KARAWANG – Pesta demokrasi di tingkat akar rumput mulai bergulir dengan antusiasme tinggi di Desa Duren, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang. Pendaftaran dan pengundian nomor urut calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) periode mendatang telah selesai dilaksanakan secara transparan oleh pihak panitia. Di tengah persaingan puluhan kandidat yang didominasi oleh tokoh masyarakat senior, muncul satu sosok pendaftar muda yang mencuri perhatian publik. Ia adalah Friska Eka Widya, seorang perempuan berusia 24 tahun yang resmi tercatat sebagai calon anggota BPD paling muda. Kehadirannya dalam kontestasi ini seolah mematahkan stigma bahwa generasi milenial selalu bersikap apatis terhadap urusan politik dan pemerintahan desa.
Warga asli Bumi Kosambi Permai ini bukanlah sosok pemuda yang maju bermodalkan keberanian semata tanpa adanya persiapan matang. Friska merupakan alumni SMAN 1 Karawang yang saat ini berstatus sebagai mahasiswi aktif program S1 Ekonomi Pembangunan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Budi Pertiwi. Dalam proses pendaftaran, ia menunjukkan sikap tertib dengan datang tanpa melakukan pengerahan massa pendukung yang berlebihan. Friska hanya didampingi oleh satu orang rekan yang ditunjuk secara resmi sebagai pendamping sekaligus saksi untuk hari penghitungan suara. Sikap tertib ini dinilai memberikan contoh pendidikan politik yang baik serta mematuhi tata tertib ketat dari panitia penyelenggara.
Pada proses pengundian yang berlangsung lancar tersebut, Friska berhasil mendapatkan nomor urut 5 untuk bertarung di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Desa Duren
Persaingan dalam kontestasi BPD kali ini terbilang cukup kompetitif dengan antusiasme masyarakat yang tinggi. Setelah melalui tahapan seleksi administratif, panitia menetapkan 25 kandidat yang lolos, terdiri atas 19 laki-laki dan 6 perempuan. Para kandidat tersebut akan memperebutkan total 9 kursi anggota BPD, dengan alokasi proporsional 6 kursi untuk laki-laki dan 3 kursi untuk keterwakilan perempuan. Adapun tahapan pemungutan suara untuk Dapil 1 hingga 6 dijadwalkan akan berlangsung serentak pada tanggal 18 Agustus 2026 mendatang.

Sebagai calon pemimpin dari kalangan akademisi, Friska membawa visi yang sangat relevan dengan disiplin ilmu ekonomi yang sedang ditekuninya di bangku kuliah. Visi utamanya adalah mewujudkan Desa Duren yang maju, berdaya saing, dan berinfrastruktur kuat melalui tata kelola pemerintahan yang transparan. Ia juga menekankan pentingnya membangun sistem pemerintahan desa yang berintegritas serta memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat. Untuk merealisasikan visi besar tersebut, ia memfokuskan peran legislasi dan pengawasan BPD pada empat pilar utama.
Pilar pertama yang ia usung adalah melakukan pengawasan anggaran secara ketat untuk memastikan setiap rupiah dana desa dikelola tepat sasaran dan terbebas dari praktik korupsi.
Pilar kedua dari misi yang diusung oleh kandidat muda ini berkaitan erat dengan proses pembangunan fisik di lingkungan desa. Friska berkomitmen penuh untuk mengawasi langsung pelaksanaan proyek infrastruktur agar menghasilkan kualitas yang tinggi dan tahan lama. Ia ingin memastikan seluruh hasil pembangunan fisik tersebut manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan warga Desa Duren.

Selanjutnya, pada pilar ketiga, Friska bertekad untuk menjadi jembatan aspirasi yang aktif antara masyarakat dengan pemerintah desa. Ia ingin menjadi pendengar yang proaktif serta responsif dalam menampung berbagai keluhan, kebutuhan dasar, hingga ide-ide kreatif yang berasal dari pemikiran warga.
Pilar keempat yang menjadi perhatian khusus kandidat termuda ini adalah program pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) dan kemandirian perempuan. Ia menyoroti pentingnya mendorong lahirnya kebijakan desa yang secara nyata berpihak pada peningkatan kesejahteraan institusi keluarga di tingkat tapak. Salah satu fokus pengawasannya kelak adalah optimalisasi layanan kesehatan dasar seperti posyandu agar balita dan ibu hamil mendapatkan fasilitas yang lebih memadai. Lebih dari itu, Friska juga ingin menciptakan ruang kemandirian ekonomi bagi anak-anak muda agar mereka mampu membuka lapangan pekerjaan baru.
Misi komprehensif ini dinilai sangat selaras dengan kebutuhan mendesak masyarakat Desa Duren yang terus berkembang.
Momentum demokrasi yang mulai menghangat di tingkat desa ini juga mendapatkan apresiasi serta perhatian serius dari jajaran pemerintahan setempat. Penjabat (Pj) Kepala Desa Duren, Adin, yang baru memegang tampuk kepemimpinan selama satu bulan, menaruh harapan besar pada proses pemilihan ini. Ia mengimbau seluruh kandidat untuk tetap menjaga kerukunan dan mengedepankan semangat kolaborasi demi kemajuan desa bersama. “Harapan kami, apabila Bapak dan Ibu sekalian telah terpilih nantinya, semoga dapat bekerja sama secara harmonis. Sangat penting bagi kita untuk bersinergi dengan Pemerintah Desa Duren guna membangun desa kita tercinta ini ke depannya,” tutur Pj Kades Duren tersebut.
Dukungan terhadap terciptanya situasi yang kondusif selama masa pemilihan juga ditegaskan oleh Bhabinkamtibmas Desa Duren, Aiptu Triyono. Pihak kepolisian sangat mengapresiasi sistem pendaftaran yang tertib karena hal tersebut sangat membantu meminimalisasi potensi gesekan sosial di tengah masyarakat. “Dengan adanya tahapan pemilihan sekarang ini, semoga dalam pelaksanaannya nanti tidak ada ekses negatif yang merugikan pihak mana pun. Mengingat format pemilihan seperti ini mungkin baru yang pertama kali diterapkan di Karawang, mudah-mudahan tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan. Semoga momen ini bisa dijadikan sarana untuk belajar berdemokrasi secara sehat dari ruang lingkup yang paling kecil,” tegas Aiptu Triyono menutup perbincangan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































