Yogyakarta — Sebanyak 282 murid baru MAN 1 Yogyakarta mengikuti Pelatihan Baris-Berbaris Masa Taaruf Murid Madrasah (PBB MATAMUDA), Senin–Selasa, 13–14 Juli 2026. Kegiatan yang digelar Tonti Sagara ini menjadi bekal awal untuk menumbuhkan kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kekompakan murid.
Sebanyak 37 anggota Tonti Sagara terlibat sebagai panitia sekaligus pelatih. Tahun ini, PBB MATAMUDA mengusung tema S.T.E.P: Step, Transform, Empower, Progress. Tema tersebut mengajak peserta berani mengambil langkah, bertumbuh menjadi pribadi berkualitas, memberdayakan sesama, serta menciptakan kemajuan yang berdampak positif.
Hari pertama diawali dengan salat Zuhur berjamaah di Masjid Al-Hakim, kemudian dilanjutkan apel pembukaan yang dipimpin Pembina Tonti Sagara, Dinar Rifa’i, S.Pd.
Peserta selanjutnya menerima materi dasar PBB serta pembinaan etika, meliputi tata cara berjalan, memasuki ruangan, bertanya, dan menjawab. Mereka juga dikenalkan dengan budaya SATOTEMA—salam, tolong, terima kasih, dan maaf—serta 5S, yakni salam, sapa, senyum, sopan, dan santun.
Pada hari kedua, peserta mengikuti pelatihan protokoler upacara di sejumlah pos. Didampingi pendamping kelas dan mentor, mereka tidak hanya menyimak materi, tetapi juga mempraktikkan secara langsung tugas-tugas protokoler yang telah dipelajari.

Kegiatan ditutup dengan upacara yang dipimpin Muhammad Amin, S.Ag. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa PBB bukan sekadar latihan gerakan, melainkan sarana membangun kedisiplinan dan kemampuan mengelola waktu dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kepemimpinan harus mulai ditanamkan sejak murid memasuki lingkungan madrasah.
“Seorang pemimpin tidak hanya mampu mengarahkan orang lain, tetapi juga harus mampu memimpin dirinya sendiri. Melalui kegiatan ini, murid dilatih untuk disiplin, bertanggung jawab, dan berani mengambil peran positif di lingkungan madrasah,” tegasnya.
Panitia PBB MATAMUDA, Cahaya Rizky Diranni, berharap kegiatan tersebut dapat membantu murid baru mengenali dan mengembangkan potensi diri.
“PBB bukan hanya tentang baris-berbaris, tetapi juga proses membangun minat, menemukan bakat, dan membentuk karakter. Setiap langkah diharapkan membawa perubahan, keberdayaan, dan kemajuan,” ujarnya.
Melalui PBB MATAMUDA 2026, murid baru diharapkan tumbuh menjadi pribadi berintegritas, berjiwa pemimpin, serta mampu mempertanggungjawabkan setiap tugas dan keputusan, baik di madrasah maupun di tengah masyarakat. (zan)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































