TRENGGALEK – Tim Pengabdian Masyarakat UPN “Veteran” Jawa Timur berkolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif dan pertanian lokal di wilayah Jawa Timur. Melalui sinergi tersebut, kedua PTN ini menghadirkan hilirisasi teknologi tepat guna dan manajemen mutu yang menyasar Kelompok Tani (Poktan) Bumi Rahayu di Desa Dompyong, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek.
Poktan Bumi Rahayu, salah satu kelompok tani binaan Program Peti Koin Bermantra Bappeda Jawa Timur, menghadapi kendala pada fase pasca-panen, khususnya dalam menjaga konsistensi kualitas fisik biji kopi (green bean). Proses pemilihan biji kopi yang masih mengandalkan cara manual konvensional dinilai kurang efisien dan menghasilkan grade mutu yang tidak seragam, sehingga nilai tawar produk di pasar formal menjadi terbatas.
Kolaborasi Tim Pengabdian Masyarakat ini kemudian mengembangkan mekanisme eksplorasi teknologi sebagai solusi pemilahan biji kopi Poktan Bumi Rahayu. Bukan hanya sekedar bantuan alat biasa, kolaborasi ini memboyong paket komplit berupa “Unit Alat Sortasi Kopi Semi-Mekanis Berbasis Sistem Getar” yang terintegrasi langsung dengan sistem penjaminan produk halal. Alat ini secara presisi mengelompokkan biji berdasarkan fraksi ukuran besar, sedang, dan kecil, sekaligus menyisihkan kotoran asing serta biji kopi yang cacat pecah dengan kapasitas operasional mencapai 80 hingga 120 kilogram per jam.
Akhmad Ibnu Hija, S.T., M.T., dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), mengatakan bahwa dari perspektif teknik, rancang bangun alat sortasi getar yang dikembangkan berfokus pada kemudahan adaptasi teknologi (user-friendly) bagi masyarakat pedesaan, sekaligus memastikan konsumsi dayanya tetap efisien dan ramah lingkungan untuk jaringan listrik rumah tangga.
“Pada tahap ini kami melakukan penjajakan teknologi sebagai validasi ilmiah, bagaimana parameter dimensi mekanis alat berinteraksi langsung dengan karakteristik varietas robusta lokal. Kami memetakan data hasil penyortiran secara presisi agar diperoleh standardisasi fisik yang akurat. Harapannya, alat yang digunakan nantinya benar-benar sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan poktan Bumi Rahayu.” ungkap Akhmad Ibnu Hija, S.T., M.T., pada Minggu 21 Juni 2026.

Tim Pengabdian ini tidak hanya melibatkan dosen, terdapat juga kontribusi aktif dari unsur mahasiswa, yakni Mochamad Alfian Aleandro dan Roesyana Dwi Santi Dewi. Harapannya, keterlibatan mahasiswa dalam kolaborasi ini menjadi wujud nyata implementasi pembelajaran secara langsung di luar kampus guna mendukung penyelesaian masalah riil di masyarakat.
Menurut Mochamad Alfian Aleandro, kegiatan ini memberikan pengalaman baru mengenai penerapan teknologi tepat guna di lapangan. Ia mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dari sebuah inovasi bukan sekadar kecanggihan alat di laboratorium, melainkan sejauh mana teknologi tersebut dapat benar-benar membawa manfaat nyata bagi petani lokal di pedesaan. Alat sortasi semi-mekanis yang dirancang, diharapkan mampu menjawab tantangan utama Poktan Bumi Rahayu dalam meningkatkan efisiensi pascapanen guna menjawab kebutuhan petani lokal, sehingga nantinya mampu menjadi solusi konkret dalam menjaga keseragaman mutu kopi serta meningkatkan nilai jual produk mereka di pasar.
Selaras dengan hal tersebut, Roesyana Dwi Santi Dewi juga menyampaikan kesannya terhadap efektivitas penjajakan teknologi yang dilakukan. “Melalui proses penjajakan ini, kami bisa memahami secara langsung kendala pasca panen yang dihadapi Poktan Bumi Rahayu. Kami berharap, ketika alat sortasi kopi berbasis sistem getar ini nantinya diserahkan dan diimplementasikan, alat tersebut dapat menjadi solusi konkret untuk membantu petani meningkatkan grade dan kualitas biji kopi mereka ” ujar Santi.
Kolaborasi pengabdian masyarakat ini relevan dengan SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penciptaan nilai tambah ekonomi lokal dan efisiensi ongkos produksi yang diwujudkan melalui kemitraan untuk mencapai tujuan, berkesinambungan dengan SDGs 17 yang mempertemukan sinergi akademisi, pemerintah daerah, dan komunitas petani di lapangan.
Program ini diharapkan berjalan dengan baik dan berkelanjutan dalam linimasa tiga tahun. “Di tahun pertama, fokus diarahkan pada pemasangan alat dan pelatihan dasar SOP. Tahun kedua akan memperluas adopsi sistem audit internal dan tata buku kelompok sedangkan tahun ketiga, unit usaha sortasi ini ditargetkan sudah mandiri secara finansial melalui mekanisme kas layanan (fee service) internal untuk perawatan mesin. Kami mengharapkan dukungan penuh dari berbagai pihak demi keberlanjutan program ini.” Ungkap Arivia Fikratuz Zakia, S.E., M.Sc., dosen UPN “Veteran” Jawa Timur.
(Penulis: Arivia Fikratuz Zakia, S.E., M.Sc., Akhmad Ibnu Hija, S.T., M.M., Roesyana Dwi Santi Dewi, dan Mochamad Alfian Aleandro adalah Dosen UPN “Veteran” Jawa Timur dan ITS serta Mahasiswa Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UPN “Veteran” Jawa Timur)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































