Di Tengah ruangan yang tenang, sebuah bacaan doa dilanturkan. Percikan air mulai menetes di atas kepala santri. Wajahnya terlihat tegang, didamping orang tua dan saudara yang menyaksikanya dengan penuh harapan akan keberhasilannya dalam menuntut ilmu.
Tradisi ini dikenal sebagai peusijuk jak bet, sebuah tradisi yang masih dijaga di Aceh khususnya didesa Rumpuen Kabupaten Pidie Jaya. Bagi masyarakat setempat peusijuk jak bet bukan hanya tradisi turun-temurun tetapi sebagai simbol doa yang menggandung harapan akan keberkahan dalam menentut ilmu.
Menurut mereka, Pendidikan bukan hanya tentang memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan hidup yang harus dijalani dengan adab, doa, dan menghormati guru. Karena itu, setiap Langkah dalam menuntut ilmu selalu diawali dengan berbagai cara yang baik, salah satunya melalui tradisi peusijuek jak beut. Tradisi ini menjadi simbol bahwa ilmu yang dipelajari bukan sekedar untuk dipahami, tetapi juga diharapkan membawa manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain dimasa depan.
“supaya ilmu yang diberikan oleh guru berkah” ujar YN (42), seorang ibu rumah tangga yang telah lama menyaksikan dan menjalankan tradisi tersebut. Pernyataan sederhana itu menggambarkan esensi utama dari peusijuek jak beut bukan sekedar belajar, tetapi jugak restu dan keberkahan.
Dalam kehidupan masyarakat desa Rumpuen, hubungan antara murid dan guru memiliki nilai yang sangat dijunjung tinggi. Guru dipandang bukan hanya sebagai seseorang yang mengajari pengetahuan, melainkan sosok yang membimbing serta menjadi jalan bagi murit dalam memperoleh ilmu yang bermanfaat.
Menariknya, peusijuek tidak hanya dilakukan Ketika seorang santri mulai mengaji, tetapi juga saat hendak melanjutkan Pendidikan ke tempat lain. “biasanya pada saat diantarkan mengaji tapi kalau misalnya mau melanjutkan ngaji ketempat lain ada juga di peusijuek untuk meminta izin” tambah YN (42) hal ini menunjukkan bahwa tradisi tersebut tidak hanya dilakukan sekali di waktu awal mengaji, tetapi menjadi bagian dari setiap langkah perjalanan menuntut ilmu.
Tradisi Peusijuek sendiri telah lama dikenal sebagai bagian penting dalam kebudayaan Aceh. Warisan budaya ini biasanya dilakukan pada berbagai momen penting, mulai dari pernikahan, menempati rumah baru, keberangkatan haji, hingga menyambut seseorang yang akan memulai fase baru dalam kehidupan. Dalam pelaksanaannya, Peusijuek menjadi simbol permohonan keselamatan, ketenangan, dan keberkahan. Ketika diterapkan dalam konteks Jak Beut, makna tersebut berkembang menjadi bentuk doa serta keberkahan agar diberikan kemudahan selama menjalani proses belajar.
Di era modern seperti sekarang, ketika perkembangan teknologi semakin memengaruhi pola kehidupan masyarakat, keberadaan tradisi lokal sering kali mulai ditinggalkan, terutama oleh generasi muda. Namun, berbeda dengan sebagian tradisi lainnya, Peusijuek Jak Beut masih terus dipertahankan oleh sebagian masyarakat Aceh sebagai bentuk menjaga identitas budaya sekaligus mempertahankan nilai-nilai yang diwariskan oleh para pendahulu. Hal ini menunjukkan bahwa modernisasi tidak selalu harus menghilangkan budaya lama, melainkan dapat berjalan berdampingan selama masyarakat masih memiliki kesadaran untuk menjaganya.
Sampai saat ini tradisi Peusijuek jak beut tetap berdiri sebagai penanda bahwa tidak semua hal harus ditinggalkan. Ada nilai-nilai yang justru harus dipertahankan agar kehidupan tetap memiliki arah dan makna. Tradisi ini bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat mempersiapkan masa depan dengan tetap berpegang pada akar budaya mereka.
Dengan segala makna yang terkandung di dalamnya, Peusijuk jak beut bukan sekadar tradisi semata tetapi cerminan kearifan lokal, pengingat akan pentingnya doa, serta bukti bahwa dalam setiap langkah menuntut ilmu, selalu ada doa, serta harapan yang disematkan. Peusijuk Jak beut merupakan tradisi yang sederhana, namun penuh arti, dan akan terus hidup selama masyarakat masih menjaga dan melestarikannya dari generasi ke generasi.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































