Berdasarkan Data Kependudukan Bersih (DKB) Dinamis per 15 Juni 2026, Generasi Z menjadi kelompok penduduk terbesar di Indonesia dengan jumlah mencapai 64.040.121 jiwa. Besarnya populasi ini menjadikan Gen Z sebagai salah satu kekuatan utama yang akan memengaruhi arah perkembangan Indonesia di masa depan. Namun berbagai survey nasional maupun global menunjukkan bahwa Generasi Z merupakan kelompok usia yang cukup rentan mengalami kecemasan dan berbagai masalah kesehatan mental. Di Indonesia sendiri fenomena ini banyak dituding bersumber dari paparan media sosial yang intens, ketidakpastian karier, tekanan akademik, dan tuntutan ekonomi.
Jika kita mau melihat lebih dalam, kecemasan yang melanda Gen Z hari ini bukanlah tampa alasan. Dibalik layar gawai mereka, ada bayang bayangan ketikdakpastian masa depan yang sangat nyata. Dikarenakan Sistem yang berlaku saat ini yaitu sekularisme dan kapitalisme yang ukuran kebahagiaan berupa pencapaian materi, popularitas, atau pengakuan sosial. Ketika standar tersebut sulit dicapai, banyak anak muda mengalami kehilangan arah dan rasa tidak berharga. Sayangnya, di tengah kecemasan ini negara sering kali absen. Alih-alih merangkul dan memberikan jalan keluar, anak muda justru sering dicap negatif oleh generasi diatasnya. Bahkan dilabeli generasi tua sebagai “Generasi Stroberi”.
Namun tekanan yang luar biasa ini ternyata tidak sepenuhnya melahirkan kepasrahan. Di seluruh dunia, termasuk Indonesia, mulai muncul gelombang resistensi. Mereka tidak lagi mudah terbuai oleh narasi pertumbuhan ekonomi atau modernisasi, jika realitas yang mereka hadapi sehari-hari justru berupa menyempitnya lapangan kerja dan mahalnya biaya hidup. Kecemasan Gen Z hari ini perlahan bertransformasi menjadi sikap skeptis yang sehat dan daya kritis yang tajam. Mereka mulai mempertanyakan “Mengapa dunia jadi sekejam ini?”. Ketidakpuasan terhadap kondisi saat ini dapat mendorong mereka untuk mencari Solusi sehingga mengubah potensi pemuda dari sekadar korban zaman menjadi agen perubahan untuk kehidupan yang lebih bermakna.
Ketika anak muda sudah skeptis terhadap janji sistem kapitalis-sekulerisme saat ini, disitulah islam hadir memberi jawaban karena islam bukan sekedar agama ritual, melainkan sistem hidup yang utuh. Islam menawarkan pandangan hidup yang memberikan ketenangan sekaligus arah yang jelas bagi manusia. Islam tidak hanya mengatur aspek spiritual, tetapi juga memberikan pedoman dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan, dan pemerintahan. Karena itu, Islam dipandang sebagai rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin). Sejarah peradaban Islam juga menunjukkan lahirnya generasi-generasi unggul yang memiliki kepribadian kuat dan kemampuan intelektual yang tinggi. Mereka tidak hanya kokoh dalam akidah, tetapi juga berkontribusi dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, teknologi, pemerintahan dan sosial.
Dalam Sistem Islam, negara memiliki fungsi sebagai pengurus dan pelayan rakyat yang bertanggung jawab menjamin kebutuhan dasar masyarakat secara adil. Kehadiran negara yang menjalankan amanah tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya generasi yang sehat, berilmu, dan berdaya. Oleh karena itu, pemuda perlu disadarkan bahwa tugas mereka bukan sekadar bertahan hidup (surviving) dalam sistem yang rusak, melainkan mengemban risalah untuk memperbaiki peradaban. Dengan menjadikan Islam sebagai landasan berpikir dan bertindak, serta memiliki kepedulian terhadap kondisi umat dan masyarakat. Generasi Z dapat mengubah kecemasan menjadi energi kebangkitan. Masa depan yang lebih baik tidak lagi menjadi sekadar angan-angan, tetapi tujuan yang diperjuangkan secara sadar dan terarah
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


































![Blok M Jadi Surga Nongkrong Gen Z di Jakarta Selatan 34 Kepadatan pengunjung kawasan Blok M
[Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi]](https://siaran-berita.com/wp-content/uploads/2026/06/1000862511-360x180.jpg)






































