BONDOWOSO (12/08/2026) — Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Wonosuko berkolaborasi dengan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 186 UIN Sunan Ampel (UINSA) sukses menggelar kegiatan pelatihan Tajhizul Janazah atau pemulasaraan jenazah di Masjid Al Ikhlas, Desa Wonosuko. Kegiatan yang sarat akan nilai fardu kifayah ini bertujuan untuk membekali masyarakat dengan tata cara pengurusan jenazah yang baik dan benar sesuai syariat Islam.
Pelatihan diawali dengan rangkaian seremonial yang berjalan khidmat. Agenda kegiatan dilanjutkan dengan sesi sambutan-sambutan, yang diawali oleh penyampaian laporan dan sambutan dari Koordinator Desa (Koordes) KKN 186 UINSA.
Kegiatan pelatihan Tajhizul Janazah juga mendapat dukungan penuh dari jajaran NU setempat. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Dr. H. Moh. Syaeful Bahar, S.Ag., M.Si. selaku Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bondowoso beserta jajarannya. Dalam sambutannya, Dr. H. Moh. Syaeful Bahar turut mengapresiasi inisiatif kolaborasi antara warga desa Wonosuko dan para mahasiswa KKN UINSA, sekaligus secara resmi membuka kegiatan pelatihan Tajhizul Janazah tersebut.
Memasuki sesi acara inti, panitia menghadirkan tokoh agama berpengalaman sebagai pemateri utama, yakni K.H. Anwar Syafi’e, selaku Wakil Ro’is Syuriyah PCNU Bondowoso. Dalam pemaparannya, K.H. Anwar Syafi’e tidak hanya memberikan kajian teoritis, tetapi juga memandu langsung sesi praktik Tajhizul janazah. Materi yang di sampaikan meliputi tata cara memandikan jenazah, mengkafani jenazah, menshalatkan jenazah, hingga prosesi pemakaman sesuai syari’at islam.
Dalam kesempatan tersebut, K.H. Anwar Syafi’e menekankan pentingnya regenerasi kader pengurus jenazah . Menurutnya, kaderisasi pemulasaran jenazah di Desa Wonosuko merupakan urgensi bersama yang sama sekali tidak boleh diabaikan.
“Urusan pemulasaraan jenazah ini sangat urgen dan esensial di tengah masyarakat. Bagi saya pribadi selaku jajaran pengurus PCNU, mengajarkan dan mewariskan keilmuan ini adalah sebuah amanah besar sekaligus kewajiban yang harus ditunaikan,” tutur K.H. Anwar Syafi’e di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan pesan spiritual yang sangat mendalam terkait kapasitasnya sebagai pembawa materi.
“Saya meniatkan majelis ini sebagai wujud pemenuhan tanggung jawab. Saya membagikan ilmu fardu kifayah ini agar kelak di akhirat, saya tidak ditagih dan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT karena abai dalam menyembunyikan ilmu ini dari umat,” tegasnya.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi praktik berlangsung. Mereka mengikuti rangkaian acara kegiatan pelatihan dengan seksama.
Melalui program kolaborasi antara Pengurus Ranting NU Desa Wonosuko dan KKN 186 UIN Sunan Ampel Surabaya, Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ilmu tersebut. Melalui pembekalan dari K.H. Anwar Syafi’e, kader penerus diharapkan memiliki kesiapan dan kecakapan penuh saat diperlukan oleh masyarakat Desa Wonosuko.
Penulis: Ferdiansyah
Editor : Iva
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































