Siaran Berita, Pontianak – Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seolah menjadi siklus tahunan yang terus menghantui wilayah Kalimantan Barat. Dalam beberapa pekan terakhir, kawasan Pontianak dan Kubu Raya kembali diselimuti asap pekat yang membuat kualitas udara merosot tajam ke level tidak sehat. Di tengah jarak pandang yang kian menyempit dan keluhan masyarakat yang kesulitan beraktivitas, dua siswa kelas 12 dari SMAN 1 Pontianak memilih untuk tidak tinggal diam. Adalah Muhammad Rayka Pramudhyta Rizqi Ramadhany—yang kerap disapa Rayka—bersama rekan sekelasnya, Junior Andra Putra Marendra (akrab dipanggil Nio), yang menginisiasi langkah pendokumentasian kondisi darurat ekologis tersebut dari sudut pandang udara. Berbekal keahlian videografi dan perangkat drone, keduanya secara aktif menyusuri berbagai sudut kota, menerobos pekatnya kabut demi menyajikan rekaman visual yang faktual, transparan, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Aksi dokumentasi udara ini menyasar sejumlah titik krusial di Pontianak hingga Kubu Raya guna memperlihatkan secara gamblang seberapa parah dampak kabut asap terhadap lanskap perkotaan. Melalui bidikan lensa drone mereka, kawasan ikonik seperti Taman Digulis Untan tampak pucat dan samar terhalang partikel debu pembakaran, kubah megah Masjid Raya Mujahidin serta menara Katedral Santo Yosef nyaris tak terlihat akibat tebalnya lapisan asap, dan jalur penghubung vital Jembatan Duplikat Kapuas diselimuti kabut yang menggantung rendah di atas permukaan air sehingga sangat membahayakan jarak pandang pengendara. Pemandangan serupa juga terekam jelas di Bundaran Gaforaya, Kubu Raya, di mana lokasinya yang berdekatan dengan sebaran titik api lahan gambut memperlihatkan bentang langit yang nyaris berwarna abu-abu pekat tanpa celah masuknya sinar matahari langsung.

Hasil rekaman mentah tersebut kemudian mereka olah secara cermat menjadi sebuah video dokumenter singkat yang diunggah ke media sosial melalui akun Instagram Rayka di @harbatahduo serta akun milik Nio di @jnr_andra. Kepekaan visual dan keberanian kedua pelajar ini rupanya berhasil menyentuh empati publik; salah satu konten video reels yang menampilkan potret udara kota berselimut asap sukses menembus algoritma media sosial hingga masuk jajaran FYP (For You Page) dengan capaian luar biasa, yakni lebih dari 90 ribu penayangan (90K views). Unggahan tersebut seketika dibanjiri ribuan interaksi dari warganet, mulai dari teman-teman sebaya dan warga Pontianak yang merasa keresahannya terwakili sambil saling mengingatkan untuk memakai masker, hingga warganet luar daerah seperti Pulau Jawa, Sumatera, dan Indonesia timur yang memanjatkan untaian doa agar hujan segera turun, titik api padam, dan langit Kalimantan Barat kembali biru lekas pulih.
Menyadari besarnya atensi publik, Rayka dan Nio tidak ingin karya mereka hanya berhenti sebagai tontonan viral sesaat, melainkan mendorong pesan kepedulian ini lebih jauh melalui kolaborasi strategis bersama berbagai media komunitas dan portal informasi regional terkemuka, seperti @pontianak.folk, @kalbar_daily, @kalbar_info, @kuburayakab, @kuburaya_infomedia, hingga @kolaborasipontianak_kalbar. Sinergi ini dirancang secara khusus untuk memastikan isu darurat udara ini terus bergaung dari Sabang sampai Merauke, sembari menggandeng platform kemanusiaan resmi @kitabisacom guna membuka penyaluran bantuan nyata bagi warga yang membutuhkan masker medis dan logistik darurat pernapasan. Aksi mandiri kedua siswa SMAN 1 Pontianak ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi di tangan generasi muda yang peduli mampu bertransformasi menjadi sarana jurnalisme warga yang bernilai tinggi sekaligus corong kemanusiaan yang mengetuk kesadaran kolektif publik dan pemangku kebijakan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































