Bau mulut atau halitosis adalah kondisi yang ditandai dengan aroma tidak sedap dari rongga mulut yang dapat mengganggu rasa percaya diri dan kualitas hidup seseorang. Sebagian besar kasus halitosis berasal dari dalam rongga mulut, yaitu akibat penumpukan bakteri pada lidah, penyakit gusi, serta kebersihan mulut yang buruk. Konsumsi makanan beraroma tajam seperti petai, jengkol, durian, bawang putih, dan bawang bombai juga dapat menyebabkan bau mulut sementara.
Meski demikian, jika bau mulut menetap atau berulang, kemungkinan terdapat penyebab lain yang perlu diperhatikan dan ditangani. Sebagian kasus halitosis juga dapat berkaitan dengan kondisi medis tertentu. Lalu, apa saja kondisi yang dapat memicu bau mulut? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
Mulut Kering
Air liur berfungsi membersihkan sisa makanan, menetralkan asam, serta menghambat pertumbuhan bakteri di rongga mulut. Ketika produksi air liur menurun, bakteri penyebab bau mulut akan lebih mudah berkembang sehingga menimbulkan aroma tidak sedap. Mulut kering dapat dipicu oleh kurang minum, kebiasaan tidur dengan mulut terbuka, serta efek samping obat-obatan maupun kondisi kesehatan tertentu.
Penumpukan Bakteri pada Lidah
Permukaan lidah merupakan tempat utama berkumpulnya bakteri penyebab halitosis. Bakteri tersebut menguraikan sisa makanan dan sel-sel mati sehingga menghasilkan senyawa sulfur yang menjadi penyebab utama bau mulut. Karena itu, membersihkan lidah secara rutin menggunakan tongue scraper atau sikat lidah sama pentingnya dengan menyikat gigi.
Gigi Berlubang dan Penyakit Gusi
Gigi berlubang, karang gigi, radang gusi, maupun infeksi rongga mulut dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab bau mulut. Selain menimbulkan aroma tidak sedap, penyakit gusi sering disertai gejala gusi bengkak, mudah berdarah, atau nyeri saat menyikat gigi. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat memperburuk kesehatan gigi dan menyebabkan bau mulut yang menetap.
Kebiasaan Merokok
Merokok dapat menyebabkan bau mulut karena kandungan nikotin dan tar menempel pada jaringan mulut serta menurunkan produksi air liur. Selain itu, kebiasaan merokok juga meningkatkan risiko penyakit gusi yang menjadi salah satu penyebab utama halitosis.
Kondisi Medis Tertentu
Tidak semua kasus bau mulut berasal dari rongga mulut. Halitosis juga dapat berkaitan dengan penyakit refluks gastroesofagus (GERD), sinusitis, radang amandel, diabetes, hingga gangguan fungsi hati atau ginjal. Apabila bau mulut tidak membaik meski kebersihan mulut sudah dijaga dengan baik, pemeriksaan ke dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.
Cara Mengatasi dan Mencegah Bau Mulut
Jika bau mulut tidak kunjung hilang, beberapa langkah berikut dapat membantu mengatasinya:
- Sikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride dan bersihkan sela-sela gigi dengan dental floss.
- Bersihkan lidah secara rutin menggunakan tongue scraper untuk mengurangi penumpukan bakteri.
- Berkumur dengan obat kumur antiseptik, misalnya Minosep 0,2%, sesuai petunjuk penggunaan dan anjuran tenaga kesehatan.
- Perbanyak minum air putih, sekitar 2 liter per hari atau sesuai kebutuhan tubuh, agar mulut tetap lembap.
- Batasi konsumsi makanan dan minuman beraroma tajam, seperti bawang putih, bawang bombai, kopi, dan minuman beralkohol.
- Perbanyak konsumsi buah dan sayuran segar, terutama yang bertekstur renyah seperti apel dan wortel, karena dapat membantu membersihkan permukaan gigi secara alami.
- Berhenti merokok untuk menjaga kesehatan gigi, gusi, dan rongga mulut secara keseluruhan.
- Periksakan gigi ke dokter gigi setiap enam bulan sekali untuk membersihkan karang gigi serta mendeteksi dini masalah kesehatan gigi dan mulut.
Oleh: drg. Bambang Nuryadi, M.Biomed, drg. Ickman Setoaji Wibowo, MM., Sp.BM, drg. Trisnawaty K, M.Biomed, Hannasa Roudhatul Jannah, S.KG
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































