Demak — Dengan dukungan jejaring anak muda di daerahnya, Sultan Naufal Haruni, seorang Gen Z lulusan S2 Peternakan Universitas Diponegoro, memilih kembali ke Demak, kampung halamannya, untuk merintis usaha susu lokal melalui brand Coow. Ia dibantu Bayu, pemilik Warkop Kumpoel, serta rekan-rekan seperjuangan yang memiliki semangat serupa dalam membangun ekonomi lokal berbasis kolaborasi.
Keputusan Sultan terjun langsung ke dunia usaha bukan sekadar pilihan karier, melainkan bentuk keberpihakan pada nilai kebermanfaatan ilmu. Baginya, pengetahuan yang diperoleh di bangku magister harus hadir nyata di tengah masyarakat. Ia melihat sektor persusuan di daerah memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap, sekaligus membutuhkan inovasi dan pengelolaan yang lebih berkelanjutan.
Melalui Coow, Sultan mengembangkan produk susu segar yang diproduksi di Demak dengan mengoptimalkan peran peternak lokal. Model usaha ini tidak hanya berfokus pada aktivitas jual beli, tetapi juga pada upaya meningkatkan nilai tambah hasil peternakan, memperbaiki rantai pasok, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Usaha tersebut mulai dirintis setelah Sultan menuntaskan pendidikan magisternya. Ketika banyak lulusan S2 memilih jalur akademik atau berkarier di kota besar, Sultan justru mengambil langkah berbeda dengan pulang ke daerah dan membangun usaha berbasis potensi lokal. Keputusan ini menjadi penanda bahwa gelar akademik tidak harus berakhir di balik meja kantor, tetapi dapat diwujudkan dalam karya yang berdampak langsung.
Menurut Sultan, berwirausaha di daerah sendiri adalah bentuk kontribusi nyata generasi muda terhadap pembangunan ekonomi lokal. Ia ingin membuktikan bahwa lulusan S2 Peternakan tidak hanya mampu menguasai teori, tetapi juga bisa menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Ini saatnya Gen Z turun tangan: membangun dan menginovasikan UMKM lokal seperti Warkop Kumpol, Brava Coffee, Makdhe Farm, hingga lainnya. Karya anak daerah dimaksimalkan supaya bisa tumbuh, berdampak, dan dibanggakan,” ujarnya.
Kehadiran Coow yang bertumpu pada kolaborasi jejaring lokal, seperti Warkop Kumpoel dan pelaku UMKM lainnya, diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana anak muda dapat bersinergi membangun usaha di daerah. Inisiatif ini sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya agar berani pulang kampung, mengolah potensi lokal, dan mengubahnya menjadi kekuatan ekonomi.
“Ketika ilmu bertemu keberanian dan konsistensi, dampaknya bisa sangat besar,” tutupnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer

































































