Pacitan, 21 Juli 2026 – Perkembangan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah hampir seluruh sektor industri, termasuk dunia retail. Perubahan tersebut menuntut dunia pendidikan vokasi untuk terus beradaptasi agar mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Pacitan menyelenggarakan Workshop “Retail 5.0: AI Tidak Menggantikan Manusia, tetapi Menggantikan Cara Lama Berjualan” yang dilaksanakan di SMKN 2 Pacitan, Selasa (21/7). Kegiatan ini diikuti oleh guru dan siswa perwakilan dari SMK & SMA se Kabupaten Pacitan
Workshop menghadirkan Ahmad Madani, Praktisi Pemasaran & Vokasi sekaligus Juri LKS Dikmen Pemasaran Digital Tingkat Nasional, yang membagikan wawasan mengenai transformasi industri retail, perkembangan Artificial Intelligence, serta kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja pada era digital.
Apakah AI Akan Menggantikan Manusia?
Pertanyaan tersebut menjadi pembuka dalam workshop yang berlangsung interaktif sejak awal.
Menurut Ahmad Madani, kekhawatiran bahwa AI akan menggantikan seluruh pekerjaan manusia merupakan persepsi yang perlu diluruskan. Ia menjelaskan bahwa perkembangan Artificial Intelligence memang mengubah cara perusahaan bekerja, namun bukan berarti menghilangkan peran manusia.
“AI tidak menggantikan manusia. AI menggantikan cara lama berjualan. Yang akan memiliki keunggulan adalah mereka yang mampu memanfaatkan AI untuk bekerja lebih produktif, lebih kreatif, dan memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik,” ujar Ahmad Madani.
Ia menambahkan bahwa pekerjaan yang bersifat rutin dan administratif akan semakin banyak dibantu oleh AI. Namun kemampuan seperti komunikasi, empati, kreativitas, kepemimpinan, negosiasi, serta kemampuan membangun hubungan dengan pelanggan tetap menjadi keunggulan manusia yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.
Perubahan Retail Dimulai dari Perubahan Perilaku Pelanggan
Dalam paparannya, Ahmad Madani menjelaskan bahwa perubahan terbesar dalam dunia retail bukan hanya dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh perubahan perilaku konsumen.
Saat ini pelanggan tidak lagi datang ke toko untuk mencari informasi mengenai suatu produk. Mereka terlebih dahulu mencari referensi melalui media sosial, membaca ulasan pelanggan, membandingkan harga di marketplace, menyaksikan live shopping, hingga mencari rekomendasi melalui mesin pencari maupun AI sebelum mengambil keputusan pembelian.
Menurutnya, perubahan customer journey tersebut menuntut pelaku retail untuk menghadirkan pengalaman belanja yang lebih personal, cepat, dan terintegrasi melalui berbagai kanal digital maupun toko fisik.
Studi Kasus: Toko yang Sepi, atau Pelanggan yang Berpindah?
Untuk memberikan gambaran nyata mengenai perubahan tersebut, Ahmad Madani membagikan pengalaman ketika berdiskusi dengan seorang pemilik toko retail yang mengeluhkan penurunan jumlah pelanggan.
Saat ditelusuri lebih jauh, toko tersebut belum memanfaatkan media sosial, marketplace, maupun platform digital sebagai bagian dari strategi pemasaran.
Menurut Ahmad Madani, kondisi tersebut bukan berarti pelanggan telah menghilang.
“Toko itu sebenarnya tidak kehilangan pelanggan. Yang berubah adalah tempat pelanggan berbelanja. Hari ini pelanggan berpindah ke TikTok, Instagram, marketplace, live shopping, dan berbagai platform digital lainnya. Retail harus hadir di mana pelanggan berada,” jelasnya.
Melalui studi kasus tersebut, peserta diajak memahami pentingnya konsep Omnichannel Retail, yaitu strategi menghadirkan pengalaman pelanggan yang konsisten di berbagai saluran, baik online maupun offline.
