PEMALANG – Mengenalkan budaya Jepang kepada anak-anak tidak selalu harus lewat bahasa, makanan, atau kesenian. Nilai-nilai yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat Jepang juga dapat menjadi sarana pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hal tersebut menjadi dasar mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dalam memperkenalkan 2 konsep Jepang, mottainai dan omoiyari kepada siswa sekolah dasar di Desa Jatirejo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang.
Lewat program “Belajar dari Jepang: Membangun Kepedulian terhadap Lingkungan dan Sesama melalui Budaya Mottainai dan Omoiyari”, mahasiswa KKN UNDIP mengajak siswa-siswi memahami pentingnya menghargai sumber daya serta menumbuhkan kepedulian terhadap orang lain. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 4 Agustus 2026 di SDN 01 Jatirejo dan SDN 02 Jatirejo dengan sasaran siswa kelas 4, 5, dan 6.
Program ini merupakan bagian dari Program Tambahan atau Program Lainnya dalam rangkaian kegiatan KKN. Sebagai kegiatan lintas disiplin, mahasiswa berupaya menghubungkan nilai budaya Jepang dengan persoalan yang dekat dengan kehidupan siswa. Dari proses tersebut, mottainai dan omoiyari dipilih sebagai dua konsep yang dapat diterapkan dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Mottainai diperkenalkan sebagai sikap menghargai sesuatu dan tidak menyia-nyiakan sesuatu yang masih memiliki nilai atau manfaat. Agar lebih mudah dipahami siswa, konsep tersebut kemudian disandingkan dengan istilah Jawa “eman-eman”. Nilai ini dikaitkan dengan ketahanan pangan, khususnya melalui ajakan untuk menghargai makanan dan hasil pertanian.
Siswa diajak memahami bahwa makanan yang mereka konsumsi membutuhkan proses panjang sebelum sampai di meja makan. Salah satunya adalah nasi yang berasal dari tanaman padi, yang membutuhkan waktu sekitar tiga bulan sejak proses penanaman hingga panen. Dengan memahami proses tersebut, siswa diharapkan dapat lebih menghargai makanan dan menghindari perilaku membuang-buang makanan.
Sementara itu, omoiyari diperkenalkan sebagai sikap menghargai, menghormati, dan memiliki empati terhadap orang lain. Konsep tersebut dikaitkan dengan kehidupan siswa di lingkungan sekolah, salah satunya melalui pembahasan mengenai pentingnya mencegah perilaku perundungan atau bullying.
Mahasiswa juga menyelipkan pengenalan mengenai kedisiplinan anak-anak di Jepang sejak usia dini. Pengenalan tersebut menjadi jembatan untuk menunjukkan bahwa nilai budaya tidak hanya dapat dipelajari sebagai pengetahuan mengenai negara lain, tetapi juga dapat menjadi inspirasi untuk membentuk kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum pelaksanaan, mahasiswa melakukan koordinasi dengan pihak SDN 01 Jatirejo dan SDN 02 Jatirejo. Kegiatan yang pada awalnya ditujukan kepada siswa kelas rendah kemudian diarahkan kepada siswa kelas 4, 5, dan 6 berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak sekolah. Persiapan kegiatan meliputi penyusunan materi, koordinasi pelaksanaan, latihan pembawa acara, serta pembuatan properti bingkai foto dari karton dan hadiah untuk siswa.
Pada hari pelaksanaan, kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari pihak mahasiswa serta kepala sekolah. Setelah pengantar mengenai budaya Jepang, siswa mengikuti penyampaian materi mottainai yang kemudian dilanjutkan dengan sesi kuis. Materi berikutnya membahas omoiyari dan kembali diikuti dengan kuis.
Antusiasme siswa terlihat ketika sesi kuis berlangsung. Para siswa saling berlomba untuk menjawab pertanyaan yang diberikan dan memperoleh hadiah berupa seperangkat alat tulis. Hadiah tersebut dipilih agar tidak hanya menjadi kenang-kenangan dari kegiatan, tetapi juga dapat digunakan siswa dalam kegiatan belajar sehari-hari.
Selain kuis dan pemberian hadiah, mahasiswa juga menyiapkan sebuah properti foto berbentuk bingkai dari karton. Siswa diberikan kesempatan untuk berfoto bersama bingkai tersebut sebagai bagian dari dokumentasi sekaligus kenang-kenangan kegiatan.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari pihak sekolah. Dalam pesan setelah pelaksanaan kegiatan, Kepala SDN 02 Jatirejo, Ibu Eny Chusnawati Octavia S. Pd., M. Pd. menyampaikan apresiasinya terhadap kerja sama yang terjalin dengan mahasiswa KKN UNDIP.
“Kami juga senang sekali bisa membantu dan bekerja sama dengan adik-adik KKN UNDIP. Salam untuk semuanya dan sukses selalu.”
Respons dari siswa pun turut mewarnai pelaksanaan kegiatan. Meskipun terdapat siswa yang menilai materi yang disampaikan cukup berat, suasana kegiatan tetap berlangsung interaktif, terutama ketika memasuki sesi kuis.

Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut menjadi pengalaman untuk menerjemahkan konsep budaya Jepang ke dalam konteks yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Mottainai tidak berhenti pada pengenalan istilah Jepang, tetapi dihubungkan dengan upaya menghargai makanan dan hasil pertanian. Sementara itu, omoiyari diterapkan melalui pembelajaran mengenai empati, penghormatan terhadap orang lain, dan pencegahan perundungan.
Pada akhirnya, pembelajaran budaya Jepang dalam kegiatan tersebut tidak hanya berbicara mengenai Jepang. Lebih dari itu, siswa diajak memahami nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari: menghargai apa yang dimiliki, tidak menyia-nyiakan sesuatu, serta peduli terhadap orang-orang di sekitar.
Kegiatan pun berakhir, tetapi interaksi mahasiswa dengan para siswa tidak serta-merta berhenti. Beberapa anak yang tinggal di sekitar posko masih menyapa mahasiswa ketika berpapasan di jalan. “Kak KKN!” menjadi sapaan sederhana yang meninggalkan kesan bagi mahasiswa bahwa pertemuan singkat tersebut telah memberikan pengalaman yang berkesan bagi kedua belah pihak.
Melalui program ini, budaya Jepang hadir bukan sekadar sebagai sesuatu yang diperkenalkan, tetapi sebagai pintu masuk untuk menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan dan sesama sejak usia dini.
Penulis: Mahasiswa KKN UNDIP 2026
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































