Yogyakarta, KIR LIBA MAN 1 Yogyakarta sukses menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion Model United Nations (FGD MUN) pada Sabtu (30/5/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan public speaking, diplomasi, negosiasi, serta berpikir kritis melalui simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dikemas secara interaktif dan edukatif.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta internal dan eksternal. Peserta internal terdiri atas perwakilan ekstrakurikuler dan organisasi bidang (Orbid) MAN 1 Yogyakarta, sedangkan peserta eksternal berasal dari berbagai sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta, seperti SMAN 2 Yogyakarta, SMAN 6 Yogyakarta, MAN 2 Yogyakarta, serta sejumlah sekolah lainnya. Kehadiran peserta dari berbagai sekolah menjadikan forum diskusi lebih dinamis dan memperluas kesempatan bertukar gagasan antarpelajar.
Kegiatan diawali dengan Opening Ceremony yang meliputi sambutan dari Pembina KIR LIBA MAN 1 Yogyakarta, Ketua Umum KIR LIBA, dan Ketua Pelaksana. Dalam sambutannya, para pembicara menyampaikan pentingnya kemampuan berdiskusi, berargumentasi, dan memahami isu-isu internasional sebagai bekal generasi muda dalam menghadapi tantangan global.
“Saya berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi simulasi akademik biasa, tetapi juga menjadi wadah pengembangan intelektual dan meningkatkan kesadaran global peserta terhadap isu-isu dunia yang relevan,” ujar Ketua Umum KIR LIBA MAN 1 Yogyakarta.
FGD MUN 2026 merupakan salah satu program kerja KIR LIBA MAN 1 Yogyakarta yang menggabungkan simulasi sidang PBB dengan pendekatan karya ilmiah berbasis isu nyata. Melalui kegiatan ini, peserta didorong untuk melakukan riset mendalam, menyusun position paper, serta mengembangkan argumentasi berdasarkan data dan kebijakan yang relevan. Setiap delegasi juga dituntut untuk mampu menawarkan solusi yang inovatif dan aplikatif terhadap isu yang dibahas.

Pada FGD MUN tahun ini, komite yang dipilih adalah United Nations General Assembly Third Committee (SOCHUM) yang berfokus pada isu sosial, kemanusiaan, dan hak asasi manusia. Dengan tema “Safeguarding Human Rights in the Fight Against Terrorism” dan mosi utama “Balancing National Security and Human Rights in Counterterrorism Efforts”, para delegasi mendiskusikan berbagai tantangan dalam menjaga keseimbangan antara keamanan nasional dan perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) dalam upaya penanggulangan terorisme. Melalui forum ini, peserta diajak untuk memahami kompleksitas isu global sekaligus merumuskan solusi yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.
Setelah Opening Ceremony, kegiatan dilanjutkan dengan Committee Session 1, Committee Session 2, Committee Session 3, dan Committee Session 4. Pada setiap sesi, para delegasi menyampaikan posisi negaranya, mempertahankan argumentasi berdasarkan kebijakan yang berlaku, serta bernegosiasi dengan delegasi lain untuk merumuskan solusi bersama. Hasil dari forum ini diwujudkan dalam bentuk draf resolusi yang mencerminkan upaya kolektif peserta dalam mencari solusi terhadap isu yang dibahas.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd mengapresiasi penyelenggaraan FGD MUN 2026 ini.
“Kegiatan seperti Model United Nations sangat penting untuk membentuk generasi muda yang memiliki wawasan luas, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan berkomunikasi dan berkolaborasi. Melalui forum ini, peserta belajar untuk memahami berbagai perspektif, menyampaikan gagasan secara argumentatif, dan mencari solusi atas persoalan dunia dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Saya berharap pengalaman yang diperoleh dalam kegiatan ini dapat menumbuhkan kepercayaan diri, kepedulian global, serta semangat untuk terus belajar dan berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, maupun dunia internasional,” ujar Edi.
Usai seluruh sesi komite selesai dilaksanakan, acara dilanjutkan dengan pengumuman kejuaraan bagi peserta yang menunjukkan performa terbaik selama simulasi berlangsung. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kemampuan delegasi dalam berargumentasi, berdiplomasi, berkolaborasi, dan berpartisipasi aktif selama forum berlangsung.
Kegiatan kemudian ditutup dengan Closing Ceremony sebagai penanda berakhirnya rangkaian FGD MUN KIR LIBA MAN 1 Yogyakarta 2026.
Melalui terselenggaranya kegiatan ini, KIR LIBA MAN 1 Yogyakarta berharap dapat terus menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi secara efektif, serta membangun kepedulian terhadap berbagai isu global yang tengah dihadapi masyarakat internasional. (hly)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


































































