Di tengah persoalan lingkungan yang semakin kompleks, upaya pelestarian alam tidak selalu harus diwujudkan melalui kebijakan besar atau teknologi mahal. Edukasi lingkungan justru dapat dimulai dari aktivitas sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Pengenalan kerajinan ecoprint totebag, figora dari stik es krim, serta tempat alat tulis dari botol bekas menjadi contoh nyata bagaimana kreativitas dapat berperan sebagai media pembelajaran lingkungan yang efektif dan membumi.
Kerajinan ecoprint pada totebag memperlihatkan bahwa alam tidak hanya menjadi objek yang dieksploitasi, tetapi juga sumber inspirasi yang bernilai estetika. Daun dan tumbuhan sekitar yang selama ini dipandang biasa, diolah melalui teknik cetak alami menjadi motif unik tanpa bahan kimia berbahaya. Proses ini secara tidak langsung mengajarkan bahwa keindahan dapat dihasilkan tanpa merusak lingkungan, sekaligus membuka wawasan masyarakat tentang alternatif produk ramah lingkungan.
Sementara itu, figora yang dibuat dari stik es krim bekas menghadirkan perspektif baru terhadap limbah konsumsi. Stik es krim yang kerap dibuang setelah sekali pakai, diubah menjadi bingkai hias bernilai seni dengan sentuhan dedaunan. Aktivitas ini menanamkan pemahaman bahwa limbah tidak selalu berakhir sebagai sampah, melainkan dapat diberi fungsi baru melalui kreativitas dan keterampilan tangan.

Hal serupa juga tercermin dalam pembuatan tempat alat tulis dari botol plastik bekas. Botol yang biasanya berkontribusi pada permasalahan sampah plastik diolah kembali menjadi benda fungsional. Ketika dihias dengan dedaunan, produk ini tidak hanya memiliki nilai guna, tetapi juga pesan simbolik tentang pentingnya daur ulang dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Dari sudut pandang media massa, pengenalan kerajinan ramah lingkungan ini memiliki nilai berita sekaligus nilai edukasi. Kegiatan semacam ini menunjukkan bahwa perubahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan dapat dimulai dari pendekatan kreatif, partisipatif, dan mudah diterapkan. Terlebih, kegiatan ini melibatkan masyarakat secara langsung, sehingga pesan lingkungan tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi diwujudkan dalam praktik nyata.

Lebih dari sekadar menghasilkan produk kerajinan, kegiatan ini membangun kesadaran kolektif bahwa setiap individu memiliki peran dalam menjaga lingkungan. Kreativitas menjadi jembatan antara edukasi dan aksi, antara kesadaran dan kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan. Inisiatif pengenalan ecoprint totebag, figora dari stik es krim, dan tempat alat tulis dari botol bekas membuktikan bahwa langkah kecil, jika dilakukan bersama, dapat menjadi awal perubahan besar.
Kegiatan ini dilaksanakan di Sd Mojokembang, Kecamanatan Pacet, Mojokerto. Sub kelompok 6 yang beranggota Nofvishal Ramdhan Maricar (Ilkom), Muhammad Ilham (Ilkom), Akbar Ramadhani (Teknik Industri), Dwi Ratih (Teknik Industri) dengan dosen pembimbing lapangan Ibu Mays Amelia.S.H.M.H
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































