Yogyakarta — MAN 1 Yogyakarta memperkuat sinergi dengan orang tua dan wali murid melalui Pertemuan Orang Tua/Wali Murid Baru bersama Komite Madrasah yang digelar selama dua hari, Rabu-Kamis (10–11/6/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal membangun kolaborasi antara keluarga dan madrasah dalam mendampingi peserta didik menuju generasi muslim berkarakter, berprestasi, dan berdaya saing global.
Kegiatan tersebut diikuti ratusan orang tua dan wali murid dari berbagai jalur penerimaan peserta didik baru. Pada hari pertama, pertemuan diperuntukkan bagi orang tua dari jalur JPTT, CBT, Unggulan, dan Tahfidz. Sementara itu, hari kedua dibagi menjadi dua sesi, yakni Program Keagamaan dan Kelas Internasional. Untuk memberikan akses yang lebih luas, orang tua yang berada di luar daerah juga difasilitasi mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting.
Kepala MAN 1 Yogyakarta Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd. menegaskan bahwa pendidikan tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan keluarga. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi ruang strategis untuk menyamakan visi antara madrasah dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik.
“Ini merupakan momen yang penting untuk kita menjalin komunikasi agar bisa bersinergi dalam mendampingi putra-putri Bapak Ibu. Jika pondasi pendidikan dalam keluarga sudah kuat, maka pendidikan di madrasah akan lebih mudah,” tandas Edi.
Ia menambahkan, MAN 1 Yogyakarta berkomitmen membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter akhlakul karimah, kemandirian, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Kami akan berusaha mendampingi dan mendidik putra-putri Bapak Ibu agar memiliki karakter akhlakul karimah, mandiri, dan sesuai dengan tuntutan zaman. Kami ingin menyiapkan generasi muslim yang berwawasan global, memiliki kompetensi internasional, dan siap menjadi pemimpin di masa depan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Kepala Bidang Kurikulum Wakhid Hasyim, S.Pd.I., M.A. bersama Wakil Kepala Bidang Humas Apriya Dzikri R., S.Hum. memaparkan profil MAN 1 Yogyakarta secara komprehensif. Materi yang disampaikan meliputi sejarah madrasah, visi dan misi, program prioritas, sistem pembelajaran, berbagai prestasi peserta didik, profil alumni yang telah sukses di berbagai bidang, hingga ragam organisasi dan kegiatan ekstrakurikuler yang menjadi wadah pengembangan potensi murid.
Ketua Komite MAN 1 Yogyakarta Hazwan Iskandar Jaya, S.P., M.Ed., CMT., ASEAN turut mengajak seluruh orang tua dan wali murid untuk membangun kemitraan yang kuat dengan madrasah. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh program yang dirancang madrasah, tetapi juga oleh dukungan dan keterlibatan aktif keluarga dalam mendampingi putra-putri mereka.

Sementara itu, Program Keagamaan diperkenalkan langsung oleh Kepala Unit Program Keagamaan Latifa Rahmawati, M.Pd. Ia menjelaskan pola pembinaan yang diterapkan di asrama, mulai dari kegiatan sejak pagi hingga malam hari, termasuk aktivitas organisasi yang dijalankan oleh para murid.
Pada sesi Kelas Internasional, Kepala Unit Kelas Internasional Endang Sri Utami, M.Pd. memaparkan sistem kurikulum yang akan diterapkan. Program tersebut mengintegrasikan kurikulum internasional dan nasional guna membekali murid dengan kompetensi global tanpa meninggalkan identitas kebangsaan. Untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, murid akan menggunakan Kurikulum Cambridge. Adapun Matematika, Biologi, Fisika, dan Kimia menggunakan Kurikulum Oxford. Sementara mata pelajaran lainnya tetap mengacu pada Kurikulum Nasional.
Antusiasme orang tua terlihat dalam sesi diskusi yang berlangsung intensif. Berbagai pertanyaan, masukan, dan harapan disampaikan secara terbuka sebagai bentuk keterlibatan aktif dalam mendukung pendidikan putra-putri mereka.
Sebagai penutup tiap sesi, kegiatan ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh perwakilan orang tua/wali murid dan Komite Madrasah. Dokumen tersebut berisi kesepakatan bersama untuk mendukung seluruh program dan kebijakan madrasah demi terciptanya ekosistem pendidikan yang kuat dan berkelanjutan.
Pertemuan ini tidak sekadar agenda seremonial awal tahun ajaran. Lebih dari itu, menjadi penegasan bahwa keberhasilan pendidikan lahir dari kemitraan yang kokoh antara orang tua dan madrasah. Ketika orang tua dan madrasah berjalan dalam satu arah, harapan melahirkan generasi muslim berakhlak, cerdas, dan siap bersaing di panggung dunia bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan tujuan yang semakin dekat untuk diwujudkan. (dee)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































