Bagi masyarakat Nagari Kubang, beternak bukan sekadar kegiatan sampingan. Sapi yang dipelihara warga menjadi tumpuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus sumber penghasilan keluarga. Karena itu, hasil ternak yang dipelihara dengan baik akan memberi manfaat ganda, baik dari sisi pangan maupun ekonomi. Namun agar manfaat itu terus mengalir, ternak harus dijaga tetap sehat, dan kesehatannya sangat bergantung pada kondisi kandang tempat mereka tinggal. Salah satu cara paling sederhana namun berdampak besar adalah rutin menjaga kebersihan kandang.
Kandang yang kotor bukan hanya soal tampilan yang tidak enak dipandang. Tumpukan kotoran, sisa pakan yang berserakan, dan genangan air bisa membuat kandang lembap dan tidak nyaman ditinggali. Kondisi semacam ini berisiko mengganggu kebersihan tubuh ternak sekaligus menyulitkan peternak dalam mengawasi kesehatan hewannya. Karena itu, membersihkan kandang semestinya tidak menunggu sampai terlihat sangat kotor, melainkan dijadikan rutinitas harian agar kondisinya selalu terjaga.
Perhatian terhadap kebersihan kandang inilah yang menjadi salah satu fokus kegiatan KKN di Nagari Kubang pada 28–29 Juli 2026. Kegiatan ini berlangsung langsung di kandang milik Bapak Joni dan Bapak Epi. Bukan sekadar memberi penyuluhan, para peserta juga turun tangan mengamati kondisi kandang dan ikut membersihkannya. Turun langsung ke lapangan seperti ini membuat peserta lebih memahami situasi pemeliharaan yang sesungguhnya, sekaligus membantu peternak mengaitkan informasi yang diterima dengan aktivitas yang mereka jalani sehari-hari.
Proses pembersihan kandang dilakukan dengan mengangkut dan mengumpulkan kotoran yang menumpuk di lantai. Kotoran maupun sisa bahan organik yang dibiarkan terlalu lama justru mempercepat kandang menjadi kotor dan basah. Oleh sebab itu, bukan hanya lantai yang perlu diperhatikan, tetapi juga saluran pembuangan, tempat pakan, tempat minum, hingga area sekitar kandang. Peralatan yang dipakai sehari-hari dalam pemeliharaan pun sebaiknya rutin dibersihkan agar tidak berubah menjadi sumber pencemaran baru bagi lingkungan ternak.
Selain soal kebersihan, kegiatan KKN ini juga membekali warga dengan pemahaman tentang kesehatan ternak, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Penyakit ini patut diwaspadai karena menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kambing, domba, dan kerbau. Peternak diajak untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku maupun kondisi fisik hewannya. Dengan pengamatan yang dilakukan secara rutin, peternak akan lebih cepat menyadari jika ada ternak yang menunjukkan gejala tidak biasa, sehingga penanganan dapat segera dilakukan, termasuk berkonsultasi dengan petugas kesehatan hewan bila diperlukan.
Langkah pencegahan penyakit juga bisa ditempuh lewat penerapan biosekuriti, yang sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Menjaga kebersihan kandang, membersihkan tempat pakan dan minum secara berkala, serta mengusahakan lantai kandang tidak terlalu basah adalah beberapa contohnya. Tidak kalah penting, lalu lintas orang maupun ternak yang keluar-masuk area kandang juga perlu dikontrol. Ternak baru sebaiknya tidak langsung digabung dengan ternak lama sebelum dipastikan kondisinya sehat, dan jika ada ternak yang sakit, pemisahan perlu dilakukan untuk mencegah penularan.
Kegiatan yang dilakukan langsung di kandang ini memberi manfaat bagi kedua belah pihak. Bagi peserta, ini menjadi pelajaran bahwa mengelola ternak tidak melulu soal memberi makan, tapi juga menyangkut kebersihan, kesehatan, kenyamanan, hingga pengawasan hewan. Sementara bagi peternak, momen ini menjadi kesempatan untuk berdiskusi langsung tentang kondisi kandang dan kendala yang mereka hadapi sehari-hari. Pertukaran pengalaman semacam ini membuat kegiatan edukasi terasa lebih membumi dan relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Dampak menjaga kebersihan kandang juga terasa pada efisiensi kerja peternak. Kandang yang terawat lebih mudah diperiksa, sehingga aktivitas pemeliharaan bisa berjalan lebih teratur. Peternak pun bisa lebih cepat menilai kondisi ternak, memastikan ketersediaan pakan dan air, serta mengenali perubahan pada kandang sejak dini. Kebiasaan menjaga kebersihan secara tidak langsung juga menumbuhkan pola pemeliharaan yang lebih disiplin, sehingga usaha ternak tidak hanya diukur dari jumlah hewan yang dipelihara, tetapi juga dari kualitas pengelolaannya.
Dari kegiatan yang telah dilaksanakan, terlihat jelas bahwa menjaga kebersihan kandang sebenarnya tidak memerlukan langkah yang rumit. Yang paling dibutuhkan hanyalah kemauan untuk melakukannya secara konsisten dan kepedulian terhadap kondisi ternak setiap harinya. Aktivitas sederhana seperti mengeluarkan kotoran, menjaga lantai tetap bersih, membersihkan tempat pakan dan minum, serta memperhatikan lingkungan sekitar kandang, semuanya merupakan bagian dari pemeliharaan yang bisa dijalankan secara berkelanjutan.
Peternakan di Nagari Kubang sebenarnya punya peluang besar untuk terus berkembang, asalkan didukung manajemen pemeliharaan yang tepat. Kesehatan ternak, kebersihan kandang, pengelolaan lingkungan, dan pencegahan penyakit perlu berjalan beriringan, bukan berdiri sendiri-sendiri. Edukasi bagi peternak juga tak kalah penting agar ilmu yang didapat benar-benar bisa diterapkan dalam kegiatan sehari-hari. Melalui kerja sama antara peternak, masyarakat, mahasiswa, dan pihak-pihak yang bergerak di bidang kesehatan hewan, upaya menjaga kesehatan ternak dapat dilakukan dengan lebih terarah.
Pada akhirnya, menjaga kebersihan kandang bukan sekadar membuatnya terlihat rapi. Lebih dari itu, kebersihan adalah bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang nyaman bagi ternak sekaligus mendukung pemeliharaan yang sehat. Kegiatan KKN di Nagari Kubang membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari kebiasaan sederhana yang dijalankan secara konsisten. Kandang yang bersih, ternak yang terus dipantau, serta penerapan biosekuriti yang baik dapat menjadi fondasi bagi peternakan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Penulis: Gio Galang Putra
Mahasiswa Peternakan Universitas Andalas
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer




































































