Yogyakarta – MAN PK MAN 1 Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Haflah Akhirussanah bagi santri kelas XII pada Kamis (13/5/2026) di Aula MAN 1 Yogyakarta. Kegiatan berlangsung khidmat, penuh haru, sekaligus menjadi momentum peneguhan nilai ilmu, akhlak, dan kemandirian yang selama ini ditanamkan di lingkungan madrasah dan asrama.
Acara diawali dengan prosesi kirab santri yang diiringi pembacaan puisi penghormatan dan ekspresi kebanggaan bagi para santri kelas XII MAN PK MAN 1 Yogyakarta. Suasana penuh semangat dan emosional tampak menyelimuti aula ketika para santri memasuki ruangan dengan penuh wibawa sebagai simbol perjalanan panjang mereka dalam menuntut ilmu.
Pada sesi prakata santri, perwakilan santri Muntaz menyampaikan pidato menggunakan Bahasa Arab, sedangkan Miranda menyampaikan prakata menggunakan Bahasa Inggris. Penampilan keduanya menjadi representasi kemampuan bahasa asing santri MAN PK yang selama ini dibina secara intensif di lingkungan kepesantrenan.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh wali santri dan rasa terima kasih kepada para asatidz yang telah membersamai serta mengawal para santri selama 24 jam di asrama. Dalam kesempatan tersebut ia secara simbolis menyerahkan kembali para santri kepada orang tua masing-masing.
Ia berpesan agar para santri senantiasa menjaga nilai-nilai yang telah ditempa selama berada di MAN PK MAN 1 Yogyakarta. Menurutnya, kemandirian, ilmu, dan akhlak harus menjadi pondasi utama dalam menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Unit Kepesantrenan MAN 1 Yogyakarta Latifah Rahmawati, M.Pd. Dalam pesannya ia menegaskan pentingnya menjaga akhlak dan shalat, karena keduanya merupakan pondasi kesuksesan dunia dan akhirat. Ia juga menjelaskan bahwa kehidupan asrama bukan hanya berfokus pada akademik, tetapi juga menjadi sarana pembentukan leadership, kemandirian, serta penguatan berbagai soft skill melalui organisasi dan beragam kegiatan kepesantrenan.

Sementara itu, perwakilan wali santri, Bapak Syaifuddin Zuhri, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran madrasah, mulai dari kepala madrasah, para guru, asatidz, hingga petugas dapur yang telah mendampingi dan membina para santri. Dalam sambutannya beliau menyinggung tantangan generasi muda saat ini yang kerap dihadapkan pada isu mental health dan ketahanan diri.
Ia menyampaikan bahwa generasi muda saat ini sering disebut sebagai generasi “stroberi”, yakni generasi yang dinilai memiliki mental kurang stabil. Oleh karena itu, beliau mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih karena selama berada di MAN PK MAN 1 Yogyakarta, para santri ditempa menjadi pribadi yang lebih mandiri, disiplin, dan tangguh.
Salah satu sesi yang menarik perhatian hadirin adalah prosesi pembacaan kitab Fathul Qorib oleh ananda Haifa. Dalam sesi tersebut, audiens dipersilakan memilih secara acak bab yang akan dibaca. Salah seorang hadirin meminta pembacaan Kitabu as-Saum.
Haifa tidak hanya membaca teks kitab, tetapi juga menjelaskan makna, maksud, serta taqrib setiap kalimat dengan analisis ilmu nahwu dan shorof. Penampilan tersebut menjadi representasi kemampuan dasar santri MAN PK dalam memahami kitab-kitab rujukan syariat Islam secara mendalam dan terarah. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran di MAN PK tidak hanya menekankan hafalan, tetapi juga kemampuan bernalar sesuai tuntunan ilmu dan metodologi para ulama.
Acara inti berupa prosesi haflah dan penyerahan syahadah MAN PK MAN 1 Yogyakarta berlangsung penuh haru dan khidmat. Momen tersebut menjadi tanda berakhirnya masa pendidikan santri kelas XII sekaligus awal pengabdian mereka di tengah masyarakat.
Pada kesempatan itu juga dilaksanakan pemberian Santri Award yang meliputi kategori santri berprestasi, santri teladan, dan most favorite santri. Suasana semakin emosional ketika para santri menyerahkan bunga kepada orang tua masing-masing sebagai simbol rasa terima kasih dan bakti atas segala pengorbanan yang telah diberikan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video kenangan serta ucapan selamat dari santri kelas X dan XII yang menghadirkan kembali berbagai momen perjalanan para santri selama belajar di MAN PK MAN 1 Yogyakarta. Rangkaian Haflah Akhirussanah ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Nawawi. (H.A)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer































































