BOGOR – Sebanyak 122 murid Kelas 9 SMP Qur’an elTAHFIDH IBSE-IFSE resmi diberangkatkan untuk melaksanakan kegiatan Tadabur Alam ke beberapa wilayah di Jawa Barat pada Selasa pagi (2/6/2026). Mengusung tema mendalam “Rihlah Rabbani Meniti Alam Menggapai Makrifat”, perjalanan ini dirancang bukan sekadar sebagai agenda tahunan sekolah, melainkan sarana penguatan spiritualitas dan karakter para santri menjelang kelulusan mereka.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel keberangkatan yang berlangsung khidmat di GOR Zulkarnain. Acara tersebut dibuka langsung oleh Direktur SMP Qur’an elTAHFIDH, Ustadz Fathurrahman Aziz, S.Pd.I., Al-Hafidh. Selain diikuti oleh seluruh siswa Kelas 9, sebanyak 12 guru pendamping turut serta mengawal jalannya kegiatan guna memastikan keamanan, kedisiplinan, dan ketercapaian target edukasi selama di lapangan.
Dalam amanatnya saat membuka apel, Ustadz Fathurrahman Aziz memberikan pesan mendalam mengenai esensi filosofis di balik pemilihan tema “Rihlah Rabbani”. Beliau menekankan bahwa perjalanan ini harus dimaknai sebagai ibadah dan bentuk perenungan yang membawa santri lebih dekat kepada Sang Pencipta.
“Perjalanan tadabur alam ini bukanlah sekadar rekreasi fisik untuk bersenang-senang atau melepas penat pasca-ujian. Ini adalah sebuah rihlah—perjalanan spiritual yang berorientasi sepenuhnya pada ketuhanan (rabbani). Kami ingin melatih para murid untuk tidak hanya membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang tertulis di dalam mushaf, tetapi juga cakap dalam membaca ayat-ayat Allah yang tercipta di alam semesta ini, atau yang kita sebut sebagai ayat kauniyah,” ujar Ustaz Fathurrahman Aziz di hadapan para peserta apel.
Beliau juga menambahkan bahwa petualangan meniti alam terbuka di berbagai daerah Jawa Barat akan memberikan pengalaman sensorik dan mental yang kuat bagi para murid. Dengan melihat langsung keindahan, keteraturan, dan keagungan ciptaan Allah, santri diharapkan mampu memicu pemikiran kritis sekaligus rasa syukur yang mendalam.
Pihak manajemen SMP Qur’an elTAHFIDH berharap besar bahwa sepulang dari agenda tadabur alam ini, ada perubahan internal yang signifikan pada diri setiap murid. Target utama dari kegiatan ini bukanlah seberapa jauh tempat yang dikunjungi, melainkan seberapa besar peningkatan keimanan yang dibawa pulang ke rumah.
“Harapan terbesar kami, sepulang dari tadabur alam ini, makrifat atau pengenalan para murid kepada Allah SWT menjadi jauh lebih mendalam. Ketika mereka melihat gunung yang kokoh atau hamparan alam yang luas, hati mereka bergetar mengagumi kebesaran-Nya. Nilai tauhid yang kokoh inilah yang akan menjadi bekal dan pondasi karakter utama bagi mereka saat melangkah melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi nanti,” tutup beliau.
Suasana pelepasan di GOR Zulkarnain diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh pihak sekolah, meminta keselamatan, kelancaran, serta keberkahan sepanjang perjalanan. Tepat setelah apel selesai, para murid beserta guru pendamping langsung bergerak menuju armada bus untuk memulai petualangan spiritual mereka menyusuri keindahan alam Jawa Barat.
“Semoga perjalanan Rihlah Rabbani ini senantiasa dinaungi keselamatan, keberkahan, dan perlindungan Allah SWT dari berangkat hingga kembali. Besar harapan kita semua agar setiap langkah kaki para santri di alam Jawa Barat menjadi penggugur dosa, pembuka pintu hikmah, serta penguat iman yang menancap kokoh di dalam dada mereka. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.”
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer