MALANG – Perkembangan media digital yang semakin pesat membawa dampak besar terhadap perubahan bahasa dan budaya di kalangan mahasiswa. Hal tersebut menjadi fokus penelitian mahasiswa Jurusan Biologi, Fakultas Sains Teknologi dan Matematika (FSTeM), Universitas Brawijaya, yang mengkaji pengaruh media digital terhadap perkembangan bahasa dan budaya dalam perspektif nilai-nilai Pancasila.
Penelitian yang melibatkan 20 mahasiswa sebagai responden ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa campuran atau Indoglish semakin populer di kalangan generasi muda. Mayoritas responden menganggap penggunaan bahasa campuran merupakan hal yang wajar dan mengikuti perkembangan zaman. Namun, sebagian besar mahasiswa juga menyadari bahwa penggunaan bahasa nonbaku secara berlebihan berpotensi mengurangi fungsi bahasa Indonesia sebagai simbol persatuan bangsa.

Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa etika berbahasa di media sosial masih menjadi perhatian penting. Sebagian besar responden menilai penggunaan bahasa kasar dan ujaran yang tidak santun dapat memicu konflik serta polarisasi di masyarakat. Oleh karena itu, kesantunan dalam berkomunikasi dinilai sejalan dengan nilai kemanusiaan yang terkandung dalam sila kedua Pancasila.
Dari sisi budaya, media sosial dinilai memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perubahan gaya hidup generasi muda. Berbagai tren global, seperti gaya berpakaian Korea, budaya populer Barat, hingga penggunaan istilah asing dalam komunikasi sehari-hari, semakin mudah diadopsi melalui platform digital. Sebanyak 19 dari 20 responden menyatakan bahwa media sosial dapat menyebabkan lunturnya nilai-nilai budaya Indonesia apabila tidak disikapi secara bijak.
Meskipun demikian, para mahasiswa tetap optimis bahwa identitas nasional dapat dipertahankan di tengah arus globalisasi. Media sosial dianggap tidak hanya membawa pengaruh negatif, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk melestarikan budaya lokal melalui konten kreatif. Sejumlah responden bahkan menyatakan kesediaannya menggunakan bahasa daerah, seperti bahasa Jawa dan Madura, dalam konten digital sebagai bentuk pelestarian budaya.
Penelitian ini juga menegaskan pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam penggunaan media digital. Bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa berkaitan dengan sila ketiga, sedangkan etika komunikasi mencerminkan sila kedua. Sementara itu, upaya menjaga keseimbangan antara budaya global dan budaya lokal menjadi bagian dari pengamalan sila pertama dan sila kelima Pancasila.
Melalui penelitian ini, mahasiswa Universitas Brawijaya berharap generasi muda dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial, meningkatkan literasi digital, serta tetap menjaga bahasa dan budaya Indonesia sebagai identitas bangsa di era digital yang terus berkembang.

Oleh: Putri Al Mufidah, Shofiyyah, Naydissa Zerrin, Keyza Fatima Azzahra, dan Aisyah Nur Fadilah – Mahasiswa S1 Biologi, Universitas Brawijaya
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































