Kediri – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Gayam, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, pada Kamis (28/5/2026). Kegiatan ini merupakan implementasi program bertajuk “Penerapan Teknologi Smart Cultivator untuk Meningkatkan Efisiensi Petani dalam Perawatan Tanaman Tebu di Desa Gayam, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri” yang didanai melalui Dana Internal Universitas Negeri Malang Tahun 2026.
Kegiatan diketuai oleh Prof. Dr. Marji, M.Kes. bersama tim dosen yang terdiri atas Prof. Dr. Tuwoso, M.P., Dr. Widiyanti, M.Pd., Erwin Komara Mindarta, S.Pd., M.Pd., dan Muhammad Imam Nur Sasongko, S.Pd., M.T. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Universitas Negeri Malang, yaitu Muhammad Idris Effendi dan Irsyad Andhika Ariadi, sebagai bagian dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi. Mitra kegiatan adalah Kelompok Tani Guyub Rukun yang dipimpin oleh Tito Poerwodianto, beranggotakan 25 petani tebu aktif di Desa Gayam, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.
Kabupaten Kediri merupakan salah satu sentra produksi tebu terbesar di Jawa Timur. Namun, sebagian besar petani masih melakukan perawatan tanaman menggunakan cangkul untuk kegiatan penyiangan gulma dan pendangiran. Cara konvensional tersebut membutuhkan waktu kerja yang panjang, biaya tenaga kerja yang tinggi, serta menyebabkan beban fisik yang cukup berat bagi petani. Kondisi tersebut mendorong Tim Pengabdian Universitas Negeri Malang menghadirkan Smart Cultivator sebagai solusi mekanisasi pertanian yang lebih efisien dan mudah dioperasikan oleh petani skala kecil.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan program, Tim Pengabdian Universitas Negeri Malang menyerahkan Smart Cultivator kepada Kelompok Tani Guyub Rukun. Teknologi Tepat Guna (TTG) ini dirancang untuk menggabungkan fungsi penggemburan tanah, penyiangan gulma, dan pendangiran dalam satu alat bermesin sehingga mampu meningkatkan efisiensi pekerjaan di lahan tebu. Bersamaan dengan penyerahan alat, tim juga menyerahkan panduan penggunaan dan perawatan agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani.
Pada kegiatan tersebut, tim pengabdian memberikan demonstrasi penggunaan Smart Cultivator mulai dari pengenalan komponen mesin, prosedur pengoperasian, teknik penyiangan dan pendangiran, hingga langkah-langkah perawatan harian. Peserta memperoleh kesempatan mencoba secara langsung mengoperasikan alat di lahan demonstrasi dengan pendampingan tim sehingga mampu memahami teknik penggunaan yang aman dan sesuai prosedur.
Smart Cultivator yang dikembangkan menggunakan mesin bensin 4-tak berdaya 7 PK dengan sistem transmisi pulley dan belt serta pisau cultivator berbentuk L-shape yang mampu melakukan penggemburan tanah, penyiangan gulma, dan pendangiran secara bersamaan. Mesin memiliki kapasitas kerja sekitar 0,25 hektar per hari, atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan metode manual yang hanya mencapai sekitar 0,12 hektar per hari. Selain itu, alat ini mudah dirawat dan dapat dioperasikan hanya oleh satu orang petani.
Selain demonstrasi alat, peserta juga mengikuti pelatihan mengenai mekanisasi pertanian, prinsip kerja Smart Cultivator, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta pencatatan usaha tani sederhana. Kegiatan dilaksanakan melalui kombinasi ceramah, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan sehingga peserta memperoleh pengalaman nyata dalam mengoperasikan teknologi sekaligus meningkatkan kemampuan mengelola usaha tani secara lebih efektif.

Gambar 1. Pelatihan Pengoperasian Smart Cultivator
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan petani yang signifikan. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 42,9 pada saat pretest menjadi 78,0 pada posttest atau mengalami peningkatan sebesar 81,8%. Peningkatan terbesar terjadi pada aspek pengoperasian Smart Cultivator, menunjukkan bahwa metode pelatihan berbasis praktik langsung sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan petani.
Penerapan Smart Cultivator juga memberikan dampak nyata terhadap efisiensi usaha tani. Waktu perawatan lahan berkurang dari 22 Hari Orang Kerja (HOK) menjadi 12 HOK per hektar, kebutuhan tenaga kerja turun hingga 50%, sedangkan biaya perawatan menurun sekitar 33,3% atau setara penghematan Rp880.000 per hektar setiap musim tanam. Selain itu, tingkat kelelahan kerja petani juga menurun karena penggunaan alat memungkinkan petani bekerja dengan posisi yang lebih ergonomis dibandingkan mencangkul secara manual.
Pelatihan juga berhasil meningkatkan kapasitas manajemen usaha tani. Sebelum program dilaksanakan, hanya 8% petani yang melakukan pencatatan biaya produksi secara rutin. Setelah pendampingan, sebanyak 80% anggota kelompok tani telah mampu melakukan pencatatan usaha tani secara sederhana sebagai dasar pengambilan keputusan dalam mengelola usaha pertanian.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Berdasarkan hasil evaluasi, tingkat kepuasan mitra mencapai rata-rata 4,53 dari skala 5 dengan nilai tertinggi pada indikator keinginan untuk terus menggunakan Smart Cultivator. Hasil tersebut menunjukkan bahwa teknologi yang dikembangkan tidak hanya mudah digunakan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi petani dalam meningkatkan efisiensi pekerjaan di lahan tebu.
Melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Malang berharap penerapan Smart Cultivator dapat menjadi solusi modernisasi pertanian bagi petani tebu skala kecil, meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya produksi, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat. Program pengabdian ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui peningkatan pendapatan petani, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan efisiensi dan produktivitas usaha tani, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, kelompok tani, dan pemerintah daerah dalam mendorong modernisasi sektor pertanian.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































