Blok M Jadi Surga Nongkrong Gen Z di Jakarta Selatan 35 Kepadatan pengunjung kawasan Blok M
[Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi]](https://siaran-berita.com/wp-content/uploads/2026/06/1000862511-360x180.jpg)






































