BATANG, JAWA TENGAH – Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Undip) Reguler Tim II 2026 melaksanakan kegiatan mengajar dan edukasi anti-bullying kepada anak-anak Desa Kemligi, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, melalui kegiatan pembelajaran di Perpustakaan Desa Kemligi. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman anak mengenai perilaku bullying, dampaknya terhadap orang lain, serta pentingnya membangun lingkungan pertemanan yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Kegiatan edukasi anti-bullying tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi Tim KKN Undip dalam mendukung perkembangan karakter dan kesadaran sosial anak-anak di Desa Kemligi. Pada usia anak-anak, interaksi dengan teman sebaya menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pemahaman mengenai cara memperlakukan orang lain dengan baik perlu ditanamkan sejak dini agar anak mampu membedakan perilaku yang dapat menyakiti orang lain dan memahami pentingnya menghargai perbedaan.
Melihat pentingnya pemahaman tersebut, Tim KKN Undip merancang kegiatan mengajar dengan materi yang dikemas secara sederhana dan interaktif. Edukasi tidak hanya menjelaskan pengertian bullying, tetapi juga mengajak anak-anak mengenali berbagai bentuk perilaku bullying yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui perkataan, tindakan, maupun perlakuan terhadap teman.
Dalam pelaksanaannya, Tim KKN Undip menyampaikan beberapa materi utama mengenai anti-bullying. Pertama, anak-anak diberikan pemahaman mengenai pengertian bullying dan contoh perilakunya yang dekat dengan kehidupan mereka. Anak-anak diajak mengenali bahwa mengejek, menghina, mengucilkan, atau melakukan tindakan yang menyakiti teman secara berulang bukanlah bentuk candaan yang dapat dibenarkan.
Kedua, mahasiswa menjelaskan mengenai dampak bullying terhadap korban. Anak-anak diajak memahami bahwa perkataan maupun tindakan yang dianggap sebagai candaan dapat memberikan dampak bagi orang lain, seperti membuat seseorang merasa sedih, takut, tidak percaya diri, atau enggan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Melalui materi tersebut, peserta diajak untuk lebih berhati-hati dalam berucap dan bertindak kepada teman.
Ketiga, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan mengenai cara bersikap ketika melihat atau mengalami bullying. Mahasiswa mengajarkan anak-anak untuk tidak ikut melakukan bullying, berani mengatakan bahwa tindakan tersebut tidak baik, serta mencari bantuan dari orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami atau menyaksikan tindakan bullying.
Keempat, mahasiswa menanamkan pentingnya saling menghargai dan membangun pertemanan yang positif. Anak-anak diajak untuk menghargai perbedaan, tidak membeda-bedakan teman, saling membantu, serta menciptakan suasana bermain dan belajar yang membuat setiap anak merasa aman dan diterima.
Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan yang interaktif agar anak-anak dapat lebih mudah memahami pesan yang diberikan. Mahasiswa mengajak peserta berdiskusi mengenai contoh situasi yang mungkin mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat mengenai tindakan yang sebaiknya dilakukan ketika menghadapi situasi tersebut.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Anak-anak aktif mengikuti pembelajaran dan memberikan respons terhadap contoh-contoh yang disampaikan mahasiswa. Interaksi tersebut membuat kegiatan tidak hanya menjadi sesi penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar memahami perasaan orang lain dan membangun hubungan pertemanan yang lebih positif.
Bapak ibu guru SD Negeri Kemligi “Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan teman-teman KKN Undip. Edukasi seperti ini penting untuk anak-anak karena mereka dapat belajar sejak dini mengenai bagaimana menghargai teman dan menghindari perilaku bullying. Harapannya, anak-anak dapat menerapkan apa yang sudah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.”\\\
Selain edukasi anti-bullying, kegiatan juga diselingi dengan pengenalan mengenai hak anak atas pendidikan dan literasi, serta etika dalam menggunakan fasilitas umum. Anak-anak diberikan pemahaman bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar dan menggunakan fasilitas pendidikan dengan baik. Dalam kegiatan yang berlangsung di perpustakaan desa tersebut, mahasiswa turut mengingatkan pentingnya menjaga buku dan fasilitas sebagai aset yang dapat digunakan bersama.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pemanfaatan perpustakaan secara tertib, Tim KKN Undip juga membantu menyusun tata tertib dan aturan peminjaman buku. Hal tersebut dilakukan agar anak-anak tidak hanya mendapatkan edukasi mengenai sikap saling menghargai, tetapi juga memahami tanggung jawab dalam menggunakan fasilitas dan sumber belajar bersama.
Melalui kegiatan ini, Tim KKN Undip Reguler Tim II 2026 berharap edukasi anti-bullying dapat meningkatkan kesadaran anak-anak Desa Kemligi untuk lebih menghargai teman, memahami dampak dari perilaku bullying, serta berani mengambil sikap ketika menghadapi tindakan yang tidak tepat. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN Undip dalam mendukung terciptanya lingkungan belajar dan bermain yang lebih aman bagi anak-anak Desa Kemligi. Dengan menanamkan nilai saling menghargai sejak dini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang mampu membangun hubungan sosial yang positif serta menciptakan lingkungan yang bebas dari bullying.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































