Pengelolaan limbah organik rumah tangga masih menjadi persoalan lingkungan di banyak wilayah pedesaan. Di Dusun Belor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, sisa dapur seperti kulit buah, sayuran, serta limbah cair rumah tangga kerap dibuang langsung ke tanah atau saluran terbuka. Kondisi ini berpotensi menimbulkan bau tidak sedap, genangan air, serta pencemaran lingkungan sekitar dan tempat berkembang biaknya nyamuk. Melihat permasalahan tersebut, inovasi yang bisa untuk diterapkan dalam pengelolaan lingkungannya adalah pembuatan biopori dari eco-enzyme dengan pemanfaatan sistem floor drain, yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberi manfaat kesehatan bagi warga.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa dari Sub Kelompok 1-R9 (Desa Kembangbelor) di wilayah dusun belor. Menurut saya, pengelolaan limbah rumah tangga sering menjadi masalah di dusun belor ini karena sebagian besar limbah organik hanya dibuang begitu saja. Dalam program ini, Biopori merupakan lubang resapan yang berfungsi meningkatkan daya serap tanah terhadap air sekaligus sebagai media penguraian sampah organik.
Inovasi teknologi tepat guna (TTG) yang diperkenalkan oleh sub kelompok saya menggunakan eco-enzyme, cairan hasil fermentasi sisa buah dan sayuran yang memiliki manfaat sebagai pengurai alami, pengendali bau, dan penyubur tanah yang diaplikasikan ke dalam lubang biopori dengan menggunakan pemanfaatan sistem floor drain sebagai ventilasi udara dan sebagai filtrasi air yang masuk ke dalam biopori. Dengan metode integrasi ini, limbah organik tidak hanya diuraikan menjadi kompos alami, tetapi juga air limbah dapat tersaring lebih efektif sehingga mengurangi risiko penyakit yang ditularkan melalui air seperti diare, demam berdarah dan program kerja KKN ini sangat ramah lingkungan.
Salah satu warga dusun Belor yaitu, Ibu Purmiasih, menyampaikan antusiasmenya, “Dulu kalau hujan lubang pembuangan cepat mampet, tapi sekarang dengan biopori dari eco-enzyme, air lebih lancar dan rumah pun lebih bersih.” Pernyataan ini menegaskan bahwa inovasi sederhana namun tepat guna dapat meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus kesehatan masyarakat.
Tim KKN dari LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya juga memberikan masukan singkat (input) tentang saran sekaligus gambaran program mengenai eco-enzyme dari limbah buah dan sayuran yang ada di rumah, sekaligus memberikan ide inovatif dalam proses pembuatan program kerja tentang lubang biopori yang terintegrasi dengan sistem floor drain. Proses ini dianggap mudah dan bisa diterapkan oleh semua anggota keluarga di dusun Belor khususnya.
Dosen pembimbing KKN saya, yaitu Bapak H. Nor Hasan menjelaskan bahwa langkah ini sekaligus mendukung program pemerintah dalam pengelolaan sampah organik di tingkat desa. “Pendekatan yang melibatkan partisipasi masyarakat akan membuat inovasi ini lebih berkelanjutan. Eco-enzyme dan biopori tidak hanya solusi lingkungan, tetapi juga edukasi bagi warga untuk sadar akan pentingnya pengelolaan limbah,” jelasnya.
Dengan penerapan inovasi ini, Dusun Belor diharapkan menjadi contoh pengelolaan limbah rumah tangga yang sederhana namun efektif. Metode biopori dari eco-enzyme yang terintegrasi dengan pemanfaatan sistem floor drain ini dapat direplikasi di dusun lain, sehingga warga desa lain pun dapat merasakan manfaat kesehatan sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih, sehat dan nyaman.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































