Kemenhub Buka SIPENCATAR Pola Pembibitan 2026, Siapkan 891 Formasi
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) resmi membuka Seleksi Penerimaan Calon Taruna (SIPENCATAR) jalur Pola Pembibitan Tahun Akademik 2026/2027. Sebanyak 891 formasi disediakan untuk putra-putri terbaik Indonesia yang ingin menempuh pendidikan vokasi di perguruan tinggi kedinasan di lingkungan Kemenhub.
Pendaftaran SIPENCATAR Pola Pembibitan 2026 dibuka mulai 18 hingga 30 Agustus 2026 secara daring melalui portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Kepala BPSDMP Kemenhub Suharto mengatakan, pembukaan SIPENCATAR menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia transportasi yang kompeten, profesional, berintegritas, dan mampu menjawab kebutuhan sektor transportasi di tingkat nasional maupun daerah.
“Pembukaan SIPENCATAR Pola Pembibitan Tahun 2026 merupakan bagian dari peran strategis BPSDMP dalam menyiapkan sumber daya manusia transportasi yang kompeten, profesional, dan berintegritas untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan transportasi, baik pada tingkat nasional maupun daerah,” ujar Suharto dalam keterangan tertulis, Rabu (19/8/2026).
Dari total 891 formasi tersebut, sebanyak 225 formasi merupakan Pola Pembibitan Kementerian Perhubungan, termasuk delapan formasi bagi Orang Asli Papua (OAP).
Sementara itu, 666 formasi merupakan Pola Pembibitan Pemerintah Daerah (Pemda), termasuk lima formasi bagi OAP.
Menurut Suharto, kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan generasi muda untuk memperoleh pendidikan vokasi transportasi sekaligus mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam pembangunan transportasi di berbagai wilayah Indonesia.
“Melalui 891 formasi Pola Pembibitan Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Daerah, kami membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik Indonesia untuk memperoleh pendidikan vokasi transportasi sekaligus dipersiapkan menjadi SDM yang mampu menjawab kebutuhan sektor transportasi di berbagai wilayah Indonesia,” katanya.
Sebanyak 891 formasi SIPENCATAR Pola Pembibitan 2026 tersebar di 12 perguruan tinggi kedinasan di lingkungan Kemenhub.
Keduabelas perguruan tinggi tersebut yakni Politeknik Transportasi Darat Indonesia–STTD, Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal, Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun, Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan (POLTEKTRANS SDP) Palembang, serta Politeknik Transportasi Darat (POLTRADA) Bali.
Selanjutnya, Politeknik Pelayaran (POLTEKPEL) Surabaya, Politeknik Pelayaran (POLTEKPEL) Sulawesi Utara, Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Politeknik Penerbangan (POLTEKBANG) Surabaya, Politeknik Penerbangan (POLTEKBANG) Palembang, Politeknik Penerbangan (POLTEKBANG) Jayapura, dan Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi.
Calon peserta hanya diperbolehkan memilih satu formasi sesuai program studi pada satu perguruan tinggi kedinasan. Pendaftar yang memilih lebih dari satu formasi akan dinyatakan gugur.
Sejumlah persyaratan harus dipenuhi calon peserta SIPENCATAR Pola Pembibitan 2026. Di antaranya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), berusia minimal 16 tahun dan maksimal 23 tahun per 1 September 2026.
Calon peserta juga harus memiliki nilai rata-rata ijazah atau rapor minimal 70,00 pada skala 10–100. Khusus formasi OAP, nilai minimal yang dipersyaratkan adalah 65,00.
Dari sisi fisik, tinggi badan minimal yang dipersyaratkan adalah 160 sentimeter bagi pria dan 155 sentimeter bagi wanita. Untuk program studi tertentu, ketentuan tinggi badan lebih tinggi, yakni minimal 165 sentimeter bagi pria dan 160 sentimeter bagi wanita.
Persyaratan lainnya yakni berbadan sehat, bebas HIV/AIDS dan narkoba, tidak buta warna, belum pernah menikah dan bersedia tidak menikah selama proses seleksi maupun masa pendidikan.