Retail 5.0: Kolaborasi Manusia dan Artificial Intelligence
Workshop juga membahas evolusi dunia retail yang kini memasuki era Retail 5.0, yaitu sebuah pendekatan yang menggabungkan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence dengan kekuatan human skills dalam menciptakan pengalaman pelanggan.
Artificial Intelligence kini mampu membantu pelaku usaha membuat materi promosi, menganalisis perilaku pelanggan, menghasilkan ide konten pemasaran, hingga meningkatkan efisiensi operasional.
Namun demikian, Ahmad Madani menegaskan bahwa teknologi tidak dapat menggantikan kemampuan manusia dalam membangun kepercayaan, memahami kebutuhan pelanggan, maupun menciptakan hubungan jangka panjang.
“Semakin berkembang AI, justru semakin tinggi nilai kemampuan manusia. Empati, komunikasi, kreativitas, dan kemampuan menyelesaikan masalah akan menjadi kompetensi utama yang dicari industri,” ungkapnya.
Pendidikan Vokasi Harus Bergerak Seiring Perubahan Industri
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Pacitan, Dr. Sasmito Pribadi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa transformasi teknologi harus direspons secara positif oleh dunia pendidikan, khususnya pendidikan vokasi.
Menurutnya, SMK memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
“Pendidikan vokasi harus mampu bergerak seiring dengan perkembangan dunia industri. Kehadiran Artificial Intelligence bukan untuk ditakuti, tetapi harus dimanfaatkan sebagai sarana meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi peserta didik. Guru perlu terus mengembangkan kapasitasnya agar pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Dr. Sasmito Pribadi.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan workshop yang menghadirkan praktisi industri sebagai narasumber karena memberikan perspektif nyata mengenai perkembangan dunia kerja.
“Kolaborasi antara Cabang Dinas Pendidikan, sekolah, dunia usaha, dunia industri, serta para praktisi merupakan langkah penting dalam menciptakan lulusan SMK & SMA yang adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.
Membangun Talenta Retail Masa Depan
Selain membahas perkembangan Artificial Intelligence, workshop juga memperkenalkan berbagai kompetensi baru yang saat ini dibutuhkan industri retail, seperti digital selling, customer experience, live commerce, marketplace management, analisis data pelanggan, hingga pemanfaatan AI dalam aktivitas pemasaran.
Guru memperoleh wawasan mengenai strategi pembelajaran yang lebih kontekstual dan sesuai dengan perkembangan industri, sementara siswa mendapatkan gambaran mengenai peluang karier baru yang terus berkembang pada era transformasi digital.
Melalui sesi demonstrasi, peserta juga dikenalkan dengan berbagai aplikasi berbasis AI yang dapat dimanfaatkan untuk membuat materi promosi, presentasi, ide konten, serta meningkatkan produktivitas dalam proses pembelajaran maupun dunia kerja.
Komitmen Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan
Penyelenggaraan workshop ini merupakan bagian dari upaya Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Pacitan dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi melalui peningkatan kompetensi guru dan peserta didik.
Kolaborasi dengan praktisi industri diharapkan mampu memperkaya wawasan peserta mengenai perkembangan dunia kerja sehingga proses pembelajaran di sekolah semakin selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap penguatan kompetensi lulusan SMK agar memiliki kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja di era Artificial Intelligence.
Kesimpulan
Transformasi menuju Retail 5.0 bukan hanya tentang adopsi teknologi, tetapi juga tentang membangun manusia yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan nilai tambah.
Artificial Intelligence akan terus berkembang, namun kreativitas, empati, kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, serta semangat belajar sepanjang hayat tetap menjadi faktor yang membedakan manusia dengan mesin.
Melalui workshop ini, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Pacitan menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan guru dan siswa agar mampu menjadi talenta yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi transformasi dunia retail.
Karena pada akhirnya, AI tidak menggantikan manusia. AI menggantikan cara lama berjualan. Dan masa depan akan dimiliki oleh mereka yang mampu belajar lebih cepat, beradaptasi lebih baik, serta menggabungkan kecerdasan teknologi dengan kecerdasan manusia.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































