Sumber daya manusia (SDM) merupakan aset penting dalam suatu organisasi karena keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kualitas kinerja karyawannya. Salah satu faktor yang memengaruhi kinerja karyawan adalah lingkungan kerja. Lingkungan kerja yang baik dapat menciptakan suasana kerja yang nyaman, meningkatkan motivasi, serta mendukung tercapainya tujuan organisasi. Labstore Universitas Pamulang Pusat sebagai unit usaha yang melayani kebutuhan mahasiswa, dosen, dan staf kampus memerlukan lingkungan kerja yang kondusif agar karyawan dapat bekerja secara optimal. Oleh karena itu, penting untuk menganalisis bagaimana lingkungan kerja memengaruhi kinerja karyawan di Labstore Universitas Pamulang Pusat.
Topik ini penting dalam manajemen sumber daya manusia karena lingkungan kerja berpengaruh terhadap produktivitas, motivasi, dan kualitas kerja karyawan. Organisasi yang mampu menciptakan lingkungan kerja yang baik akan memiliki karyawan yang lebih produktif dan mampu memberikan pelayanan yang maksimal. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan di Labstore Universitas Pamulang Pusat, membandingkan kondisi yang terjadi di lapangan dengan teori yang ada, serta memberikan rekomendasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja karyawan.
Menurut Nitisemito (2015), lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang berada di sekitar pekerja yang dapat memengaruhi dirinya dalam melaksanakan tugas yang diberikan. Lingkungan kerja terdiri dari lingkungan fisik, seperti fasilitas dan sarana kerja, serta lingkungan nonfisik, seperti hubungan antar karyawan, komunikasi, dan kerja sama tim.
Mangkunegara (2017) menyatakan bahwa kinerja karyawan merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang baik secara kualitas maupun kuantitas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Kinerja karyawan dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah lingkungan kerja yang mendukung.
Sedarmayanti (2017) menjelaskan bahwa lingkungan kerja yang nyaman dapat meningkatkan produktivitas, semangat kerja, dan kualitas pelayanan yang diberikan kepada pelanggan. Selain itu, penelitian Rachman (2021) menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang baik memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan kerja dan kinerja karyawan. Oleh karena itu, lingkungan kerja menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan oleh organisasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan objek kajian berupa Labstore Universitas Pamulang Pusat. Data diperoleh melalui wawancara dengan salah satu narasumber yang memahami kondisi operasional dan lingkungan kerja di Labstore serta melalui observasi terhadap aktivitas kerja yang
berlangsung. Pengumpulan data dilakukan pada tahun 2026 di lingkungan Labstore Universitas Pamulang Pusat.
Berdasarkan hasil wawancara, lingkungan kerja memiliki pengaruh yang besar terhadap kinerja karyawan di Labstore Universitas Pamulang Pusat. Narasumber menjelaskan bahwa faktor internal seperti kerja sama tim sangat menentukan kualitas kinerja karyawan. Hubungan yang baik antar anggota tim dapat menciptakan suasana kerja yang positif sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih efektif. Sebaliknya, apabila kerja sama dan motivasi antar anggota tim kurang baik, maka kualitas kinerja juga akan menurun. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja nonfisik memiliki peran penting dalam mendukung produktivitas karyawan.
Dari sisi fasilitas kerja, Labstore bekerja sama dengan Indogrosir dalam mendukung operasional toko. Apabila terdapat kendala pada sistem maupun fasilitas yang digunakan, pihak Indogrosir bersama manajer dan direktur Labstore akan melakukan tindak lanjut untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Dukungan fasilitas dan penanganan masalah yang cepat dinilai sangat penting karena apabila fasilitas tidak mendukung, maka kualitas kerja karyawan juga akan terganggu. Kondisi ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja fisik yang memadai menjadi salah satu faktor yang mendukung kinerja karyawan.
Selain itu, narasumber menyampaikan bahwa kinerja karyawan saat ini tergolong cukup baik. Hal tersebut dapat dilihat dari kemampuan karyawan dalam menjalankan tugas operasional sehari-hari. Namun, tingkat omzet Labstore masih sangat bergantung pada aktivitas kampus karena mayoritas pelanggan berasal dari mahasiswa dan staf internal Universitas Pamulang. Akses menuju Labstore yang berada di lingkungan kampus menyebabkan jumlah pelanggan dari luar kampus masih terbatas. Oleh karena itu, ketika kegiatan perkuliahan libur, jumlah pelanggan dan omzet toko cenderung menurun. Meskipun demikian, kondisi tersebut tidak sepenuhnya disebabkan oleh kinerja karyawan, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor eksternal berupa aktivitas kampus.
