Sebuah Pameran yang memadukan karya seni siswa SLB Negeri Sragen dengan inovasi dari mahasiswa proyek kemanusuaan digelar di SLB Negeri Sragen, pada tanggal 17 Juli 2026. Pameran ini merupakan hasil kolaborasi delapan mahasiswa yang berasal dari empat program studi berbeda, yaitu Desain Komunikasi Visual, Desain Interior, Desain Mode Batik, Serta Film dan Televisi bersama dengan guru dan siswa SLB Negeri Sragen.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak (PMB) skema proyek kemanusiaan yang memiliki tujuan untuk menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan, khususnya dalam mengembangkan kepedulian dan kepekaan sosial. Pameran ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi bagi karya siswa SLB, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan keilmuan yang sudah didapat di banku perkuliahan dan mengasah kepekaan sosial. “Kami sangat berterima kasih karena adanya program ini memberikan banyak manfaat terutama di bidang seni bagi pihak sekolah,” ujar salah satu guru SLB Negeri Sragen.
Pameran ini menampilkan beragam karya siswa SLB Negeri Sragen yang mencerminkan proses pendampingan dan eksplorasi kreativitas selama program berlangsung. Karya-karya tersebut meliputi desain-desain batik dan poster anti korupsi yang dibuat oleh siswa tunarungu SLB Negeri Sragen. Karya-karya tersebut menjadi bukti bahwa siswa berkebutuhan khusus memiliki potensi besar yang perlu terus didukung dan diapresiasi.
Mahasiswa Desain Komunikasi Visual mempersembahkan buku cerita bergambar inklusif yang mengangkat tema cerita rakyat “Legenda Aji Saka” dengan produk pelengkapnya yaitu flashcard aksara jawa yang dilengkapi dengan visualisasi bahasa isyarat SIBI. Karya tersebut digunakan sebagai media pembelajaran visual untuk para siswa di SLB Negeri Sragen nantinya.
Selain itu mahasiswa Desain Interior memamerkan karya berupa konsep perancangan interior ruang BKPBI (Bina Komunikasi Persepsi Bunyi dan Irama) yang merupakan ruangan khusus untuk pusat terapi. Konsep perancangan ini didasari oleh nilai inklusivitas dan ramah disabilitas untuk lingkungan SLB Negeri Sragen. Karya tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, aman, dan mendukung perkembangan siswa.
Mahasiswa Desain Mode Batik menampilkan karya batik inovatif yang berkolaborasi dengan motif-motif khas daerah Sragen seperti gading gajah dan beberapa visualisasi yang memberikan nilai inklusivitas pada motif batik yang ditampilkan. Motif batik yang dihasilkan tersebut dapat digunakan sebagai inspirasi pada kelas vokasi membatik di SLB Negeri Sragen.
Mahasiswa Film dan Televisi menampilkan karya audiovisual yaitu iklan layanan masyarakat yang mengangkat tema anti korupsi. Proses pembuatan tersebut melibatkan beberapa guru dan siswa SLB Negeri Sragen sebagai tokoh dalam iklan layanan masyarakat tersebut. Pemutaran karya ini menjadi momen untuk memberikan inspirasi bagi siswa yang ingin berkarya melalui media audiovisual.
Kepala SLB Negeri Sragen, Ibu Mardiana, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Pameran ini menjadi wadah apresiasi yang luar biasa bagi karya siswa-siswi kami serta kolaborasi dengan mahasiswa ISI Surakarta dari berbagai program studi telah membuka wawasan baru dan memberikan pengalaman berharga bagi siswa kamu,” ujarnya.
Kegiatan proyek kemanusiaan ini diharapkan menjadi langkah awal dari kolaborasi berkelanjutan antara ISI Surakarta dengan SLB Negeri Sragen. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan inklusif bukan sekedar wacana, melainkan praktik nyata melibatkan berbagai pihak untuk memberdayakan setiap individu, termasuk siswa berkebutuhan khusus.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