Peserta juga diwajibkan menandatangani Pakta Integritas Calon Taruna SIPENCATAR Kemenhub Tahun 2026.
Dokumen yang harus diunggah antara lain pasfoto, kartu identitas berupa KTP/KIA/KK, ijazah atau Surat Keterangan Lulus, transkrip atau daftar nilai asli, bukti pembayaran pendaftaran, serta Pakta Integritas.
Khusus pendaftar formasi OAP, diwajibkan melampirkan Surat Keterangan Orang Asli Papua dari Majelis Rakyat Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Selatan, atau Papua Pegunungan sesuai ketentuan.
Tahapan Seleksi
Proses seleksi SIPENCATAR Pola Pembibitan 2026 dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahap pertama adalah seleksi administrasi yang berlangsung 18 Agustus hingga 1 September 2026 dan bersifat menggugurkan.
Tahap berikutnya adalah Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang dijadwalkan pada September–Oktober 2026. SKD memiliki bobot 60 persen dari penilaian akhir.
Pelaksanaan SKD dilakukan di 31 titik lokasi Kantor BKN yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Peserta dianjurkan memilih lokasi ujian yang paling dekat dengan domisili masing-masing.
Selanjutnya, peserta yang memenuhi ketentuan mengikuti Seleksi Tahap III yang meliputi tes kesehatan dan penilaian performa fisik, psikotes, tes kebugaran jasmani transportasi, wawancara, serta penilaian prestasi OSN/O2SN yang bersifat opsional.
Tes kesehatan dan penilaian performa fisik serta psikotes bersifat menggugurkan. Sementara itu, tes kebugaran jasmani transportasi memiliki bobot 15 persen, wawancara 15 persen, dan penilaian prestasi OSN/O2SN yang bersifat opsional memiliki bobot 10 persen.
Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada Oktober 2026, sedangkan pengumuman kelulusan akhir berlangsung pada Oktober hingga November 2026.
BPSDMP Kemenhub menegaskan bahwa kelulusan calon taruna ditentukan sepenuhnya berdasarkan prestasi dan usaha masing-masing peserta.
Masyarakat dan peserta diminta tidak mempercayai pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. Keluarga maupun peserta juga dilarang memberikan uang atau bentuk imbalan lainnya kepada oknum yang mengklaim dapat membantu kelulusan. “Kami menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilaksanakan secara transparan, objektif, akuntabel, dan berbasis pada kompetensi serta prestasi peserta. Tidak ada jalan pintas untuk meraih kelulusan,” tegas Suharto.
Ia mengingatkan peserta dan orang tua agar berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan panitia SIPENCATAR. “Jangan pernah percaya kepada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu,” katanya.
Program SIPENCATAR Pola Pembibitan menjadi salah satu upaya pemerintah memperkuat kualitas sumber daya manusia sektor transportasi. Pendidikan vokasi yang disiapkan melalui perguruan tinggi kedinasan Kemenhub diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi teknis sekaligus karakter disiplin dan integritas.
Upaya tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia berkualitas serta meningkatkan konektivitas dan pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari agenda Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Melalui program pembibitan ini, lulusan diharapkan dapat berkontribusi dalam mewujudkan sistem transportasi nasional yang selamat, aman, nyaman, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Informasi resmi mengenai SIPENCATAR Pola Pembibitan 2026 dapat diperoleh melalui portal SIPENCATAR Kemenhub, akun Instagram @bpsdmp151, serta Saluran WhatsApp Sipencatar Official.
Peserta yang mengalami kendala dapat menyampaikan pengaduan melalui kanal resmi helpdesk BPSDMP Kemenhub pada jam layanan Senin–Jumat pukul 09.00–16.00 WIB. Panitia mengingatkan bahwa seluruh informasi seleksi hanya dilayani melalui kanal resmi yang telah ditetapkan.
Sumber berita dan foto : infopublik.id
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































