Tuban, 20 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kelompok 193 berkolaborasi dengan Puskesmas Plumpang menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan stunting. Selain edukasi, mereka juga memperkenalkan inovasi pangan berupa puding kelor sebagai pendorong nutrisi tambahan di Balai Desa Jatimulyo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. Kegiatan ini dihadiri oleh para kader Posyandu, anggota PKK, ibu hamil, serta para ibu yang memiliki anak balita.
Kegiatan ini digagas berdasarkan informasi dari perangkat desa mengenai masih tingginya angka stunting di Desa Jatimulyo. Pelaksanaan program kerja ini diinisias ioleh mahasiswa KKN UMM Kelompok 193 yang terdiri dari Shinta Dwi Setyowati(Ilmu Komunikasi), Happy Vernanda Dea Lova (Ilmu Keperawatan), Lunna PuspitaWardana (Psikologi), Marsela Dwi Arini (Manajemen), Muhammad Yusuf Rian Adil Aziz (Psikologi), Siti Nur Faizah (Kedokteran), dan Zahwa Nur Adelia Khusna(Farmasi). Keberhasilan program ini juga tidak lepas dari bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Wahyu Andhyka Kusuma, S.Kom., M.Kom.,Ph.D., serta dukungan penuh dari Kepala Desa Jatimulyo, Bapak Hartoyo.
Dalam sosialisasi tersebut, tim KKN menghadirkan Ibu Ismi Safitri Nuraini, selaku programmer gizi Puskesmas Plumpang, sebagai pemateri. Ia memaparkan berbagai faktor penyebab stunting hingga langkah-langkah praktis untuk mengatasi dan mencegah masalah gizi buruk pada anak.
Sebagai wujud tindakan nyata dalam pemenuhan nutrisi, tim KKN UMM 193 mengolah daun kelor menjadi produk olahan puding. Pemilihan daun kelor didasari oleh kemudahan akses serta melimpahnya bahan baku lokal tersebut, di samping kandungan gizinya yang kaya akan protein, kalsium, dan beragam vitamin. Melalui inovasi ini, daun kelor yang tadinya diolah secara sederhana kini hadir dalam bentuk sajian yang lebih praktis, lezat, dan menarik minat konsumsi masyarakat.
Dalam acara tersebut, dipraktikkan pula proses pembuatan puding kelor secara langsung. Prosesnya dimulai dengan menyiapkan tanaman kelor yang telah dicuci bersih dan dipisahkan dari tangkainya, lalu di-blender bersama sedikit air hingga halus. Sari daun kelor yang telah disaring dan direbus kemudian dicampurkan kedalam larutan bubuk puding bersama santan, susu evaporasi, gula stevia, dan daun pandan. Setelah diaduk hingga mendidih kembali, larutan dituang ke dalam cetakan dan didiamkan hingga dingin.
Sesi kegiatan ditutup dengan pembagian sampel puding kelor kepada seluruh peserta. Para kader dan ibu-ibu tampak sangat antusias saat mencicipi inovasi pangan tersebut. Tanggapan positif pun mengalir dari para warga yang mengapresiasi rasa puding yang enak serta manfaat gizi di dalamnya.
Melalui pelaksanaan program ini, tim KKN UMM Kelompok 193 berharap puding kelor dapat diadopsi sebagai olahan bergizi harian yang mudah dibuat secara mandiri oleh masyarakat. Apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya disampaikan kepada pihak Puskesmas Plumpang, Pemerintah Desa Jatimulyo, serta seluruh warga yang berpartisipasi aktif. Diharapkan kesadaran akan pemanfaatan bahan pangan lokal untuk pencegahan stunting dapat terus berkembang secara berkelanjutan di Desa Jatimulyo.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































