JAKARTA – Perkembangan teknologi dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) kini bukan lagi sekadar konsumsi perusahaan besar, melainkan kebutuhan krusial bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di akar rumput. Mengambil peran aktif dalam pemerataan literasi digital, sekelompok mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) turun langsung mengedukasi warga RW 011, Kelurahan Pela Mampang, Jakarta Selatan.
Kegiatan yang merupakan bentuk nyata dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini mengusung misi khusus: mendorong pelaku usaha setempat agar lebih “melek” AI dan mahir menggunakan platform digital guna mendongkrak skala bisnis mereka.
Mengubah Tantangan Menjadi Peluang Digital
Selama ini, tidak sedikit pelaku usaha rumahan di kawasan Pela Mampang yang sebenarnya memiliki produk berkualitas, namun penjualannya stagnan. Kendala utamanya sering kali bermuara pada minimnya pemahaman terkait inovasi digital dan strategi pemasaran modern. Kehadiran mahasiswa UNPAM di tengah-tengah warga RW 011 hadir untuk mendobrak batasan tersebut.
Alih-alih sekadar memberikan teori, para mahasiswa membawakan pendekatan yang sangat praktis dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari pedagang. Beberapa fokus utama dalam pelatihan ini meliputi:
- Pemanfaatan AI sebagai ‘Asisten’ Bisnis: Warga diajarkan cara menggunakan perangkat AI sederhana secara gratis (seperti ChatGPT) untuk memunculkan ide bisnis, menyusun kalimat promosi (copywriting) yang memikat pembeli, hingga membuat deskripsi produk yang menarik.
- Optimalisasi Etalase Digital: Mahasiswa membimbing langsung para pelaku usaha untuk memaksimalkan fitur-fitur pada e-commerce, WhatsApp Business, serta media sosial (Instagram/TikTok). Tujuannya, agar jangkauan pasar mereka tidak lagi terbatas pada lingkungan sekitar rumah.
- Peningkatan Visual Produk: Warga juga diberikan pemahaman dasar tentang penggunaan aplikasi desain instan yang ramah pengguna untuk membuat katalog, logo sederhana, atau poster digital yang terlihat profesional.
Antusiasme dan Harapan Warga
Gaya penyampaian yang santai dan interaktif membuat warga RW 011 sangat antusias. Banyak warga yang sebelumnya merasa “gaptek” (gagap teknologi) atau terintimidasi oleh istilah Artificial Intelligence, kini menyadari bahwa AI dapat menjadi alat bantu yang sangat mempermudah operasional usaha tanpa perlu biaya mahal.
Langkah konkret yang diinisiasi oleh mahasiswa UNPAM ini merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ilmu yang mereka dapatkan di bangku kuliah tidak hanya mengendap di kampus, melainkan langsung diaplikasikan untuk memecahkan persoalan riil di masyarakat.
Ke depannya, kolaborasi edukatif seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut sehingga UMKM di Pela Mampang bisa semakin mandiri secara ekonomi, adaptif terhadap perubahan zaman, dan siap bersaing di era disrupsi digital.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