Jika dibandingkan dengan teori yang dikemukakan oleh Nitisemito (2015), Mangkunegara (2017), dan Sedarmayanti (2017), hasil wawancara menunjukkan adanya kesesuaian antara teori dan praktik. Lingkungan kerja nonfisik berupa kerja sama tim, komunikasi, dan motivasi terbukti berpengaruh terhadap kualitas kinerja karyawan. Selain itu, dukungan fasilitas kerja yang memadai juga sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa lingkungan kerja fisik dapat membantu meningkatkan efektivitas kerja. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar praktik lingkungan kerja yang diterapkan di Labstore Universitas Pamulang Pusat telah sesuai dengan teori manajemen sumber daya manusia. Namun, masih terdapat tantangan berupa ketergantungan terhadap aktivitas kampus yang berdampak pada tingkat penjualan dan operasional toko.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, analisis SWOT terhadap lingkungan kerja dan kinerja karyawan di Labstore Universitas Pamulang Pusat adalah sebagai berikut:
Strengths (Kekuatan) meliputi kerja sama tim yang cukup baik, adanya dukungan fasilitas dan sistem dari kerja sama dengan Indogrosir, respons manajemen yang cepat dalam menangani kendala operasional, serta kinerja karyawan yang cukup baik dalam menjalankan aktivitas operasional sehari-hari. Weaknesses (Kelemahan) meliputi motivasi antar anggota tim yang terkadang belum optimal, ketergantungan terhadap pelanggan internal kampus, akses toko yang terbatas karena berada di lingkungan
kampus, serta penurunan omzet ketika aktivitas perkuliahan sedang libur.
Opportunities (Peluang) meliputi pengembangan promosi melalui media sosial, perluasan target pasar di luar lingkungan kampus, pengembangan layanan pemesanan online, serta pemanfaatan jumlah mahasiswa Universitas Pamulang yang besar sebagai pasar potensial.
Threats (Ancaman) meliputi persaingan dengan minimarket dan toko retail lain di sekitar kampus, penurunan omzet saat masa libur perkuliahan, gangguan sistem operasional yang dapat menghambat pelayanan, serta perubahan perilaku konsumen yang semakin beralih ke platform digital.
Berdasarkan analisis tersebut, strategi yang dapat diterapkan adalah memanfaatkan kerja sama tim yang baik dan dukungan fasilitas yang tersedia untuk memperluas pemasaran digital, meningkatkan motivasi karyawan melalui program penghargaan dan evaluasi rutin, mengembangkan layanan penjualan online untuk mengurangi ketergantungan terhadap aktivitas kampus, serta meningkatkan kualitas pelayanan guna menghadapi persaingan dengan usaha sejenis.
Berdasarkan hasil analisis, lingkungan kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan di Labstore Universitas Pamulang Pusat. Faktor lingkungan kerja nonfisik seperti kerja sama tim, komunikasi, dan motivasi kerja menjadi aspek yang paling berpengaruh dalam mendukung kualitas kinerja karyawan. Selain itu, fasilitas kerja yang didukung oleh kerja sama dengan Indogrosir juga membantu menciptakan kelancaran operasional kerja. Secara keseluruhan, kondisi lingkungan kerja di Labstore Universitas Pamulang Pusat telah mendukung kinerja karyawan dengan cukup baik dan sesuai dengan teori manajemen sumber daya manusia.
Adapun rekomendasi yang dapat diberikan adalah meningkatkan kegiatan yang dapat memperkuat kerja sama tim, memberikan motivasi dan apresiasi kepada karyawan secara berkala, meningkatkan efektivitas penanganan kendala sistem dan fasilitas kerja, serta mengembangkan strategi pemasaran yang dapat menjangkau konsumen di luar lingkungan kampus sehingga ketergantungan terhadap aktivitas perkuliahan dapat dikurangi.
Daftar Pustaka
Mangkunegara, A. A. P. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nitisemito, A. S. (2015). Manajemen Personalia. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Rachman, M. M. (2021). The Impact of Work Stress and the Work Environment in the Organization: How Job Satisfaction Affects Employee Performance? Journal of Human Resource and Sustainability Studies, 9(2), 339–354.
Sedarmayanti. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia: Reformasi Birokrasi dan Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Bandung: Refika Aditama.
Penulis : Armelia Ramadhani, Muhammad Daniel Syaban, Syakila Azahra
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































