Siaran Berita — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) di Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan daya resap air ke dalam tanah sekaligus mengurangi genangan air dan mengelola sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat bagi masyarakat.
Program Lubang Resapan Biopori merupakan salah satu upaya mitigasi perubahan iklim dan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan mengenai kota dan permukiman berkelanjutan serta penanganan perubahan iklim.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan survei lokasi yang memiliki potensi genangan air, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan lubang biopori menggunakan pipa PVC berlubang yang diisi sampah organik. Selain praktik pembuatan, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat biopori dalam meningkatkan infiltrasi air, mengurangi limpasan permukaan, dan menghasilkan kompos alami.
Koordinator program kerja menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai solusi sederhana, ekonomis, dan mudah diterapkan oleh masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
“Lubang resapan biopori bukan hanya membantu mengurangi genangan air saat hujan, tetapi juga menjadi media pengolahan sampah organik menjadi kompos. Harapannya, masyarakat dapat menerapkan teknologi sederhana ini secara mandiri di lingkungan masing-masing,” ujar Koordinator Program Kerja Lubang Resapan Biopori.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Bonto Jai dan masyarakat setempat untuk menentukan titik pemasangan biopori yang paling efektif. Kegiatan ini mendapat sambutan positif karena memberikan solusi terhadap permasalahan genangan air sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah organik.
“Program ini sangat bermanfaat karena memberikan solusi nyata bagi desa kami. Selain membantu mengurangi genangan air, masyarakat juga memperoleh pengetahuan baru tentang cara mengolah sampah organik menjadi kompos yang berguna untuk tanaman,” ujar Kepala Desa Bonto Jai.
Melalui program Lubang Resapan Biopori, mahasiswa KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Bonto Jai dapat menerapkan teknologi ini secara berkelanjutan di lingkungan rumah maupun fasilitas umum. Dengan semakin banyaknya lubang biopori yang dibuat, diharapkan daya resap tanah meningkat, risiko genangan air berkurang, serta budaya pengelolaan sampah organik dan kepedulian terhadap lingkungan dapat terus berkembang di tengah masyarakat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































