“Bukan mimpinya yang dikecilin, tapi usahanya yang dibesarin.”
~ Ayushita Ahmad ~
Di balik layar aplikasi yang digunakan setiap hari, ada proses panjang pengolahan data, logika, dan pemecahan masalah. Dunia itulah yang menarik perhatian Ayushita Ahmad sejak duduk di bangku sekolah. Ketertarikan yang berawal dari rasa penasaran tersebut kini mengantarkannya diterima di Program Studi Sistem Informasi Universitas Airlangga (UNAIR). Bagi murid MAN 1 Yogyakarta ini, keberhasilan bukanlah hasil dari keberuntungan sesaat, melainkan buah dari proses belajar yang konsisten, kemauan untuk terus berkembang, serta keberanian memilih bidang yang benar-benar sesuai dengan minatnya.
Sejak kecil, Ayushita, putri dari Agus Achmad dan Yusrina, telah akrab dengan dunia usaha. Ia kerap membantu sang eyang di toko keluarga yang menjual alat tulis kantor (ATK), kitab-kitab, serta berbagai perlengkapan pramuka. Selama membantu di toko eyangnya, ia melihat bahwa berbagai kegiatan administrasi masih dilakukan secara manual. Pencatatan data, termasuk pengelolaan gaji dan administrasi toko, masih menggunakan buku tulis sebagaimana yang telah dilakukan selama bertahun-tahun. Dari sana, Ayushita belajar melihat bagaimana sebuah usaha dijalankan, mulai dari melayani pelanggan, mengatur barang dagangan, hingga melayani kebutuhan masyarakat yang datang ke toko. Pengalaman tersebut menumbuhkan ketertarikannya pada dunia bisnis sejak usia dini. “Saya ingin belajar di jurusan ini supaya suatu saat bisa membantu membuat sistem yang lebih modern, lebih mudah digunakan, dan lebih efisien,” ujar Ayushita.
Sementara itu, minatnya terhadap teknologi tumbuh dari pengalaman sederhana yang tidak pernah ia lupakan. Saat berkunjung ke rumah kakak sepupunya yang sedang menempuh studi di bidang ilmu komputer, Ayushita melihat sebuah tugas kuliah berupa pembuatan website. Pengalaman itu menjadi titik awal yang membangkitkan rasa penasarannya terhadap dunia pemrograman. “Dari situ saya penasaran tentang coding. Saya jadi ingin tahu bagaimana sebuah website dibuat dan bagaimana sebuah program bisa bekerja,” kenang Ayushita.
Seiring berjalannya waktu, rasa penasaran tersebut berkembang menjadi ketertarikan yang semakin kuat. Ia mulai melihat bahwa teknologi tidak hanya menarik untuk dipelajari, tetapi juga dapat digunakan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika minat pada teknologi bertemu dengan ketertarikannya pada dunia usaha, Ayushita menemukan bidang yang dirasanya mampu menggabungkan keduanya, yaitu Sistem Informasi.
Perpaduan antara minat pada bisnis dan teknologi itulah yang membuat Ayushita mantap memilih Program Studi Sistem Informasi. Baginya, jurusan tersebut bukan hanya mempelajari teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mengolah data menjadi informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan dan pengembangan usaha.
Kesuksesan Ayushita tentu tidak diraih secara instan. Ia memiliki pola belajar yang disiplin dan terstruktur. Selain di madrasah, proses belajarnya dibantu oleh program intensif yang diikutinya dari salah satu bimbingan belajar di Yogyakarta. Namun, yang membuat proses belajarnya efektif bukan hanya mengikuti pembelajaran, melainkan kebiasaan untuk meninjau kembali setiap materi yang telah dipelajari. “Setelah selesai belajar, saya biasanya mencoba ulang soal-soal yang sudah didapatkan dan mencari tahu kenapa jawabannya bisa seperti itu,” jelas Ayushita.
Selain itu, Ayushita juga memiliki kebiasaan yang sangat penting namun sering diabaikan oleh banyak pelajar, yaitu melakukan evaluasi setelah mengikuti tryout menjelang ujian. Ia tidak hanya melihat nilai akhir, tetapi menganalisis setiap kesalahan yang dilakukan, menemukan kelemahan dirinya, lalu memperbaikinya sebelum menghadapi ujian berikutnya. “Yang paling penting setelah tryout adalah mengevaluasi soal-soal yang masih salah dan mencari tahu di mana kelemahan saya,” tambah Ayushita.

Kebiasaan mengevaluasi diri inilah yang menjadi salah satu kunci keberhasilannya. Ketika menemukan kesalahan, Ayushita tidak menganggapnya sebagai kegagalan, melainkan sebagai petunjuk untuk mengetahui bagian mana yang masih perlu diperbaiki. Baginya, setiap soal yang salah adalah kesempatan untuk belajar lebih dalam dan memahami materi dengan lebih baik.
Meski banyak belajar melalui program intensif, Ayushita menegaskan bahwa peran guru di sekolah sangat berarti dalam perjalanan akademiknya. Baginya, guru bukan hanya sosok yang menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga sumber motivasi yang membantu murid semangat dalam meraih cita-cita. “Bagi saya, sosok guru sangat penting. Dari guru saya mengenal tidak hanya ilmu, tapi juga bagaimana berkarakter yang baik, beribadah dan berani mengambil tantangan dan keputusan,” tutur Ayushita.
Di tengah kesibukan mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi, Ayushita tetap menyisihkan waktu untuk melakukan hal-hal yang disukainya. Seperti remaja sebayanya, saat memiliki waktu luang, ia biasanya menonton serial drama atau melakukan cover lagu. Kegiatan tersebut menjadi cara sederhana untuk menyegarkan pikiran setelah menjalani rutinitas belajar yang padat.
Metode belajar yang diterapkan Ayushita dapat menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas yang sedang mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi. Belajar bukan sekadar mengerjakan banyak soal, tetapi juga memahami proses berpikir di balik setiap jawaban, berani mengevaluasi kesalahan, dan terus memperbaiki diri dari waktu ke waktu.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Program Studi Sistem Informasi nanti, Ayushita memiliki cita-cita yang dekat dengan akar pengalaman hidupnya. Ia ingin membantu mengelola toko milik eyangnya dengan memanfaatkan ilmu yang diperoleh selama kuliah. Tidak menutup kemungkinan pula, ia akan membangun usaha sendiri dan mengembangkan kemampuan bisnis yang telah ia sukai sejak kecil.
Bagi Ayushita, teknologi dan bisnis bukanlah dua dunia yang terpisah. Keduanya dapat saling melengkapi dan membuka berbagai peluang baru. Melalui ilmu yang nantinya akan ia pelajari melalui Program Studi Sistem Informasi UNAIR, ia berharap dapat menghadirkan solusi yang lebih efektif dalam pengelolaan usaha serta memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendukung pertumbuhan bisnis.
Penulis: Lilis Ummi Fa’iezah, S.Pd., M.A. (Guru MAN 1 Yogyakarta)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































