Di tengah riuhnya peradaban digital, ketika jari lebih lincah mengetik di layar daripada menyalami sesama, kita dihadapkan pada tantangan mendasar: apakah kita sedang membentuk generasi yang benar-benar kuat, atau hanya generasi yang piawai di balik layar?
Dunia maya memang menawarkan kecepatan dan kemudahan. Namun, kehidupan nyata menuntut keberanian memimpin, ketangguhan bertahan dalam tekanan, dan kebijaksanaan mengambil keputusan—keterampilan yang tidak lahir dari scrolling atau clicking, melainkan dari tempaan pengalaman hidup yang sesungguhnya.
Pramuka adalah ruang itu. Ia bukan sekadar kegiatan berkemah atau mempelajari simpul tali. Ia adalah laboratorium karakter—mengajarkan disiplin, kerja sama, empati, dan cinta tanah air. Di sana, kita belajar mengendalikan ego, berbagi tawa di tengah hujan, dan menemukan kekuatan saat kaki sudah lelah melangkah.
Kesadaran akan pentingnya nilai-nilai ini membuat STKIP Al Hikmah Surabaya menjadikan pramuka bukan pelengkap, tetapi jantung pendidikan karakter. Effort dan keseriusan itu terlihat nyata dalam beragam kegiatan kepramukaan yang aktif dijalankan. Mahasiswa rutin mengikuti kemah mahasiswa di lingkungan kampus, menghidupkan suasana persaudaraan dan kerja sama. Mereka juga terlibat dalam kegiatan pendidikan kepramukaan, baik di dalam maupun luar kampus. Terakhir, kegiatan kepramukaan di Bernah De Valley dan Villa Kebun Pakis, yang memadukan petualangan alam dengan pembelajaran kepemimpinan dan keterampilan hidup.
Lebih dari itu, mahasiswa STKIP Al Hikmah menjadi pendamping aktif setiap kegiatan pramuka di unit-unit sekolah SD dan SMP Al Hikmah. Mereka membimbing adik-adik generasi penerus, menularkan semangat, keterampilan, dan nilai-nilai luhur yang mereka sendiri pelajari. Keterlibatan ini adalah bukti bahwa pramuka di STKIP Al Hikmah tidak berhenti pada upacara atau pelatihan di kampus—ia mengalir ke masyarakat, membentuk jejaring pengabdian yang nyata.
Setiap Hari Pramuka, seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa mengenakan seragam pramuka. Ini bukan sekadar formalitas, melainkan pernyataan bersama: bahwa di tengah derasnya arus teknologi, kami memilih menjaga api karakter tetap menyala. Karena di balik setiap calon pendidik yang lahir dari kampus ini, ada jiwa pramuka yang siap memimpin, mengabdi, dan menginspirasi.
Salam Pramuka!
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































