SAMPANG – Ratusan anak sekolah dasar berstatus yatim dari keluarga kurang mampu di 14 kecamatan Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menerima paket perlengkapan sekolah berupa seragam, sepatu, tas, dan alat tulis. Bantuan disalurkan Ruang Sejahtera Sampang langsung ke rumah masing-masing penerima selama tiga hari, 2 hingga 4 Juli 2026, menjelang tahun ajaran baru.
Penyaluran dilakukan oleh anggota Ruang Sejahtera Sampang di masing-masing kecamatan sesuai wilayah tugasnya. Setiap anak menerima satu paket bantuan yang berisi tiga jenis perlengkapan sekolah dari empat pilihan yang telah ditentukan berdasarkan kebutuhan penerima.
Salah satu wali murid penerima bantuan mengaku terbantu setelah menerima paket tersebut di rumahnya. “Alhamdulillah sekarang anak saya sudah punya seragam dan sepatu baru. Saya memang belum mampu membeli semuanya sekaligus,” katanya. Perempuan yang berprofesi sebagai buruh tani lepas itu mengatakan, sejak suaminya meninggal, penghasilannya tidak menentu dan sering tidak cukup menutup kebutuhan sekolah anak di awal tahun ajaran.
Anaknya langsung mencoba sepatu baru begitu paket dibuka, sementara ia memeriksa ukuran seragam yang diterima.
Ketua Ruang Sejahtera Sampang, Nasiri, SE, menjelaskan bahwa penetapan penerima bantuan dilakukan berdasarkan pendataan anak yatim dari keluarga kurang mampu yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sampang. Menurutnya, program tersebut dirancang agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada mereka yang paling membutuhkan.
“Bantuan ini menjangkau anak-anak di 14 kecamatan di Kabupaten Sampang. Namun, kami menyadari bahwa jumlah penerima saat ini masih mencakup sebagian kecil dari ribuan anak yatim yang hidup dalam keterbatasan ekonomi setelah kehilangan orang tua. Kami berharap program ini dapat terus berkembang sehingga ke depan semakin banyak anak yang dapat merasakan manfaatnya,” ujar Nasiri.
Ia menambahkan, harapan utama kegiatan ini adalah agar anak-anak tidak terganggu belajarnya karena persoalan perlengkapan. “Harapan kami, setelah kebutuhan ini terpenuhi, anak-anak bisa fokus belajar tanpa harus memikirkan seragam atau sepatu yang sudah rusak,” katanya.
Kegiatan ini merupakan salah satu dari dua program sosial Ruang Sejahtera Sampang. Program lainnya adalah penyaluran sembako mingguan yang sudah lebih dulu berjalan, menyasar masyarakat kurang mampu secara umum tanpa batasan usia. Menurut Nasiri, kedua program berjalan terpisah meski sasarannya sama-sama warga dengan keterbatasan ekonomi.
Verifikasi data penerima dilakukan sebelum penyaluran, dengan kriteria utama berstatus yatim dan berasal dari keluarga kurang mampu.
Nasiri mengatakan pihaknya akan mengevaluasi kembali kebutuhan serupa menjelang tahun ajaran mendatang. “Soal keberlanjutan, itu yang terus kami pikirkan, karena kebutuhan seperti ini akan selalu muncul setiap tahun. Sembako mingguan juga tetap jalan seperti biasa,” katanya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































