Serang, 15 Juni 2026 – Kegiatan Pentas Seni dan Kreativitas yang diselenggarakan oleh RA & Day Care UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten pada Senin (15/6) menjadi momen istimewa bagi para orang tua untuk menyaksikan hasil perkembangan dan proses belajar anak-anak selama mengikuti pendidikan di sekolah. Acara ini menampilkan berbagai penampilan seni, kreativitas, serta capaian perkembangan peserta didik yang telah dibina selama proses pembelajaran.
Salah satu rangkaian kegiatan dalam acara tersebut adalah wawancara dengan orang tua wali murid mengenai perkembangan anak selama menempuh pendidikan di RA & Day Care UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Wawancara dilakukan kepada Nenda (45 tahun), orang tua dari Said, siswa RA UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Dalam wawancara tersebut, Nenda mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya terhadap perkembangan yang ditunjukkan putranya sejak bersekolah di RA UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
“Saya merasa senang, bahagia, dan bangga melihat perkembangan Said. Banyak sekali perubahan positif yang saya rasakan selama ia bersekolah di sini,” ujarnya.
Menurut Nenda, perkembangan yang paling terlihat adalah pada aspek kemandirian. Said kini mampu melakukan berbagai aktivitas sehari-hari secara mandiri, seperti makan sendiri, memakai pakaian dan kaus kaki sendiri, serta memahami jadwal seragam sekolah yang harus dikenakan setiap harinya.
Selain itu, Said juga mulai menunjukkan tanggung jawab terhadap dirinya sendiri melalui berbagai kegiatan sederhana di rumah. Meskipun masih memerlukan arahan, ia sudah berinisiatif melakukan pekerjaan ringan seperti mencuci sepatu dan menyiapkan perlengkapan sekolahnya.
Dari sisi sosial, Nenda menilai bahwa lingkungan sekolah memberikan dampak yang sangat positif terhadap kemampuan Said dalam berinteraksi dengan orang lain. Sebelum memasuki dunia sekolah, Said cenderung lebih pemalu karena masa awal pertumbuhannya berlangsung pada periode pandemi Covid-19 yang membatasi interaksi sosial anak.
“Setelah masuk sekolah, Said menjadi lebih aktif, lebih percaya diri, dan lebih mudah bergaul dengan teman-temannya. Dia sangat senang berada di sekolah karena bisa bermain dan belajar bersama teman-teman seusianya,” jelas Nenda.
Perkembangan lainnya juga terlihat pada aspek kreativitas dan keterampilan motorik halus. Berbagai kegiatan yang dilakukan di sekolah, seperti membuat kerajinan tangan, menyusun bahan alam menjadi karya sederhana, dan aktivitas seni lainnya, membantu mengembangkan kreativitas serta keterampilan anak.
Tidak hanya itu, kemampuan bahasa Said juga mengalami peningkatan yang signifikan. Ia kini memiliki kosakata yang lebih beragam dan mampu mengungkapkan perasaan maupun pendapatnya dengan lebih baik dibandingkan sebelumnya.
“Sekarang dia lebih berani menyampaikan apa yang dirasakan. Kalau senang, sedih, atau kecewa, dia bisa mengungkapkannya dengan baik. Bahkan kosakata yang digunakan terkadang membuat kami terkejut karena perkembangannya cukup pesat,” tutur Nenda.
Keberhasilan perkembangan Said tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara sekolah dan keluarga. Sebagai orang tua, Nenda selalu berusaha mendukung proses pembelajaran dengan mengulang kembali materi yang telah dipelajari anak di sekolah, termasuk hafalan hadis, surat-surat pendek, dan berbagai keterampilan yang diajarkan oleh guru.
Meskipun demikian, Nenda mengakui masih terdapat beberapa tantangan dalam proses pengasuhan, salah satunya membiasakan Said untuk mandi secara mandiri. Namun secara keseluruhan, ia menilai bahwa Said merupakan anak yang mudah beradaptasi dan tidak mengalami kesulitan saat pertama kali memasuki lingkungan sekolah.
“Sejak awal masuk sekolah, Said tidak pernah rewel. Dia tidak meminta ditunggu dan langsung bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya,” katanya.
Melalui kegiatan Pentas Seni dan Kreativitas ini, para orang tua dapat melihat secara langsung hasil pembelajaran yang telah diperoleh anak-anak selama berada di RA & Day Care UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat dan kreativitas, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara sekolah dan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Di akhir wawancara, Nenda berharap Said dapat terus tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berakhlak baik, serta mampu mengikuti proses pembelajaran dengan optimal pada jenjang pendidikan berikutnya.
“Saya berharap Said semakin mandiri, semakin baik dalam belajar, dan yang paling penting tetap menjaga akhlak serta sopan santunnya,” pungkasnya.
Penulis: Audhia Maharani
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































