Kediri (27/4). Sekretaris DPD LDII Kota Kediri, Asyhari Eko Prayitno, menghadiri undangan DPRD Provinsi Jawa Timur dalam kegiatan Sosialisasi Toleransi dan Keberagaman bertajuk “Kediri Guyub Rukun: Merawat Toleransi, Memperkuat dan Merangkul Keberagaman”. Acara tersebut diadakan di Tegowangi Ballroom, Hotel Grand Surya, pada Minggu (26/4), dengan dihadiri tokoh lintas sektor dan jajaran pemerintahan.
Turut hadir dalam forum tersebut Anggota DPRD Provinsi Jatim M. Hadi Setiawan, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota Kediri Gus Qowwim, jajaran Forkopimda, Wakil Ketua I DPRD Kota Kediri Sudjono Teguh Widjaja serta sejumlah Anggota DPRD Kota Kediri.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, dalam sambutannya menekankan bahwa pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan pembangunan suasana batin masyarakat yang rukun. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat dalam komunikasi adalah kunci kelancaran program pemerintah.
“Membangun kota itu penting, tetapi menjaga kebersamaan jauh lebih penting. Pembangunan tidak hanya bisa dari pemerintah, melainkan harus ada keterlibatan dan rasa peduli dari masyarakat. Jika komunikasi terjaga, suasananya akan guyub dan segala hal yang kita kerjakan berjalan lancar,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Mbak Wali tersebut.
Senada dengan hal tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jatim, M. Hadi Setiawan, mengingatkan bahwa toleransi bukan hanya soal hubungan antarmanusia secara sosial, tetapi juga sinkronisasi antara kepentingan politik dan kebijakan kekuasaan demi kemaslahatan rakyat.
“Toleransi harus tercipta antara masyarakat, politik, dan pemegang kekuasaan. Kita harus menjaga persatuan dan kesatuan ini agar tidak terjadi peristiwa yang mengancam kehidupan bermasyarakat. Pembelajaran masa lalu mengajarkan kita bahwa tanpa toleransi, stabilitas bangsa bisa terancam,” jelasnya.
Ia juga mendorong adanya ruang aspirasi yang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan kepada pemerintah. Ia juga menegaskan bahwa toleransi harus dijaga di semua lini kehidupan, baik dalam masyarakat maupun dalam dinamika politik dan pemerintahan.
“Toleransi bukan hanya antar masyarakat, tetapi juga harus terbangun antara pemangku kebijakan. Tanpa toleransi, kehidupan bermasyarakat bisa terganggu. Ini harus kita jaga bersama,” ungkapnya.
Menanggapi jalannya sosialisasi, Sekretaris DPD LDII Kota Kediri, Asyhari Eko Prayitno memberikan apresiasi terhadap inisiatif DPRD Provinsi Jatim dan Pemerintah Kota Kediri dalam merawat keberagaman. Ia juga menyoroti prestasi Kota Kediri yang baru saja dinobatkan sebagai peringkat ke-8 Kota Paling Toleran secara Nasional.
“Kami sangat mengapresiasi forum sosialisasi ini sebagai Langkah baik dalam merawat nilai-nilai luhur di Kediri. Capaian Kota Kediri sebagai Peringkat ke-8 Kota Paling Toleran Nasional adalah prestasi luar biasa yang harus kita syukuri dan jaga bersama. Predikat ini membuktikan bahwa semangat ‘Guyub Rukun’ di Kediri bukan sekadar slogan, melainkan realitas yang diakui secara nasional,” ungkapnya.
“Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai kebersamaan, saling menghormati, dan kerukunan telah terbangun dengan baik di tengah masyarakat,” imbuhnya.
Menurutnya, capaian tersebut harus terus dijaga dan ditingkatkan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Prestasi ini menjadi tanggung jawab bersama untuk terus dipertahankan. Melalui komunikasi, silaturahmi, dan kegiatan seperti ini, kita berharap Kota Kediri semakin kuat dalam menjaga toleransi dan keberagaman,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa LDII siap menjadi garda terdepan dalam merangkul keberagaman melalui pembinaan warga yang inklusif. “LDII berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan elemen lintas agama demi memperkuat kerukunan. Persatuan adalah modal utama agar pembangunan di Kota Kediri dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” pungkasnya.
“Semoga dengan kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat dalam menciptakan suasana yang harmonis, sehingga Kota Kediri tidak hanya maju dalam pembangunan, tetapi juga menjadi kota yang rukun dan toleran,” pungkasnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer

























































