GRESIK — Tim Pengabdian Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menggelar demonstrasi pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi di Pabrik Kerupuk sebagai mitra, Desa Sidorejo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, pada Senin, 13 Juli 2026, pukul 09.00 WIB.
Kegiatan ini merupakan program kerja dari sub kelompok 4 yang beranggotakan Amalia Kartika Sari (Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Agustina Angelita Putri (Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya), Elvira Dinda Kurnia Sari (Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis), dan Citra Helena Rahmawati (Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis), di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Zulkifri Charis Darmawan, S.E., M.SEI, Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh melimpahnya limbah minyak jelantah hasil produksi kerupuk yang selama ini kerap terbuang begitu saja tanpa dimanfaatkan. Melalui program ini, mahasiswa berupaya mengedukasi mitra bahwa minyak jelantah tidak harus berakhir sebagai limbah, melainkan dapat diolah menjadi produk bernilai guna, salah satunya lilin aromaterapi.
Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa menjelaskan alat dan bahan yang dibutuhkan, di antaranya alat penyaring, kompor, sendok, panci kecil, dan timbangan, serta bahan-bahan seperti limbah minyak jelantah, arang, kain lap, asam stearat (stearic acid), pewangi (fragrance), pewarna, stik es krim, sumbu lilin, dan cetakan lilin.
Proses pembuatan diawali dengan pengendapan minyak jelantah menggunakan arang untuk menghilangkan bau dan kotoran. Minyak yang telah diendapkan kemudian ditimbang sebanyak 100 mililiter dan dituangkan ke dalam panci untuk dipanaskan. Setelah itu, asam stearat sebanyak 30 gram dituangkan ke dalam minyak yang sedang dipanaskan. Setelah mendidih, pewarna dan pewangi ditambahkan lalu diaduk hingga merata, kemudian didinginkan. Campuran yang telah dingin selanjutnya dituangkan ke dalam cetakan yang telah dipasangi sumbu lilin, lalu didiamkan hingga mengeras. Lilin aromaterapi pun siap digunakan.
Selama proses demonstrasi berlangsung, Pemilik Mitra selaku pemilik pabrik kerupuk beserta karyawannya tampak antusias dan menyimak dengan saksama setiap tahapan pembuatan lilin yang dijelaskan mahasiswa.
Pemilik Mitra mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat baginya. “Kebetulan anak saya suka beli lilin untuk masak-masak sendiri. Jadi ini bisa sangat bermanfaat untuk anak saya agar dicoba sendiri di rumah,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap limbah minyak jelantah di Desa Sidorejo dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan menjadi produk yang bernilai ekonomis, sekaligus mengurangi dampak pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah sembarangan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































