SURABAYA, (2026/07/05) – Upaya penanggulangan Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Indonesia memasuki babak baru berkat inovasi teknologi yang dikembangkan oleh generasi muda. Menjawab tantangan rendahnya angka deteksi dini akibat ketakutan terhadap jarum suntik dan stigma sosial, Tim Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) resmi meluncurkan HI-SCAN.
HI-SCAN merupakan perangkat deteksi dini HIV berbasis biosensor yang dirancang dengan metode non-invasif (tanpa melukai tubuh). Berbeda dengan tes konvensional yang membutuhkan sampel darah, alat inovatif ini memanfaatkan sampel saliva atau air liur sebagai media skrining utamanya.
Menjawab Kesenjangan Data Menuju Indonesia Bebas HIV 2030
Inovasi ini lahir dari sebuah keprihatinan mendalam terhadap data epidemiologi HIV di tanah air. Berdasarkan data yang dihimpun tim dalam proposal PKM, diperkirakan terdapat sekitar 564.000 Orang dengan HIV (ODHIV) di Indonesia. Namun, baru sekitar 63 persen dari total estimasi tersebut yang mengetahui status kesehatan mereka.

Artinya, masih ada sekitar 37 persen kasus yang belum terdiagnosis di masyarakat. Kesenjangan yang besar ini membuat peluang penanganan medis sejak fase awal menjadi kurang optimal. Padahal, deteksi dini merupakan fondasi utama untuk memutus rantai penularan sekaligus menjaga kualitas hidup penderita melalui terapi yang cepat.
“Rasa takut terhadap prosedur pengambilan darah, kekhawatiran akan stigma sosial, keterbatasan akses, serta rendahnya literasi mengenai pentingnya skrining menjadi faktor utama yang kami jumpai di lapangan,” ujar perwakilan tim pengembang HI-SCAN.
Hal inilah yang mendasari pentingnya transformasi layanan kesehatan melalui teknologi yang lebih ramah, nyaman, dan mudah diterima oleh masyarakat luas guna mendukung target global eliminasi HIV tahun 2030.
Kolaborasi Biosensor dan Kecerdasan Buatan (Machine Learning)
Pengembangan alat mutakhir ini digawangi oleh lima mahasiswa kreatif Unesa, yakni Fauzi Achmad, Reino Matabiyu Salaka, Firdausi Nuzula Aurellia Siswanti, Daniel Arnold Hasiholan Simanjuntak, dan Muhammad Zikri Kurniawan. Di bawah bimbingan dosen pakar Rifqi Firmansyah, S.T., M.T., Ph.D., tim ini berhasil mengawinkan tiga disiplin ilmu sekaligus: kesehatan, rekayasa teknologi, dan kecerdasan buatan.
Secara teknis, HI-SCAN bekerja dengan mengintegrasikan biosensor berbasis Screen Printed Electrode (SPE) dengan teknologi Machine Learning. Teknologi ini difungsikan khusus untuk mendeteksi keberadaan antigen p24, yaitu salah satu biomarker utama yang muncul pada fase awal infeksi HIV.
Melalui integrasi tersebut, proses analisis sampel air liur diklaim mampu menghasilkan hasil pemeriksaan yang jauh lebih cepat, praktis, dan akurat. Keunggulan ini dinilai potensial untuk meningkatkan efektivitas skrining massal di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, terutama di daerah dengan akses medis terbatas.
Solusi Psikologis bagi Masyarakat
Lebih jauh, orientasi pengembangan HI-SCAN tidak hanya tertuju pada kecanggihan teknologi semata, tetapi juga aspek psikologis masyarakat. Dengan menghilangkan prosedur pengambilan darah yang kerap memicu kecemasan (trypanophobia), alat ini diharapkan mampu meruntuhkan tembok ketakutan yang selama ini menghalangi masyarakat melakukan pemeriksaan.
Melalui pendekatan yang lebih sederhana dan minim rasa tidak nyaman, partisipasi masyarakat untuk melakukan deteksi secara sukarela diharapkan dapat meningkat tajam. Jika kasus dapat ditemukan lebih awal, intervensi medis dapat segera diberikan untuk meminimalkan risiko penularan.
Langkah strategis menuju target Indonesia Bebas HIV 2030 tentu memerlukan sinergi dari seluruh elemen—mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, hingga kesadaran masyarakat itu sendiri. Kehadiran HI-SCAN membuktikan bahwa kontribusi nyata dunia akademik mampu melahirkan solusi inklusif yang menjawab kebutuhan nyata di masyarakat, demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan nasional secara berkelanjutan. (SB/Red)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































