Bekasi (27 Oktober 2025) – Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kaliabang kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan ini dilaksanakan secara mandiri di SDN Karang Satria 04, yang berlokasi di Jalan Karang Satria Kampung Gudang, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. PKM ini berlangsung pada Senin, 27 Oktober 2025, dan diikuti oleh sekitar 36 siswa kelas IV.
Kegiatan PKM ini merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai insan akademis, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.
Dengan mengusung tema “Pancasila Sebagai Sejarah,” kegiatan ini bertujuan memperkenalkan sejarah lahirnya Pancasila dan makna simbol-simbolnya kepada siswa/i kelas IV dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air serta memperkuat karakter Profil Pelajar Pancasila pada generasi muda.

Kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB, diawali dengan pembacaan doa dan salam perkenalan dari tim mahasiswa. Sesi pertama diisi dengan pemaparan materi dan edukasi interaktif yang membahas tentang pengertian Pancasila, sejarah pembentukannya, serta tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya.
Setelah pemaparan materi sesi pertama, dilanjutkan dengan Kuis Edukatif Sesi Pertama untuk mengukur pemahaman awal siswa. Kegiatan kemudian berlanjut dengan pemaparan materi mengenai makna-makna Pancasila dan contoh pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya pemaparan makna ini, para siswa diharapkan lebih mudah memahami cara mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam keseharian mereka.

Setelah materi sesi kedua selesai disampaikan, dilanjutkan dengan Kuis Sesi Kedua. Untuk menambah semangat dan antusiasme para siswa, mahasiswa telah menyiapkan hadiah berupa alat tulis kantor (ATK) lengkap bagi siswa yang berani dan mampu menjawab pertanyaan dengan tepat. Pendekatan yang digunakan mahasiswa bersifat komunikatif dan menyenangkan, memastikan nilai-nilai Pancasila dapat tersampaikan dan dipahami dengan baik.
Selain pemaparan materi dan kuis, kegiatan ini juga diselingi dengan sesi bermain games interaktif yang diikuti oleh seluruh siswa dan mahasiswa. Semua peserta duduk melingkar lalu mengoper spidol sambil menyanyikan lagu-lagu nasional, seperti Garuda Pancasila, Hari Merdeka (17 Agustus), dan Halo-Halo Bandung. Siswa yang kebagian memegang spidol saat lagu selesai akan diberikan pertanyaan interaktif seputar pendidikan Pancasila.

Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa UBSI dilatih untuk menumbuhkan empati, kepemimpinan, dan kemampuan bekerja sama. Nilai-nilai tersebut sangat sejalan dengan semangat Pancasila, terutama dalam membangun karakter generasi muda yang berintegritas dan bertanggung jawab.
Maka dari itu, menanamkan nilai Pancasila sejak usia dini sangatlah penting. Diharapkan mereka dapat tumbuh menjadi generasi penerus yang berkarakter kuat dan berjiwa sosial tinggi.
Kegiatan PKM ini menjadi bukti bahwa semangat pengabdian mahasiswa UBSI bukan semata-mata kewajiban akademik, tetapi juga panggilan hati untuk berkontribusi positif di masyarakat, memastikan Pancasila tetap menjadi pedoman yang menuntun bangsa Indonesia menuju persatuan dan kesejahteraan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”


































































