Cirebon, 25 Juli 2026 – Upaya meningkatkan budaya literasi di tengah masyarakat terus dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 8 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Mengusung tema utama Penguatan Literasi, Kelompok 8 berkolaborasi dengan KANCIL (Komunitas Anak Negeri Cinta Literasi) menyelenggarakan kegiatan literasi yang berlangsung di Masjid As-Syuhada, Desa Kalisari, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu, 25 Juli 2026. Masjid As-Syuhada sendiri merupakan salah satu masjid yang aktif menjadi pusat kegiatan masyarakat di Desa Kalisari.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja unggulan KKN Kelompok 8 yang bertujuan membangun kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak, akan pentingnya membaca, belajar, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis sejak usia dini. Kolaborasi dengan KANCIL dipilih karena komunitas tersebut memiliki pengalaman dalam menjalankan berbagai gerakan literasi yang menyasar anak-anak dan masyarakat umum melalui metode pembelajaran yang menyenangkan.
Acara dimulai pada pagi hari dengan diawali registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan oleh pembawa acara. Suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan pembacaan doa. Dalam sambutannya, perwakilan KKN Kelompok 8 menyampaikan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, serta memanfaatkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Perwakilan KANCIL turut memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada seluruh peserta. Mereka mengajak anak-anak agar menjadikan membaca sebagai kebiasaan yang dilakukan setiap hari. Menurut mereka, membaca bukan hanya membuka jendela dunia, tetapi juga membentuk karakter, memperluas wawasan, dan menumbuhkan rasa percaya diri. Pesan tersebut disampaikan dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh anak-anak yang hadir.
Puluhan peserta yang terdiri atas anak-anak usia sekolah dasar hingga remaja tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka mengikuti berbagai aktivitas literasi yang dikemas secara interaktif, mulai dari membaca buku bersama, mendengarkan dongeng inspiratif, permainan edukatif, kuis pengetahuan, hingga sesi berbagi cerita. Metode pembelajaran yang santai membuat peserta merasa nyaman sehingga mereka lebih aktif bertanya, menjawab pertanyaan, dan menyampaikan pendapat.
Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian adalah sesi mendongeng. Melalui cerita yang sarat dengan nilai moral, anak-anak diajak memahami pentingnya kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, serta semangat belajar. Penyampaian cerita yang diselingi permainan dan interaksi membuat peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga ikut berpartisipasi secara aktif. Gelak tawa dan semangat peserta memenuhi ruangan Masjid As-Syuhada sepanjang kegiatan berlangsung.
Selain itu, mahasiswa KKN juga menyediakan pojok baca yang berisi berbagai buku bacaan anak, buku cerita bergambar, buku pengetahuan umum, dan buku motivasi. Kehadiran pojok baca ini diharapkan dapat menumbuhkan minat membaca masyarakat, khususnya anak-anak Desa Kalisari. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membaca bersama teman-temannya setelah sesi utama selesai.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN dan KANCIL menjadi bukti bahwa penguatan literasi membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Perguruan tinggi memiliki peran dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui pengabdian, sementara komunitas literasi menjadi mitra strategis dalam menghadirkan metode pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. Melalui kerja sama tersebut, kegiatan literasi tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga mampu memberikan pengalaman belajar yang berkesan bagi peserta.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Kelompok 8 tidak hanya berperan sebagai penyelenggara, tetapi juga menjadi fasilitator yang mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung. Mereka membantu anak-anak memilih buku bacaan sesuai usia, mengarahkan permainan edukatif, serta memberikan motivasi agar peserta semakin semangat belajar. Interaksi yang terjalin dengan baik menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menjadi sahabat belajar bagi anak-anak di lingkungan desa.
Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari masyarakat dan pengurus Masjid As-Syuhada. Mereka mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang memanfaatkan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga budaya membaca dan belajar semakin tumbuh di kalangan generasi muda Desa Kalisari.
Di akhir acara, seluruh peserta mengikuti sesi refleksi dan foto bersama sebagai bentuk dokumentasi kegiatan. Beberapa anak bahkan menyampaikan kesan bahwa mereka merasa senang karena dapat membaca buku baru, mendengarkan cerita menarik, serta mengikuti berbagai permainan edukatif. Antusiasme tersebut menjadi indikator bahwa pendekatan literasi yang menyenangkan mampu menarik minat anak-anak untuk belajar.
Melalui program ini, KKN Kelompok 8 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap gerakan literasi di Desa Kalisari tidak berhenti setelah masa KKN berakhir. Mahasiswa mendorong masyarakat untuk terus menghidupkan kegiatan membaca bersama, memanfaatkan fasilitas masjid sebagai ruang belajar, serta menjalin kerja sama dengan berbagai komunitas literasi agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Kegiatan kolaborasi bersama KANCIL menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Selain memberikan manfaat bagi peserta, program ini juga memperkuat hubungan antara mahasiswa, komunitas literasi, pemerintah desa, pengurus masjid, dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya budaya literasi sebagai fondasi dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, KKN Kelompok 8 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap pendidikan, mahasiswa berupaya menghadirkan perubahan positif yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat Desa Kalisari. Diharapkan, langkah kecil yang dimulai dari kegiatan literasi di Masjid As-Syuhada ini mampu menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus bersama-sama menumbuhkan budaya membaca, belajar, dan berkarya demi terwujudnya generasi yang cerdas, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































