PONOROGO 03 Maret 2026 – Di tengah pesatnya perubahan lanskap dunia kerja yang didorong oleh teknologi, Pondok Pesantren Darul Falah Ponorogo mengambil langkah proaktif dengan menghadirkan perspektif industri langsung ke dalam asrama. Ahmad Madani (Madanirei), praktisi senior Sales & Marketing nasional sekaligus Sekretaris Jenderal KOMISI, hadir untuk memberikan pembekalan strategis bagi santri kelas akhir mengenai urgensi Masa Pengabdian sebagai fase krusial pengembangan diri.
Dalam diskusi bertajuk “Santri Ready for Future Work”, Ahmad Madani yang juga merupakan alumni berprestasi dari Darul Falah, memaparkan bahwa pesantren memiliki potensi besar untuk melahirkan pemimpin masa depan jika para santrinya mampu memaksimalkan masa pengabdian pasca-kelulusan.
Transformasi Soft Skills melalui Pengabdian Menurut Ahmad Madani, ada tiga kompetensi utama yang hanya bisa diasah secara maksimal melalui proses pengabdian di lingkungan pesantren:
Penguasaan Konsep melalui Mentoring: Ahmad Madani menekankan bahwa mengajar adik kelas selama masa pengabdian adalah metode belajar paling efektif (The Feynman Technique). “Marketer hebat adalah pendidik yang hebat. Kemampuan santri dalam menyampaikan ilmu agama secara sederhana adalah latihan mental yang luar biasa untuk menguasai teknik komunikasi di dunia profesional,” jelasnya.
Pengembangan Otoritas dan Public Speaking: Dunia industri mencari individu yang memiliki kepercayaan diri tinggi. Masa pengabdian memberikan panggung nyata bagi santri untuk melatih kemampuan berbicara di depan publik dan mengelola tim, yang menjadi modal fundamental saat memasuki dunia karir nasional maupun internasional.
Agilitas Digital di Era Kecerdasan Buatan (AI): Ahmad Madani menyoroti pentingnya Agilitas (ketangkasan adaptasi). Di era di mana kecerdasan buatan mulai mendominasi, santri dituntut untuk mahir dalam literasi digital tanpa kehilangan integritas moral. Masa pengabdian melatih keluwesan santri dalam merespons dinamika sosial yang berubah cepat—sebuah syarat mutlak bagi tenaga kerja yang kompetitif saat ini.
Pesantren Darul Falah: Ekosistem Pendidikan Masa Depan Inisiatif menghadirkan alumni praktisi seperti Ahmad Madani merupakan bagian dari komitmen Pesantren Darul Falah Ponorogo untuk menjadi institusi yang relevan dengan zaman. Dengan integrasi program digital seperti One Santri One Tablet dan pembekalan karakter yang kuat, Darul Falah memastikan lulusannya siap menjadi subjek, bukan objek, dari kemajuan teknologi.
“Kami ingin menghapus stigma bahwa lulusan pesantren gagap teknologi. Justru, kami mencetak santri yang mampu menyeimbangkan kedalaman kitab kuning dengan ketangkasan digital. Inilah mengapa pilihan terbaik untuk pendidikan masa depan adalah: ‘Mondok aja di Darul Falah’,” pungkas Gus Reza Arif Achmadi, Pengasuh Darul Falah Ponorogo.
Acara ini ditutup dengan sesi sharing interaktif yang membekali santri dengan langkah-langkah praktis dalam membangun profil profesional sejak dini.
Tentang Ahmad Madani (Madanirei): Seorang praktisi pemasaran, narasumber publik, dan Sekretaris Jenderal KOMISI (Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia). Beliau aktif mendampingi program pendidikan vokasi (SMK) dan pesantren di Indonesia dalam mengadopsi teknologi digital marketing dan kecerdasan buatan (AI).
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































