Sidoarjo, 13 Agustus 2026 – Memperingati Hari Konservasi Nasional, Sekawan Bumi Foundation bersama RSI Siti Hajar Sidoarjo berkolaborasi dengan Sekolah Pembangunan Jaya Sidoarjo menghadirkan edukasi lingkungan dan kesehatan bagi sekitar 400 siswa.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenalkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membangun kesadaran hidup sehat sejak usia sekolah. Edukasi dikemas dengan pendekatan yang interaktif dan dekat dengan keseharian siswa, termasuk pemanfaatan teknologi Video Artificial Intelligence (AI) sebagai media pendukung pembelajaran.
Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini
Founder Sekawan Bumi Foundation, Mohammad Gofar Wibisana mengatakan bahwa konservasi perlu diperkenalkan kepada anak-anak melalui hal-hal sederhana yang dapat mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab komunitas atau pemerintah, tetapi merupakan kebiasaan yang perlu tumbuh dari setiap individu.
“Konservasi bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi tentang menanam kesadaran. Kami ingin anak-anak memahami bahwa menjaga bumi bisa dimulai dari hal-hal sederhana yang mereka lakukan setiap hari,” ujar Mohammad Gofar Wibisana.
Melalui pendekatan Green Ranger Academy, Sekawan Bumi Foundation berupaya memperkenalkan nilai-nilai kepedulian lingkungan kepada generasi muda. Siswa didorong untuk memahami bahwa mereka dapat mengambil peran dalam menjaga lingkungan, baik melalui kebiasaan di sekolah maupun di rumah.

Program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan edukasi satu hari, tetapi dapat menjadi awal tumbuhnya kebiasaan positif dan kepedulian terhadap lingkungan di kalangan siswa.
Kesehatan Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari
Selain lingkungan, aspek kesehatan juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Avilla Arsa, Ahli Gizi RSI Siti Hajar Sidoarjo, memberikan edukasi mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat sejak usia sekolah.
Materi kesehatan dikemas dengan bahasa yang sederhana sehingga lebih mudah dipahami oleh siswa. Edukasi diarahkan agar anak-anak mampu mengenali kebiasaan yang mendukung kesehatan, terutama dalam memilih makanan dan menerapkan pola hidup sehat.
“Kebiasaan hidup sehat perlu dikenalkan sejak usia sekolah dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Harapannya, anak-anak tidak hanya tahu mana yang sehat, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Avilla.
Kehadiran RSI Siti Hajar Sidoarjo dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi kesehatan preventif kepada masyarakat, khususnya kepada generasi usia sekolah.
Sekolah Menjadi Ruang Penting Membentuk Karakter
Ririn Indriyanti, Pihak Sekolah Pembangunan Jaya Sidoarjo menyambut positif kolaborasi edukasi lingkungan dan kesehatan tersebut. Sekolah dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga kepedulian sosial dan kebiasaan hidup sehat.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini karena siswa mendapatkan pengalaman belajar yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi bagian dari karakter mereka,” ungkap Kepala Sekolah Pembangunan Jaya Sidoarjo.
Dengan melibatkan ratusan siswa secara langsung, kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai ruang edukasi tentang lingkungan dan kesehatan.
Video AI Bawa Edukasi Lebih Dekat dengan Dunia Anak
Hal menarik lainnya dalam kegiatan ini adalah pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai media pendukung materi edukasi.
Dukungan materi video AI diberikan oleh Bumi Saga Studio, studio kreatif yang didirikan oleh Fahmi Adimara. Teknologi tersebut digunakan untuk membantu menyampaikan pesan edukasi dalam format visual yang lebih menarik dan sesuai dengan karakter anak-anak.
Fahmi Adimara mengatakan bahwa perkembangan teknologi AI membuka peluang baru dalam menciptakan media pembelajaran yang kreatif.
“Teknologi AI kami manfaatkan sebagai media untuk membuat edukasi lebih dekat dengan dunia anak-anak. Melalui video yang visual dan menarik, pesan tentang lingkungan dan kesehatan diharapkan lebih mudah dipahami, diingat, dan menginspirasi mereka untuk melakukan aksi nyata,” ujar Fahmi Adimara.
Menurut Fahmi, pemanfaatan AI dalam kegiatan edukasi bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan untuk memperkuat pesan yang ingin disampaikan.
Pendekatan visual melalui video AI juga diharapkan dapat menjadi alternatif dalam menyampaikan isu lingkungan dan kesehatan dengan cara yang lebih komunikatif kepada generasi yang semakin akrab dengan teknologi digital.
Kolaborasi untuk Generasi Sehat dan Peduli Bumi
Kolaborasi Sekawan Bumi Foundation, RSI Siti Hajar Sidoarjo, Sekolah Pembangunan Jaya Sidoarjo, dan dukungan Bumi Saga Studio menunjukkan bahwa edukasi lingkungan, kesehatan, dan teknologi dapat berjalan beriringan.
Momentum Hari Konservasi Nasional tidak hanya menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun kesadaran generasi muda mengenai hubungan antara lingkungan yang sehat dan kehidupan yang sehat.
Bagi 400 siswa Sekolah Pembangunan Jaya Sidoarjo, pesan tersebut diharapkan dapat diterjemahkan melalui tindakan sederhana: menjaga kebersihan, peduli terhadap lingkungan sekitar, memilih kebiasaan hidup yang lebih sehat, serta berani menjadi bagian dari perubahan.
Sebab, menjaga bumi dan menjaga kesehatan sama-sama membutuhkan kesadaran yang dibangun sejak dini.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































