Kesempatan berkarier di lingkungan internasional berhasil diraih Annisa Putri Anggraini. Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya angkatan 2023 tersebut berhasil lolos program magang internasional melalui Walailak University, Thailand, dan saat ini tengah menimba pengalaman profesional di Santiburi Koh Samui Resort sebagai Spa Receptionist.
Kesempatan tersebut tidak diraih dengan mudah. Annisa mengawali perjalanannya dengan mencari informasi program magang internasional secara mandiri, lalu mengikuti proses seleksi yang berlangsung dalam beberapa tahap. Mulai dari penyusunan esai, wawancara bersama pihak Untag Surabaya, wawancara dengan pihak hotel, hingga wawancara akhir bersama Manajer Departemen Spa berhasil ia lalui sebelum akhirnya memperoleh kesempatan magang di Thailand.
Menurut Annisa, keberhasilan tersebut tidak lepas dari persiapan yang matang, khususnya dalam meningkatkan kemampuan komunikasi berbahasa Inggris. “Persiapan yang paling membantu adalah meningkatkan kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris, terutama untuk menghadapi wawancara. Selain itu, saya juga mempersiapkan CV dengan sebaik mungkin, mempelajari profil perusahaan tempat saya akan magang, serta melatih cara menjawab pertanyaan interview dengan percaya diri,” tuturnya (12/7)
Selama menjalani magang di Santiburi Koh Samui Resort, Annisa bertugas sebagai Spa Receptionist yang berperan sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada tamu. Pekerjaannya meliputi menyambut tamu, membantu proses reservasi layanan spa, menjelaskan berbagai treatment yang tersedia, menerima panggilan telepon, mengatur jadwal therapist, hingga berkoordinasi dengan berbagai departemen lain untuk memastikan kualitas pelayanan tetap sesuai standar hotel berbintang lima.
Tak hanya itu, ia juga berinteraksi setiap hari dengan tamu dari berbagai negara. Pengalaman tersebut membuat kemampuan komunikasi, pelayanan, dan profesionalismenya berkembang secara signifikan.
Meski telah memiliki bekal kemampuan bahasa Inggris selama kuliah, Annisa mengaku tetap mengalami culture shock ketika pertama kali bekerja di Thailand. Salah satu tantangan terbesar justru datang dari perbedaan aksen bahasa Inggris yang digunakan masyarakat setempat.
“Salah satu culture shock yang paling saya rasakan adalah cara orang Thailand berbicara menggunakan bahasa Inggris. Awalnya saya sering bingung karena pengucapannya berbeda dengan yang biasa saya pelajari. Misalnya, kata yang berakhiran huruf ‘L’ sering terdengar seperti ‘N’, atau huruf ‘S’ terdengar seperti ‘T’. Karena setiap hari saya harus berkomunikasi dengan tamu dan rekan kerja, lama-kelamaan saya mulai terbiasa. Dari situ saya sadar bahwa bisa bahasa Inggris saja ternyata belum cukup, tetapi kita juga harus mampu memahami berbagai aksen dari negara yang berbeda,” ceritanya.
Selain perbedaan bahasa, Annisa juga merasakan budaya kerja di Thailand yang sangat mengutamakan disiplin, ketepatan waktu, kerja sama tim, dan pelayanan prima kepada tamu. Seluruh pekerjaan dilakukan berdasarkan standar operasional yang jelas sehingga setiap karyawan memahami tanggung jawab masing-masing.
Di balik keberhasilannya, Annisa menilai pengalaman selama menempuh pendidikan di FIB Untag Surabaya menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja internasional. Berbagai mata kuliah dan pengalaman organisasi membantunya mengasah kemampuan komunikasi, public speaking, kerja sama tim, hingga kepercayaan diri saat berinteraksi dengan tamu maupun rekan kerja dari berbagai negara.
“Selama kuliah saya belajar kemampuan berbahasa Inggris, komunikasi, public speaking, serta bekerja sama dalam tim melalui berbagai kegiatan akademik maupun organisasi. Pengalaman tersebut sangat membantu ketika saya harus berkomunikasi dengan tamu internasional dan bekerja sama dengan rekan kerja dari berbagai negara,” jelasnya.
Bagi Annisa, pengalaman bekerja di hotel internasional menjadi bekal berharga untuk membangun karier di industri hospitality. Ia berharap pengalaman tersebut dapat membuka lebih banyak peluang bekerja, baik di Indonesia maupun di luar negeri.
Menutup wawancara, Annisa mengajak mahasiswa lain agar tidak ragu mengejar kesempatan internasional.
“Jangan takut mencoba dan jangan menunggu kesempatan datang. Jika memiliki impian mengikuti program internasional, mulailah mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris, bangun rasa percaya diri, dan berani keluar dari zona nyaman. Setiap tantangan akan menjadi pelajaran berharga untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja global,” pesannya.
Prestasi yang diraih Annisa menjadi bukti bahwa mahasiswa FIB Untag Surabaya memiliki daya saing di tingkat internasional. Melalui program magang lintas negara, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman profesional, tetapi juga mengembangkan kemampuan beradaptasi, komunikasi lintas budaya, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja global yang semakin kompetitif.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































