Dalam upaya nyata menyelaraskan kompetensi vokasi dengan tuntutan industri hijau, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sukses menyelenggarakan kegiatan pelatihan teknologi Computer Aided Design (CAD) dan Computer Aided Manufacturing (CAM). Kegiatan ini mengusung tema utama: “Perancangan Produk Mekanik Berbasis Efisiensi Material dalam Mendukung Circular Manufacturing”.
Pelatihan yang berlangsung di SMK Negeri 58 Jakarta ini secara khusus menyasar para siswa program keahlian Teknik Fabrikasi Logam dan Manufaktur. Pemilihan peserta ini dinilai sangat strategis, mengingat proses fabrikasi logam konvensional kerap menghasilkan sisa material potongan (scrap) yang tinggi. Melalui pelatihan ini, para siswa dipersiapkan agar mampu mengintegrasikan efisiensi bahan baku langsung sejak fase perencanaan digital.
Pilar Utama : Desain untuk Berkelanjutan
Merancang produk dan proses yang meminimalkan limbah, memudahkan perbaikan, dan mendukung daur ulang sejak tahap awal.
Ketua Tim PkM, Ir., Sepriandi Parningotan, S.T., M.T., IPM., menjelaskan bahwa sektor manufaktur saat ini dituntut untuk bertransformasi dari model linear (ambil-buat-buang) menuju model sirkular (circular manufacturing). Melalui pendekatan sirkular, material dipertahankan nilainya selama mungkin untuk meminimalkan dampak lingkungan.
“Efisiensi material tidak dimulai di lantai produksi, melainkan sejak coretan pertama di software CAD. Dengan mengoptimalkan geometri desain dan mensimulasikannya lewat CAM, kita bisa memprediksi sisa material (waste) bahkan sebelum mesin memotong bahan baku asli. Ini adalah kunci efisiensi biaya sekaligus wujud kepedulian lingkungan,” ujar Sepriandi Parningotan.
Prinsip Utama Perancangan (Implementasi Fabrikasi & Manufaktur):
– Produk dirancang agar mudah dibongkar dan didaur ulang: Mengarahkan siswa fabrikasi untuk menggunakan metode sambungan mekanis atau modul konstruksi yang adaptif, sehingga struktur logam mudah didekonstruksi dan didaur ulang tanpa merusak material dasar di akhir masa pakai produk.
– Material dipilih untuk umur panjang dan dapat digunakan kembali: Menekankan analisis pemilihan jenis logam yang memiliki durabilitas tinggi, ketahanan korosi yang optimal, serta nilai sisa yang tinggi agar siap masuk kembali ke siklus manufaktur sekunder.
– Mengurangi limbah sejak tahap perancangan produk: Memanfaatkan komputasi CAM untuk menyusun *toolpath* efisien serta *nesting* tata letak pola potong secara presisi, guna meminimalkan sisa pelat baja atau profil logam yang terbuang.
Langkah progresif ini mendapatkan respons luar biasa dan dukungan penuh dari pihak sekolah. Perwakilan Komite Sekolah SMK Negeri 58 Jakarta menyampaikan apresiasi tinggi atas program yang mampu menjembatani kurikulum sekolah dengan tren industri sirkular global ini.
“Jangan sampai kegiatan positif ini berhenti di sini saja. Kami sangat berharap hal-hal baik yang telah diinisiasi hari ini bisa terus diteruskan dan dikembangkan secara berkelanjutan, sehingga siswa-siswa kami dari Teknik Fabrikasi Logam dan Manufaktur bisa terus berkolaborasi di masa mendatang demi kemajuan kemampuan teknis serta kesiapan kerja mereka di industri modern,” ungkap Perwakilan Komite Sekolah SMK Negeri 58 Jakarta.
Melalui penguasaan teknologi CAD/CAM yang selaras dengan pilar ramah lingkungan ini, lulusan SMK Negeri 58 Jakarta diharapkan tidak sekadar menjadi operator, melainkan menjadi inovator manufaktur yang berkontribusi langsung pada kelestarian lingkungan dan efisiensi industri nasional.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































